PERENCANAAN ULANG STRUKTUR ATAS JEMBATAN KOMPOSIT DESA TEGAL GUBUG BLOK REMBES KABUPATEN CIREBON

Al Jufri, Iqbal Zafar (2013) PERENCANAAN ULANG STRUKTUR ATAS JEMBATAN KOMPOSIT DESA TEGAL GUBUG BLOK REMBES KABUPATEN CIREBON. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
D3_TS_090222_title.pdf

Download (261kB) | Preview
[img]
Preview
Text
D3_TS_090222_abstract.pdf

Download (237kB) | Preview
[img]
Preview
Text
D3_TS_090222_table_of_content.pdf

Download (373kB) | Preview
[img]
Preview
Text
D3_TS_090222_chapter1.pdf

Download (474kB) | Preview
[img] Text
D3_TS_090222_chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (737kB)
[img]
Preview
Text
D3_TS_090222_chapter3.pdf

Download (1MB) | Preview
[img] Text
D3_TS_090222_chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (2MB)
[img]
Preview
Text
D3_TS_090222_chapter5.pdf

Download (246kB) | Preview
[img]
Preview
Text
D3_TS_090222_bibliography.pdf

Download (236kB) | Preview
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Design structure of Tegalgubug bridge here was explained about the prosess design composite especially using steel IWF profil as main structure. First, we explained about background why this type elected, than focus on formula to get the target to planning and design till got the solution, and explained about the benefit if the bridge was built. Here was explained about the guidance was used to design this bridge like BMS 1992 and RSNI-T- 02-2005, Composite Construction is a composite beam system which often we meet. In this case, become militant is part of which is put down first time, later then concrete around of Shear Connector above steel beam. Existence of Shear Connector the cause log become militant and concrete of him work monolithly. Is thereby formed by section of steel as part of tension, and concrete compress. Based on existing data, will be built 44 meters leght, and bridge roadway width was 3,5 meters just with 1 traffic lanes, each is 3,5 meter. First step should be done was planning upper structure consist of slabs which form the roadway of a bridge and sidewalks, longitudinal and tranversal beam, than planned main structure was arch structure. Program analyse used manually. It was done after known the load was happenned at the construction. Than we would know about the force in main structure and sub structure, don’t forget to control the structure like stell tension, stell buckling, etc. After that, we could design its extention. The final step, we planed bearing dimension, under structure, and foundation. For the bearing used Elastomeric Bearing Pad. Key words : Steel IWF profile, composite bridge, elastomeric bearing ABSTRAK Pada perencanaan jembatan composit dalam tugas akhir ini dijelaskan perihal uraian proses perencanaan jembatan composit khususnya yang menggunakan gelagar IWF sebagai pemikul utamanya. Pada proses pendahuluan, diawali dengan penjelasan mengenai latar belakang pemilihan tipe jembatan, perumusan permasalahannya, tujuan perencanaan, batasan masalah hingga manfaat dari dibangunnya jembatan tersebut. Kemudian, dijelaskan perihal dasar-dasar perencanaan dengan pedoman yang digunakan yaitu BMS 1992, Konstruksi Komposit merupakan sistem balok komposit seperti yang sering kita jumpai. Dalam hal ini, baja adalah bagian yang di-letakkan pertama kali, kemudian beton dicor disekitar penghubung geser shearconnector diatas balok baja. Adanya penghubung geser tersebut menyebabkan balok baja dan beton diatasnya bekerja secara integral. Dengan demikian terbentuklah penampang dengan baja sebagai bagian yang mengalami tarik, dan beton yang mengalami tekan Dari data yang ada, direncanakan bentang total jembatan sebesar 44 m dengan 1 lajur kendaraan selebar 3,5 m. Tahap awal perencanaan adalah perencanaan bangunan atas yang terdiri dari lantai kendaraan dan trotoar, gelagar memanjang dan gelagar melintang (diafragma), kemudian konstruksi pemikul utama. Analisa dengan menggunakan manual dilakukan setelah dketahui beban – beban yang bekerja pada konstruksi tersebut untuk mendapatkan gaya – gaya dalam yang bekerja, khususnya untuk konstruksi pemikul utama dan konstruksi sekundernya. Setelah gaya – gaya tersebut diketahui besarnya maka dilakukan perhitungan kontrol tegangan dan perhitungan sambungan. Selanjutnya, dilakukan perencanaan perletakan, bangunan bawah dan pondasi. Untuk perletakan jembatan menggunakan Elastomeric Bearing Pad. Kata kunci : Gelagar IWF, Jembatan Composit, Elastomeric Bearing.

Item Type: Skripsi Tesis Atau Disertasi (S1)
Subjects: Universitas Pendidikan Indonesia > Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan > Jurusan Pendidikan Teknik Sipil > Program Studi Pendidikan Teknik Sipil
Divisions: Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan > Jurusan Pendidikan Teknik Sipil > Program Studi Pendidikan Teknik Sipil
Depositing User: Riki N Library ICT
Date Deposited: 03 Feb 2014 07:54
Last Modified: 03 Feb 2014 07:54
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/6078

Actions (login required)

View Item View Item