PROGRAM BIMBINGAN PRIBADI UNTUK MENGARAHKAN INFERIORITAS SEBAGAI MOTIVASI PESERTA DIDIK (Studi Deskriptif di SMA Negeri 15 Bandung Tahun Ajaran 2020/2021)

Desri Rahayu, - (2021) PROGRAM BIMBINGAN PRIBADI UNTUK MENGARAHKAN INFERIORITAS SEBAGAI MOTIVASI PESERTA DIDIK (Studi Deskriptif di SMA Negeri 15 Bandung Tahun Ajaran 2020/2021). S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[thumbnail of S_PPB_1601155_Title.pdf] Text
S_PPB_1601155_Title.pdf

Download (626kB)
[thumbnail of S_PPB_1601155_Chapter1.pdf] Text
S_PPB_1601155_Chapter1.pdf

Download (432kB)
[thumbnail of S_PPB_1601155_Chapter2.pdf] Text
S_PPB_1601155_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (588kB)
[thumbnail of S_PPB_1601155_Chapter4.pdf] Text
S_PPB_1601155_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (915kB)
[thumbnail of S_PPB_1601155_Chapter5.pdf] Text
S_PPB_1601155_Chapter5.pdf

Download (293kB)
[thumbnail of S_PPB_1601155_Appendix.pdf] Text
S_PPB_1601155_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (3MB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

ABSTRAK
Desri Rahayu. (1601155). Program Bimbingan Pribadi untuk Mengarahkan Inferioritas sebagai Motivasi Peserta Didik (Studi Deskriptif di SMA Negeri 15 Bandung Tahun Ajaran 2020/2021).
Inferioritas merupakan perasaan individu terhadap ketidakmampuan fisik ataupun psikologis dan berupaya menutupi kekurangannya dengan beragam usaha. Penelitian dilatarbelakangi oleh kaitan inferioritas terhadap proses perkembangan individu sebagai faktor penentu keberhasilan. Fenoma di sekolah mengungkap relatif banyak peserta didik mengidap inferioritas psikologis seperti tidak percaya terhadap kemampuan yang dimiliki, merasa diri tidak berharga, diberi label-label berkonotasi negatif, dan lemah dihadapan orang lain, bahkan mulai meyakini tidak mampu berbuat hal-hal positif. Persoalan ini tidak lagi inferioritas organ, karena secara fisik tidak kekurangan apapun, tetapi perlahan mulai membenci diri apabila tidak cepat ditangani. Salah satu upaya untuk mengarahkan inferioritas sebagai motivasi peserta didik adalah dengan penyelenggaraan program bimbingan pribadi untuk memfasilitasi pencegahan inferioritas berkembang menjadi berlebih. Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran inferioritas peserta didik dan menyusun program bimbingan pribadi yang layak diterapkan di SMA Negeri 15 Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Pengambilan sampel menggunakan non-probability sampling dengan teknik sampling jenuh, yaitu peserta didik kelas X di SMA Negeri 15 Bandung Tahun Ajaran 2020/2021 yang berjumlah 363 peserta didik. Pengumpulan data menggunakan instrumen inferioritas dalam bentuk google formulir. Data diolah menggunakan model Rasch melalui penggunaan aplikasi Winstep for Windows. Hasil penelitian menunjukkan; 1) Relatif banyak kondisi peserta didik berada pada kategori inferioritas, artinya peserta didik memiliki kecenderungan merasa tidak memiliki kemampuan, menganggap diri tidak berharga, dan menilai diri lebih rendah dari orang lain dalam berbagai aspek; 2) Program bimbingan pribadi yang layak menurut pakar dan praktisi di sekolah untuk mengarahkan inferioritas sebagai motivasi peserta didik disusun berdasarkan deskripsi kebutuhan dari data penelitian.
Kata kunci: Inferioritas, Program Bimbingan Pribadi

ABSTRACK
Desri Rahayu. (1601155). Personal Guidance Program for Direct Inferiority as Motivation for Learners Student (Descriptive Study in SMA Negeri 15 Bandung Academic Year 2020/2021).
Inferiority is an individual's feeling of physical or psychological disability and tries to cover up its deficiency with a variety of efforts. This research motivated by the relationship of inferiority to the individual development process as a determining factor for success. The phenomena in school reveals that relatively many students suffer from psychological inferiority such as not believing in their abilities, feeling themselves worthless, labeled with negative connotations, and being weak in front of others, even starting to believe they are unable to do positive things. This problem is no longer an inferiority of the organs, because physically there is nothing short of it, but slowly begins to hate themselves if it is not handled quickly. One of the efforts to direct inferiority as a motivation for students is by organizing personal guidance programs to facilitate the prevention of students inferiority from developing into excess. The research aims to determine the description of the inferiority of students and develop a personal guidance program that is appropriate to be implemented in SMA Negeri 15 Bandung. This research uses a quantitative approach with descriptive methods and using non-probability sampling with saturated sampling technique, namely class X students at SMA Negeri 15 Bandung Academic Year 2020/2021, totaling 363 students. Data collection uses inferiority instruments in the form of google forms. The data is processed using the Rasch model through the use of the Winstep for Windows application. The results showed; 1) A relatively large number of students are in category of inferiority, meaning that students have a tendency to feel that they have no ability, consider themselves worthless, and judge themselves lower than others in various aspects; 2) An appropriate personal guidance program according to experts and practitioners in schools to reduce student inferiority is compiled based on a description of the needs of the research data.
Keywords: Inferiority, Personal Guidance Program

Item Type: Tugas Akhir,Skripsi,Tesis,Disertasi (S1)
Uncontrolled Keywords: Inferioritas, Program Bimbingan Pribadi
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan > Pendidikan Psikologi dan Bimbingan
Depositing User: Desri Rahayu
Date Deposited: 29 Mar 2021 01:05
Last Modified: 29 Mar 2021 01:05
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/60008

Actions (login required)

View Item View Item