PERSPEKTIF TRANSGENDER TENTANG KORBAN KEKERASAN SEKSUAL

Chika Nuryanti, - (2021) PERSPEKTIF TRANSGENDER TENTANG KORBAN KEKERASAN SEKSUAL. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img] Text
S_PSI_1602520_Title.pdf

Download (796kB)
[img] Text
S_PSI_1602520_Chapter I.pdf

Download (226kB)
[img] Text
S_PSI_1602520_Chapter II.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (198kB)
[img] Text
S_PSI_1602520_Chapter III.pdf

Download (154kB)
[img] Text
S_PSI_1602520_Chapter IV.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (269kB)
[img] Text
S_PSI_1602520_Chapter V.pdf

Download (65kB)
[img] Text
S_PSI_1602520_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (4MB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan transgender tentang korban kekerasan seksual. Kelompok transgender merupakan kelompok yang termarjinalisasi akibat heteronormativitas dan sering mengalami victim blaming. Oleh karena itu peneliti ingin mengetahui apakah kelompok transgender memiliki empati terhadap perempuan korban kekerasan seksual sehingga tidak melakukan victim blaming. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data terhadap responden menggunakan teknik wawancara bertahap, dan teknik analisis data menggunakan open coding, axial coding, dan selective coding. Responden dalam penelitian ini adalah empat orang transgender, yaitu tiga orang transpuan yang berusia 21 tahun, 30 tahun, dan 39 tahun, serta satu orang transpria yang berusia 21 tahun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengalaman responden sebagai kelompok minoritas yang dipinggirkan dalam masyarakat heteronormatif, tidak mengubah pandangan mereka tentang korban kekerasan seksual. Terlihat bahwa patriarki masih sangat melekat. Hal ini ditunjukkan dengan adanya pandangan-pandangan responden tentang perempuan dan laki-laki yang masih stereotyping. Hal tersebut menyebabkan kelompok transgender yang berada dalam budaya patriarki ini banyak menoleransi perilaku seksual laki-laki kepada perempuan, sehingga akhirnya perempuan sebagai korban lah yang disalahkan dalam kasus kekerasan seksual atau yang disebut dengan victim blaming. Selain adanya penuturan-penuturan responden yang lebih mengarah pada victim blaming, ada juga penuturan yang lebih mengarah pada membela korban. Salah satunya adalah yang dapat dikaitkan dengan ajaran dan larangan agama Selain itu, victim blaming terhadap korban kekerasan seksual juga memiliki pengecualian ketika kekerasan seksual terjadi pada anak di bawah umur. Ketika korban merupakan anak di bawah umur, responden tidak melakukan victim blaming, melainkan lebih membela korban dan menyalahkan pelaku. This study aims to investigate transgender perspective of victims of sexual violence. Transgenders are marginalized group in a heteronormative society and often experience victim blaming. So researcher wants to investigate do transgenders have empathy for woman victims of sexual assault and not to blame the victims? This research used a qualitative approach. Data was collected by in-depth interviews which was conducted several times as needed. Qualitative data analysis was used to generate themes from the data, following three steps: open coding, axial coding, and selective coding. Respondents in this study were four transgenders, which is three transwomen individuals aged 21 years, 30 years, and 39 years, and one transman who was 21 years old. The results of this study indicate that the experience of respondents as a minority group who is marginalized in a heteronormative society does not change their view of victims of sexual violence. It seems that patriarchy is still very attached. This is indicated by the existence of the respondents' views about women and men that are still stereotyping. This causes transgender groups who are in this patriarchal culture to tolerate a lot of male sexual behaviour towards women. So, women as victims are blamed in cases of sexual violence or known as victim blaming. In addition, there were also the statements that were more directed at defending the victims. One of them is related to religious teachings and prohibitions. In addition, victim blaming of victims of sexual violence also has an exception when sexual violence occurs against minors. When the victim is a minor, the respondents do not do victim blaming, but rather defend the victim and blame the perpetrator.

Item Type: Tugas Akhir,Skripsi,Tesis,Disertasi (S1)
Uncontrolled Keywords: Kekerasan seksual; victim blaming; transgender
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan > Program Studi Psikologi
Depositing User: Chika Nuryanti
Date Deposited: 24 Mar 2021 04:55
Last Modified: 24 Mar 2021 04:55
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/59944

Actions (login required)

View Item View Item