KERAGAMAN DAN POLA DISTRIBUSI VEGETASI PADA DAERAH EKOTON DI LEUWEUNG SANCANG, GARUT, JAWA BARAT

Sartika, Sinthia (2013) KERAGAMAN DAN POLA DISTRIBUSI VEGETASI PADA DAERAH EKOTON DI LEUWEUNG SANCANG, GARUT, JAWA BARAT. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
S_BIO_0801346_TITLE.pdf

Download (273kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_BIO_0801346_ABSTRACT.pdf

Download (181kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_BIO_0801346_TABLE OF CONTENT.pdf

Download (246kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_BIO_0801346_CHAPTER1.pdf

Download (249kB) | Preview
[img] Text
S_BIO_0801346_CHAPTER2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (273kB)
[img]
Preview
Text
S_BIO_0801346_CHAPTER3.pdf

Download (574kB) | Preview
[img] Text
S_BIO_0801346_CHAPTETR4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (584kB)
[img]
Preview
Text
S_BIO_0801346_CHAPTER5.pdf

Download (220kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_BIO_0801346_BIBLIOGRAPHY.pdf

Download (262kB) | Preview
[img] Text
S_BIO_0801346_APPENDIX.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (1MB)

Abstract

Ecotone is a transition zone between two different land systems, or two different aquatic systems, but can also between aquatic systems and mainland system. Characteristics of the transition zone is defined uniquely by the different scales in space and time as well as by the interaction between adjacent ecosystems. This study aimed to determine the pattern of distribution, abundance, and diversity of vegetation found in the area ecotone in Leuweung Sancang, Garut, West Java. Study site has a height of 3 mdpl and has an area of 349.6 ± m2. Location of the study in mangrove forests, subsequently measured environmental factors is temperature, light intensity, soil moisture, and soil pH as much as 3 times repetitions at each station. Placement belt transect starting from the shoreline to the limit of the highest tide. Placement belt transects conducted at 5 stations and using 10x10m quadrants. Samples in the area found 23 plants that is 6 major mangrove species (6 families), 2 minor mangrove species (2 families), and 3 species of plant associations (3 families) There are also 13 species of epiphytic plants are 6 types of Pteriophyta (4 families), 1 species of lianas (1 family), 5 species of orchids (family 1), and 2 species mushrooms (1 family). Abundance of vegetation in the area of Rhizophora apiculata show had the largest percentage is 19%, the biggest percentage for the type of Pteriophyta is Asplenium nidus that is 7%, the biggest percentage for the type of orchid is Dendrobium aloifolium that is 3%, the largest percentage was for mushroom Ganoderma lucidum that is 4%. Distribution of vegetation in each area influenced by several factors, namely the substrate, light intensity, humidity, soil pH, and temperature. Keywords : Ecotone, Ecotone in Leuweung Sancang, Vegetation in Ecotone Ekoton merupakan zona transisi antara dua sistem daratan yang berbeda, atau dua sistem akuatik yang berbeda, tetapi dapat pula antara sistem akuatik dengan sistem daratan. Karakteristik zona transisi tersebut didefinisikan dengan unik oleh skala yang berbeda pada ruang dan waktu juga oleh daya interaksi antara ekosistem yang berdekatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola distribusi, kelimpahan, dan keragaman vegetasi yang terdapat pada daerah ekoton di Leuweung Sancang, Garut, Jawa Barat. Lokasi penelitian memiliki ketinggian 3 mdpl dan memiliki luas ±349,6 m2. Lokasi penelitian terbagi menjadi 5 stasiun dan berada di hutan mangrove, selanjutnya dilakukan pengukuran faktor lingkungan, yaitu suhu udara, intensitas cahaya, kelembaban tanah, dan pH tanah sebanyak 3 kali pengulangan pada setiap stasiun. Penempatan belt transek dimulai dari bibir pantai hingga batas pasang tertinggi. Penempatan belt transek dilakukan di 5 stasiun dan menggunakan kuadran berukuran 10x10m. Sampel tumbuhan yang tercuplik pada daerah ekoton ditemukan 23 tumbuhan yang tergolong tumbuhan tingkat tinggi dan rendah yaitu mangrove mayor sebanyak 6 spesies (6 famili), mangrove minor 2 spesies (2 famili), dan tumbuhan asosiasi 3 spesies (3 famili). Terdapat pula 13 spesies tumbuhan epifit yaitu 6 jenis paku (4 famili), 1 jenis liana ( 1 famili), 5 jenis anggrek (1 famili), dan 2 jenis jamur (1 famili). Kelimpahan vegetasi pada daerah ekoton menunjukkan Rhizopora apiculata memiliki presentase terbesar yaitu 19%, presentase terbesar untuk jenis paku adalah Asplenium nidus yaitu 7%, presentase terbesar untuk jenis anggrek adalah Dendrobium aloifolium yaitu 3%, presentase terbesar untuk jamur adalah Ganoderma lucidum yaitu 4%. Sebaran masing-masing vegetasi pada daerah ekoton dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu substrat, intensitas cahaya, kelembaban udara, pH tanah, dan suhu udara. Kata kunci : Ekoton, Ekoton Leuweung Sancang, Vegetasi Ekoton

Item Type: Skripsi,Tesis,Disertasi (S1)
Subjects: Universitas Pendidikan Indonesia > Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Jurusan Pendidikan Biologi > Program Studi Biologi (non kependidikan)
Divisions: Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Jurusan Pendidikan Biologi > Program Studi Biologi (non kependidikan)
Depositing User: Riki N Library ICT
Date Deposited: 27 Aug 2013 08:10
Last Modified: 27 Aug 2013 08:10
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/590

Actions (login required)

View Item View Item