MENINGKATKAN KEMAMPUAN GERAK DASAR TOLAKAN PADA LOMPAT JAUH MELALUI PERMAINAN PEREPET JENGKOL DI KELAS IV SDN KADU KECAMATAN JATIGEDE KABUPATEN SUMEDANG

Supriatna, (2013) MENINGKATKAN KEMAMPUAN GERAK DASAR TOLAKAN PADA LOMPAT JAUH MELALUI PERMAINAN PEREPET JENGKOL DI KELAS IV SDN KADU KECAMATAN JATIGEDE KABUPATEN SUMEDANG. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
s_pgsd_penjas_0902793_title.pdf

Download (176kB) | Preview
[img]
Preview
Text
s_pgsd_penjas_0902793_table_of_content.pdf

Download (234kB) | Preview
[img]
Preview
Text
s_pgsd_penjas_0902793_chapter1.pdf

Download (575kB) | Preview
[img] Text
s_pgsd_penjas_0902793_chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (687kB)
[img]
Preview
Text
s_pgsd_penjas_0902793_chapter3.pdf

Download (785kB) | Preview
[img] Text
s_pgsd_penjas_0902793_chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (1MB)
[img]
Preview
Text
s_pgsd_penjas_0902793_chapter5.pdf

Download (246kB) | Preview
[img]
Preview
Text
s_pgsd_penjas_0902793_bibliography.pdf

Download (238kB) | Preview
[img] Text
s_pgsd_penjas_0902793_appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (176kB)

Abstract

Berdasarkan observasi di lapangan, hasil tes praktek lompat jauh di kelas IV SDN Kadu masih kurang maksimal. Berdasarkan hasil observasi awal diketahui dari 14 orang siswa, hanya tiga siswa (21%) yang sudah mampu melakukan gerak dasar tolakan lompat jauh dengan baik dan 11 siswa (79%) belum mampu melakukan gerak dasar tolakan lompat jauh dengan baik. Adapun yang melatar belakangi permasalahan tersebut adalah siswa kurang memahami teknik lompat jauh yang benar dan kinerja guru dalam pembelajaran kurang menarik karena tidak dikemas dalam bentuk permainan sehingga membuat siswa kurang antusias mengikuti pembelajaran tersebut. Salah satu cara yang dianggap tepat untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam melakukan lompat jauh yaitu dengan menerapkan permainan tradisional perepet jengkol. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Prosedur pelaksanaannya mengacu pada model Kemmis dan Mc Taggart yang terdiri dari empat langkah pada setiap siklusnya, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Penelitian ini tuntas dalam tiga siklus. Instrumen yang digunakan yaitu lembar observasi kinerja guru dan aktivitas siswa, catatan lapangan, dan tes hasil belajar lompat jauh. Berdasarkan hasil pelaksanaan tindakan yang dilakukan tiga siklus, perencanaan pembelajaran mengalami peningkatan. Pada siklus I, perencanaan pembelajaran mencapai 59%, pada siklus II meningkat menjadi 80%, dan pada pelaksanaan siklus III mencapai 100%. Pada siklus I, kinerja guru mencapai 62%, pada siklus II meningkat menjadi 79%, dan pada pelaksanaan siklus III meningkat lagi menjadi 97%. Peningkatan aktivitas siswa dalam melakukan gerak dasar tolakan pada lompat jauh melalui permainan tradisional perepet jengkol yang dilakukan sebanyak tiga siklus, mengalami peningkatan. Pada siklus I aktivitas siswa mencapai 50% yang mendapat kategori baik, pada siklus II meningkat 71%, dan pada pelaksanaan siklus III meningkat lagi menjadi 93%. Hasil belajar siswa tiap siklus mengalami peningkatan. Pada siklus I siswa yang tuntas ada enam siswa atau 42% dari jumlah keseluruhan siswa, pada siklus II meningkat menjadi 9 siswa atau 64%, dan pada pelaksanaan siklus III meningkat lagi menjadi 12 siswa atau 86%. Dari pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini, dapat disimpulkan bahwa penerapan permainan perepet jengkol dapat meningkatkan kemampuan gerak dasar tolakan pada lompat jauh pada siswa kelas IV SD Negeri Kadu Kecamatan Jatigede Kabupaten Sumedang.

Item Type: Skripsi,Tesis,Disertasi (S1)
Subjects: Universitas Pendidikan Indonesia > UPI Kampus Sumedang > PGSD Penjas UPI Kampus Sumedang
Divisions: UPI Kampus Sumedang > PGSD Penjas UPI Kampus Sumedang
Depositing User: UPI Kampus Sumedang
Date Deposited: 23 Jan 2014 05:53
Last Modified: 23 Jan 2014 05:53
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/5747

Actions (login required)

View Item View Item