KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL NON-RUTIN PADA MATERI PENJUMLAHAN PECAHAN (STUDI DESKRIPTIF PADA SISWA KELAS 5)

Annisa Indrasari Saputri, - (2020) KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL NON-RUTIN PADA MATERI PENJUMLAHAN PECAHAN (STUDI DESKRIPTIF PADA SISWA KELAS 5). S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img] Text
S_PGSD_1606531_Title.pdf

Download (812kB)
[img] Text
S_PGSD_1606531_Chapter1.pdf

Download (407kB)
[img] Text
S_PGSD_1606531_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (1MB)
[img] Text
S_PGSD_1606531_Chapter3.pdf

Download (424kB)
[img] Text
S_PGSD_1606531_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (937kB)
[img] Text
S_PGSD_1606531_Chapter5.pdf

Download (284kB)
[img] Text
S_PGSD_1606531_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (804kB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana kemampuan pemecahan masalah siswa berdasarkan hasil belajarnya (tinggi, sedang, dan rendah) dalam menyelesaikan soal non-rutin pada materi penjumlahan pecahan serta melihat perbedaan tersebut. Karena pada dasarnya, matematika menekankan siswa pada penguasaan kecakapan matematika (mathematical literacy) sehingga kemampuan pemecahan masalah perlu dikuasai oleh siswa. Salah satu cara yang tepat dalam menguasai dan meningkatkan kemampuan tersebut yaitu dengan pemberian soal non-rutin pada materi penjumlahan pecahan karena soal non-rutin merupakan soal HOTS (Higher Order Thingking Skill) yang membutuhkan strategi heuristik dalam menyelesaikannya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini dilakukan di salah satu Sekolah Dasar di Kota Bandung pada siswa kelas 5 dengan masing-masing 2 orang subjek pada setiap kategorinya. Instrumen penelitian berupa wawancara, observasi, dan tes (lembar soal). Hasil penelitian berupa (1) Kemampuan pemecahan masalah siswa dengan hasil belajar tinggi mampu menyelesaikan masalah berdasarkan tahapan pemecahan masalah G. Polya dengan sistematis. Dapat memahami soal dengan baik. Penyelesaiannya menggunakan model matematika permisalan dan perkalian. (2) Kemampuan pemecahan masalah siswa dengan hasil belajar sedang mampu menyelesaikan masalah berdasarkan tahapan pemecahan masalah G. Polya namun kurang sistematis. Masih terdapat sedikit kekeliruan dalam memahami soal. Penyelesaian menggunakan penjumlahan berulang dan perkalian. (3) Kemampuan peemcahan masalah siswa dengan hasil belajar rendah masih tidak mampu menyelesaikan masalah berdasarkan tahapan pemecahan masalah G. Polya. Tidak dapat memahami soal dan memilih model matematika berdasarkan keinginannya. Perbedaan kemampuan pemecahan masalah dari setiap kategori terlihat dari memahami masalah, menyusun rencana, melaksanakan rencana sampai hasil akhir ditemukan dan upaya memeriksa kembali hasil tersebut. Kata Kunci: Kemampuan Pemecahan Masalah, Hasil Belajar, Matematika, Soal Non-Rutin, HOTS, Penjumlahan Pecahan.   ABSTRACT THE STUDENT’S PROBLEM SOLVING ABILITY IN SOLVE NON-ROUTINE PROBLEMS ON ADDITION FRACTIONS Descriptive study in fifth grade students By: Annisa Indrasari Saputri 1606531 The research aims to examine how student’s problem solving ablilities are based on their learning outcomes (high, medium, and low) in solve non-routine problems on addition fractions and see the differences. Because basically, mathematic emphasizes the student on the mastering mathematical ability (mathematical literacy), so that problem solving ability needs to mastered by students. One appropriate way to master and improve these abilities is by giving non-routine problems on the addition fractions because non-routine problems are about HOTS (Higher Order Thingking Skill) problem which need a heuristic strategy to solve it. This research uses a descriptive qualitative research model. This research was conducted in one elementary school in Bandung on the fifth grade students with 2 subjects each in each category. Research instruments in the form of interviews, observations, and tests. The results of the research are (1) The student’s problem solving ability with high learning outcomes is able to solve problems based on the G. Polya problem solving stages systematically. The students can understand the problem well. The solution uses example mathematical models and multiplication. (2) The student’s problem solving ability with medium learning outcomes is being able to solve problems based on the problem solving stages G. Polya but less systematic. There are still a few mistakes in understanding the problem. The solution uses repeated addition and multiplication. (3) The student’s problem solving ability with low learning outcomes are still unable to solve problems based on the problem solving stages G. Polya. The students can’t understand the problem and choose a mathematical model based on his wishes. The difference in problem-solving ability from the each category is seen from understanding the problem, devising a plan, carrying out the plan until the final results are found, and attempts to looking back the results. Key words: Problem Solving Ability, Mathematics Learning, Non-Routine Problems, HOTS, Addition Fractions.

Item Type: Tugas Akhir,Skripsi,Tesis,Disertasi (S1)
Uncontrolled Keywords: Kemampuan Pemecahan Masalah, Hasil Belajar, Matematika, Soal Non-Rutin, HOTS, Penjumlahan Pecahan
Subjects: L Education > L Education (General)
L Education > LB Theory and practice of education > LB1603 Secondary Education. High schools
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan > Pedagogik > PGSD Bumi Siliwangi
Depositing User: Annisa Indrasari Saputri
Date Deposited: 01 Oct 2020 06:09
Last Modified: 01 Oct 2020 06:09
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/55042

Actions (login required)

View Item View Item