HUBUNGAN ANTARA KEMATANGAN EMOSI DENGAN KONFORMITAS SERTA IMPLIKASINYA BAGI LAYANAN BIMBINGAN PRIBADI SOSIAL (Studi Korelasional terhadap Mahasiswa Angkatan 2017 Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia)

Muhammad Helmi Fauzan, - (2020) HUBUNGAN ANTARA KEMATANGAN EMOSI DENGAN KONFORMITAS SERTA IMPLIKASINYA BAGI LAYANAN BIMBINGAN PRIBADI SOSIAL (Studi Korelasional terhadap Mahasiswa Angkatan 2017 Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia). S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img] Text
S_PPB_1604297_Title.pdf

Download (833kB)
[img] Text
S_PPB_1604297_Chapter 1.pdf

Download (404kB)
[img] Text
S_PPB_1604297_Chapter 2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (502kB)
[img] Text
S_PPB_1604297_Chapter 3.pdf

Download (528kB)
[img] Text
S_PPB_1604297_Chapter 4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (727kB)
[img] Text
S_PPB_1604297_Chapter 5.pdf

Download (262kB)
[img] Text
S_PPB_1604297_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (316kB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

ABSTRAK Muhammad Helmi Fauzan 1604297 (2020). Hubungan antara Kematangan Emosi dengan Konformitas serta Implikasinya bagi Layanan Bimbingan Pribadi Sosial: Studi Korelasional terhadap Mahasiswa Angkatan 2017 FIP Universitas Pendidikan Indonesia, Psikologi Pendidikan dan Bimbingan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia. Mahasiswa sebagai individu dewasa awal akan memasuki masa penyesuaian terhadap tuntutan dari lingkungan nya yang baru sehingga akan mengalami perubahan nilai. Kematangan emosi pada mahasiswa dapat membantu mahasiswa agar dapat diterima di lingkungan sosial nya yang baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kematangan emosi dengan konformitas pada mahasiswa angkatan 2017 FIP Universitas Pendidikan Indonesia dan implikasinya bagi layanan bimbingan pribadi sosial. Peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional dengan subjek 244 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini diambil dari Myers (2002) yang diadaptasi oleh Fatresi (2017), skala kematangan emosi yang dibuat menggunakan aspek kematangan emosi dari Scheneijder (1964). Semua skala tersebut kemudian disesuaikan oleh peneliti dengan menyesuaikan dengan keadaan dari subjek. Data diperoleh melalui penyebaran instrumen berupa kuesioner yang diolah menggunakan uji Spearman’s Rank Order Correlation dengan nilai signifikansi sebesar 0,034 dan koefisien korelasi sebesar 0,134. Hasil penelitian tersebut menunjukkan; (1) gambaran tingkat kematangan emosi mahasiswa berada pada kategori cukup matang; (2) gambaran tingkat perilaku konformitas mahasiswa berada pada kategori konformis; (3) terdapat hubungan lemah yang positif dan signifikan antara kematangan emosi dan konformitas. dari penelitian, mahasiswa masih perlu untuk meningkatkan kematangan emosi dan konformitas positif maka diperlukan layanan bimbingan. Sebagai Implikasinya, penelitian ini menyusun layanan bimbingan pribadi sosial berupa layanan bimbingan kelompok dan bimbingan klasikal. Kata Kunci: Layanan Bimbingan, Kematangan Emosi, Konformitas   ABSTRACT Muhammad Helmi Fauzan 1604297 (2020). Relationship between Emotional Maturity and Conformity and its Implications for Personal Social Guidance: Correlational Study of FIP Academic Year 2017 Students at the Indonesian University of Education, Educational Psychology and Guidance, Faculty of Education, Indonesian University of Education. College Students as early adult individuals will enter a period of adjustment to the demands of their new environment so that they will experience changes in grades. Emotional maturity in students can help students to be accepted in their new social environment. This study aims to determine the relationship between emotional maturity and conformity in the 2017 FIP force students of Universitas Pendidikan Indonesia and its implications for social personal guidance services. Researchers used a quantitative approach with a correlational method with 244 subjects. The instrument used in this study was taken from Myers (2002) which was adapted by Fatresi (2017), the emotional maturity scale created using the aspects of emotional maturity from Scheneijder (1964). All scales are then adjusted by the researcher by adjusting the circumstances of the subject. Data obtained through the distribution of instruments in the form of questionnaires were processed using the Spearman's Rank Order Correlation test with significancy 0.034 and correlation coefficient 0.134. The results of the study show; (1) a description of the level of emotional maturity of students is in the quite mature category; (2) the level of conformity behavior of students is in the conformist category; (3) there is a weak positive and significant relationship between emotional maturity and conformity. From the results of the study, college students still need to increase emotional maturity and positive conformity so guidance services are needed. This research formulated a personal social guidance program in the form of a group guidance service that was prepared based on the results of the study. As the implication, this research compiles a social personal guidance service in the form of a group guidance service. Keywords: Conformity, Emotional Maturity, Guidance Service

Item Type: Tugas Akhir,Skripsi,Tesis,Disertasi (S1)
Uncontrolled Keywords: Layanan Bimbingan, Kematangan Emosi, Konformitas
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan > Pendidikan Psikologi dan Bimbingan
Depositing User: Muhammad Helmi Fauzan
Date Deposited: 30 Sep 2020 06:02
Last Modified: 30 Sep 2020 06:02
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/55017

Actions (login required)

View Item View Item