HUBUNGAN ANTARA RELIGIUSITAS DENGAN RESILIENSI PADA WANITA MUSLIMAH BERCADAR USIA DEWASA AWAL DI KOTA BANDUNG

Maliani, Qhorryisza (2013) HUBUNGAN ANTARA RELIGIUSITAS DENGAN RESILIENSI PADA WANITA MUSLIMAH BERCADAR USIA DEWASA AWAL DI KOTA BANDUNG. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
S_ PSI _0800666_Title.pdf

Download (855kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_ PSI _0800666_Abstract.pdf

Download (193kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_ PSI _0800666_Table_of_content.pdf

Download (256kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_ PSI _0800666_Chapter1.pdf

Download (244kB) | Preview
[img] Text
S_ PSI _0800666_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (402kB)
[img]
Preview
Text
S_ PSI _0800666_Chapter3.pdf

Download (693kB) | Preview
[img] Text
S_ PSI _0800666_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (668kB)
[img]
Preview
Text
S_ PSI _0800666_Chapter5.pdf

Download (119kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_ PSI _0800666_Bibliography.pdf

Download (252kB) | Preview
[img] Text
S_ PSI _0800666_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (2MB)

Abstract

Qhorryisza Maliani (0800666). Hubungan antara Religiusitas dengan Resiliensi pada Wanita Muslimah Bercadar Usia Dewasa Awal di Kota Bandung. Skripsi. Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia. Bandung. 2013. Cadar dalam Islam adalah jilbab yang tebal dan longgar, yang menutupi seluruh aurat termasuk wajah dan telapak tangan (Shihab, 2010). Prasetyo (2007) mengyatakan bahwa cadar merupakan salah satu indikator wanita dewasa awal memiliki nilai religiusitas. Keputusan yang dibuat seorang muslimah untuk pada akhirnya menggunakan cadar sangat rentan akan konflik, baik konflik yang terjadi pada diri perempuan bercadar (within people) maupun konflik antara perempuan bercadar dengan orang lain atau masyarakat (between people), (Wijayani, 2008). Kemampuan individu untuk menghadapi dan mengatasi konflik yang ada disebut sebagai resiliensi (Davis, 1999). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran umum tingkat religiusitas dan resiliensi, serta mengetahui hubungan antara kedua variabel tersebut. Subjek penelitian adalah wanita muslimah usia dewasa awal yang menggunakan cadar di Kota Bandung; berjumlah 40 orang. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan teknik korelasional. Pengujian hipotesis dilakukan dengan statistik nonparametrik dengan menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat religiusitas muslimah bercadar usia dewasa awal di Kota Bandung berada pada tingkat tinggi. tingkat resiliensi muslimah bercadar usia dewasa awal di Kota Bandung berada pada tingkat sedang. Serta terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara religiusitas dan resiliensi pada wanita muslimah bercadar usia dewasa awal di Kota Bandung, dengan korelasi 0,605. Dengan demikian, semakin tinggi nilai religiusitas individu maka semakin tinggi pula tingkat resiliensinya. Dapat disimpulkan bahwa tingkat religiusitas dan resiliensi wanita muslimah usia dewasa awal yang menggunakan cadar di Kota Bandung berada pada kategori tinggi. Penulis merekomendasikan kepada wanita muslimah bercadar agar dapat mengikuti kegiatan-kegiatan keagamaan yang tidak hanya memperkaya pengetahuan mengenai agama tetapi juga untuk bersosialisasi dengan masyarakat, sehingga cadar tidak lagi dikatakan sebagai sebuah simbol penolakan wanita muslimah bercadar usia usia dewasa awal untuk bergabung dengan masyarakat Kata Kunci : Religiusitas, Resiliensi, Wanita bercadar Abstract Qhorryisza Maliani (0800666). The relationship between religiosity with veiled Muslim women Resilience in Women Age Adults Beginning in the city of Bandung. Thesis. Department of Psychology Faculty of Education University of Education Indonesia. Bandung.2013. Hijab veil in Islam is a thick and loose, covering the entire genitalia including the face and hands (Shihab, 2010). Prasetyo (2007) said, that the veil is one of the early indicators of adult women have a religious value. Decisions made at the end of a Muslim to use the veil is very vulnerable to conflict, whether the conflict on women veiled themselves (within people) as well as the conflict between veiled women with other people or community (between people), (Wijayani, 2008). Individual's ability to confront and resolve conflict is referred to as resilience (Davis, 1999). The purpose of this study to describe the general level of religiosity and resilience, as well as determine the relationship between the two variables. Subjects were Muslim woman early adulthood using the veil in Bandung; numbered 40 people. The method used is descriptive research with correlational techniques. Hypothesis testing is done by nonparametric statistics using Spearman Rank correlation test. The results showed that the level of veiled Muslim religiosity in early adulthood Bandung is at a high level. Veiled Muslim resilience level early adulthood in Bandung is at a medium level. And there is a positive and significant relationship between religiosity and resilience veiled Muslim woman early adulthood in the city of Bandung, with a correlation of 0.605. Thus, the higher the value of individual religiosity, the higher the level resiliensinya. It can be concluded that the level of religiosity and resilience early adulthood Muslim woman using veil in Bandung at the high category. The authors recommend to veiled Muslim woman to attend religious activities not only enrich knowledge about religion but also to socialize with people, so the veil is no longer regarded as a symbol of resistance to the veiled Muslim woman early adult age to join the community Keywords: Religiosity, Resilience, Women veiled

Item Type: Skripsi Tesis Atau Disertasi (S1)
Subjects: Universitas Pendidikan Indonesia > Fakultas Ilmu Pendidikan > Program Studi Psikologi
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan > Program Studi Psikologi
Depositing User: Riki N Library ICT
Date Deposited: 28 Jan 2014 02:56
Last Modified: 28 Jan 2014 02:56
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/4847

Actions (login required)

View Item View Item