HUBUNGAN SPIRITUALITAS DENGAN RASA BERSALAH ANAK DIDIK PEMASYARAKATAN

Facfi Frastika, - (2019) HUBUNGAN SPIRITUALITAS DENGAN RASA BERSALAH ANAK DIDIK PEMASYARAKATAN. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img] Text
S_PSI_1102959_Title.pdf

Download (422kB)
[img] Text
S_PSI_1102959_Abstract.pdf

Download (283kB)
[img] Text
S_PSI_1102959_Table_of_content.pdf

Download (303kB)
[img] Text
S_PSI_1102959_Chapter1.pdf

Download (408kB)
[img] Text
S_PSI_1102959_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (443kB)
[img] Text
S_PSI_1102959_Chapter3.pdf

Download (522kB)
[img] Text
S_PSI_1102959_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (341kB)
[img] Text
S_PSI_1102959_Chapter5.pdf

Download (284kB)
[img] Text
S_PSI_1102959_Bibliography.pdf

Download (405kB)
[img] Text
S_PSI_1102959_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (1MB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Penelitian dengan judul "Hubungan Spiritualitas dengan Rasa Bersalah Anak Didik Pemasyarakatan" bertujuan untuk mengetahui gambaran hubungan spiritualitas dengan rasa bersalah pada Anak Didik Pemasyarakatan Anak Kelas II Bandung. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan non eksperimental atau survey korelasional dengan subjek sebanyak 106 partisipan Anak Didik Pemasyarakatan. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner hasil pengembangan konstruksi skala spiritualitas remaja berdasarkan virtues in action- inventory of strengths (via-is) yang digunakan untuk mengukur tingkat spiritualitas dan alat ukur yang dikembangkan berdasarkan teori yang diajukan oleh Mental Illness of Australia untuk mengukur tingkat rasa bersalah. Hasil dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan yang positif antara spiritualitas dengan rasa bersalah pada Anak Didik Pemasyarakatan di LPKA Kelas II Bandung. Hal ini menunjukan bahwa semakin tinggi tingkat spiritualitas yang dimiliki Anak Didik Pemasyarakatan, maka semakin tinggi pula tingkat rasa bersalah yang dirasakan. Begitupun sebaliknya, semakin rendah tingkat spiritualitas Anak Didik Pemasyarakatan, maka semakin rendah pula tingkat rasa bersalah yang dialami. This study aimed to find the correlation between spirituality and guilty feel in child prisoners of LPKA (Lembaga Pembinaan Khusus Anak/Child Development Agency) Class II, Bandung. A quantitative method with a non-experimental approach or correlational survey with 106 participants as subjects was conducted. Data were collected using a self-administered questionnaire with developed instrument of youth-spirituality-scale based on virtues in action-inventory of strengths (via-is) to measure the level of spirituality, and developed instrument based on the theory by Mental Illness of Australia was used to measure the level of guilt. The results showed that there was a positive correlation between spirituality and guilty feel in child prisoners of LPKA Class II, Bandung. Therefore, the higher the level of spirituality, the higher the level of guilty feel.

Item Type: Tugas Akhir,Skripsi,Tesis,Disertasi (S1)
Additional Information: No Panggil : S PSI FAC h-2019; Pembimbing : I. I. Siti Chotidjah, II. Helli Ihsan; NIM : 1102959
Uncontrolled Keywords: rasa bersalah, spiritualitas, Anak Didik Pemasyarakatan.
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan > Program Studi Psikologi
Depositing User: Yayu Wulandari
Date Deposited: 14 Apr 2020 14:17
Last Modified: 14 Apr 2020 14:17
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/48418

Actions (login required)

View Item View Item