HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI KESEHATAN REPRODUKSI DENGAN PERILAKU SEKSUAL SISWA SMP DI INDRAMAYU SERTA GAGASAN PEMBELAJARANNYA

Eka Agni Anggini, - (2019) HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI KESEHATAN REPRODUKSI DENGAN PERILAKU SEKSUAL SISWA SMP DI INDRAMAYU SERTA GAGASAN PEMBELAJARANNYA. S2 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img] Text
T_BIO_1502283_Title.pdf

Download (163kB)
[img] Text
T_BIO_1502283_Abtract.pdf

Download (305kB)
[img] Text
T_BIO_1502283_Table_Of_Content.pdf

Download (382kB)
[img] Text
T_BIO_1502283_Chapter1.pdf

Download (436kB)
[img] Text
T_BIO_1502283_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (786kB)
[img] Text
T_BIO_1502283_Chapter3.pdf

Download (632kB)
[img] Text
T_BIO_1502283_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (1MB)
[img] Text
T_BIO_1502283_Chapter5.pdf

Download (342kB)
[img] Text
T_BIO_1502283_Bibliography.pdf

Download (401kB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang hubungan antara persepsi kesehatan reproduksi dengan perilaku seksual siswa SMP di Indramayu serta gagasan pembelajarannya. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan desain korelasi. Subjek dalam penelitian ini yaitu siswa kelas IX semester ganjil tahun ajaran 2017-2018, penentuan sampel dilakukan dengan stratified random sampling. Data dijaring melalui kuesioner dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan yaitu uji normalitas, uji regresi linear, dan uji korelasi. Hasil penelitian menunjukkan persepsi kesehatan reproduksi siswa SMP di Indramayu berada pada kategori sedang, artinya siswa memiliki pemahaman yang cukup baik tentang konsep kesehatan reproduksi yaitu mampu membedakan antara mitos dan fakta tentang kesehatan reproduksi serta pemeliharaan kesehatan reproduksi. Siswa laki-laki lebih permisif tentang kesehatan reproduksi dibandingkan dengan siswa perempuan. Perilaku seksual siswa SMP di Indramayu berada pada kategori sedang, artinya siswa cukup mampu mengontrol diri dari perilaku seksual yang berisiko. Siswa perempuan lebih sedikit yang melakukan perilaku seksual pranikah dibandingkan dengan siswa laki-laki. Hasil uji korelasi SMPN Kota -0,16, SMPS Kota -0,08, SMPN Desa -0,12, SMPS Desa -0,02, keseluruhan dari empat sekolah -0,05. Angka koefisien korelasi 4 sekolah dan keseluruhan dari empat sekolah menunjukkan terdapat hubungan sangat lemah dan berlawanan arah antara persepsi kesehatan reproduksi dengan perilaku seksual siswa, artinya semakin tinggi nilai persepsi kesehatan reproduksinya maka semakin rendah perilaku seksualnya. Gagasan pembelajarannya yaitu melalui program keagamaan (tausiyah dan mentoring), kegiatan konseling, ekstrakurikuler (Senam Kecerdasan) dan pendekatan terpadu antara sekolah dengan program dari lembaga-lembaga seperti BKKBN (program Generasi Berencana dan Bina Keluarga Remaja), puskesmas (program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja), dan lembaga lainnya. ;--- This study was aimed to obtain information about the relationship between perceptions of reproductive health and sexual behavior of junior high school students in Indramayu and its learning ideas. The method used is descriptive with correlation design. The subjects in this study were the 9th grade students in the first semester of 2017-2018 academic year, the determination of the sample was done by stratified random sampling. Data is collected through questionnaires and interviews. Data analysis techniques used are correlation and linear regression analysis. The results of the study showed that the reproductive health perceptions of junior high school students in Indramayu were quite good in interpreting reproductive health problems and maintaining reproductive health. Students are able to distinguish between myths and facts about reproductive health and take care of reproductive health. Male students are more permissive about reproductive health than female students. Sexual behavior of junior high school students in Indramayu is that students are quite able to control themselves from risky sexual behavior. Fewer female students do premarital sexual behavior compared with male students. Correlation test results of SMPN Kota -0.16, SMPS Kota -0.08, SMPN Desa -0.12, SMPS Desa -0.02, overall of the four schools -0.05. The correlation coefficient of 4 schools and the whole of the four schools shows that there were a very weak and opposite direction between perceptions of reproductive health and student sexual behavior, meaning that the higher the perception of reproductive health the lower the sexual behavior. The idea of learning is through religious programs (tausiyah and mentoring), counseling activities, extracurricular (Intelligence Gymnastics) and integrated approaches between schools and programs from institutions such as BKKBN, puskesmas, and other institutions.

Item Type: Tugas Akhir,Skripsi,Tesis,Disertasi (S2)
Additional Information: No. Panggil : T BIO EKA h-2019; Nama Pembimbing : I. Yusuf Hilmi Adisendjaja, II. Didik Priyandoko; NIM : 1502283;
Uncontrolled Keywords: persepsi kesehatan reproduksi, perilaku seksual, gagasan pembelajaran, perceptions of reproductive health, sexual behavior, learning ideas.
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
Divisions: Sekolah Pasca Sarjana > Pendidikan Biologi S-2
Depositing User: salsabila
Date Deposited: 04 Mar 2020 07:06
Last Modified: 04 Mar 2020 07:06
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/47606

Actions (login required)

View Item View Item