ANALISIS KESALAHAN PEMBENTUKAN KALIMAT DALAM BENTUK PERFEKT PADA KARANGAN NARASI MAHASISWA

Anandai, Eristi Mantika (2013) ANALISIS KESALAHAN PEMBENTUKAN KALIMAT DALAM BENTUK PERFEKT PADA KARANGAN NARASI MAHASISWA. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
S_JRM_0801231_Title.pdf

Download (429kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_JRM_0801231_Abstract.pdf

Download (251kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_JRM_0801231_Table_of_Content.pdf

Download (246kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_JRM_0801231_Chapter1.pdf

Download (366kB) | Preview
[img] Text
S_JRM_0801231_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (572kB)
[img]
Preview
Text
S_JRM_0801231_Chapter3.pdf

Download (523kB) | Preview
[img] Text
S_JRM_0801231_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (632kB)
[img]
Preview
Text
S_JRM_0801231_Chapter5.pdf

Download (291kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_JRM_0801231_Bibliography.pdf

Download (328kB) | Preview
[img] Text
S_JRM_0801231_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (719kB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Dalam bahasa Jerman dikenal enam jenis sistem kala. Salah satunya yaitu bentuk kala lampau yang terdiri dari Perfekt, Präteritum, dan Plusquamperfekt. Kalimat bentuk Perfekt adalah kalimat yang digunakan untuk menceritakan kejadian yang telah lalu dan ditandai dengan adanya perubahan verba. Hal tersebut tidak dikenal dalam tatabahasa Indonesia, sehingga diduga dapat menimbulkan kesulitan bagi pembelajar bahasa Jerman. Berdasarkan hal tersebut penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang kesalahan pembentukan kalimat bentuk Perfekt pada karangan narasi mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis kesalahan dan faktor-faktor penyebab kesalahan dalam pembentukan kalimat bentuk Perfekt pada karangan narasi mahasiswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif, dengan instrumen tes tertulis dan angket. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh mahasiswa semester III tahun ajaran 2012/2013 jurusan Pendidikan Bahasa Jerman FPBS UPI. Sampel pada penelitian ini sebanyak 25 mahasiswa. Dari hasil analisis data yang diperoleh dari penelitian ini dapat disimpulkan, bahwa masih terdapat kesalahan-kesalahan yang dilakukan mahasiswa pada pembentukan kalimat Perfekt. Berdasarkan hasil tes, dari 287 kalimat yang ditulis dalam bentuk Perfekt, ditemukan sebanyak 98 kesalahan dengan rincian kesalahan menentukan Hilfsverb sebanyak 32 kesalahan (32,65%); terdapatnya kalimat yang tidak menggunakan bentuk Perfekt sebanyak 23 kesalahan (23,47%); kesalahan menentukan Partizip II dari verba utama sebanyak 15 kesalahan (15,30%); terdapatnya kalimat yang kurang jelas sebanyak 11 kesalahan (11,22%), terdapatnya kalimat bentuk Perfekt tanpa Hilfsverb sebanyak 9 kesalahan (9,18%) dan kesalahan dalam bentuk Perfekt yang lainnya sebanyak 8 (8,16%). Berdasarkan hasil analisis dan interpretasi data dapat disimpulkan bahwa, kesalahan yang dilakukan mahasiswa disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya kurangnya ketelitian mahasiswa dalam menulis, kurangnya berlatih materi Perfekt dari buku-buku lain selain buku pegangan, kurangnya waktu berlatih materi Perfekt. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan agar mahasiswa lebih teliti dan lebih sering berlatih membuat kalimat bentuk Perfekt. Selain itu mahasiswa hendaknya menghafalkan verba sekaligus dengan bentuk Partizip II -nya. Akan lebih baik jika mahasiswa memiliki sebuah buku harian untuk menceritakan kegiatan sehari-hari yang telah mereka kerjakan dan dituliskan dalam kalimat bentuk Perfekt. Im Deutschen kennt man sechs Zeitformen. Eine davon ist die Vergangenheitform, nähmlich das Perfekt, das Präteritum und das Plusquamperfekt. Das Perfekt ist eine Zeitform des Verbums, die ein vergangenes Geschehen bezeichnet. Dies kennt man im Indonesischen nicht, deshalb könnte es Deutschstudierenden Schwierigkeiten bereiten. Aus diesem Grund interessiert sich die Verfasserin, eine Untersuchung über Fehleranalyse bei der Bildung des Perfekts in Aufsätzen der Studenten zu machen. Die Ziele dieser Untersuchung sind, die Arten der Fehler zu beschreiben und deren Ursachen herauszufinden. In dieser Untersuchung wurde die deskriptiv-analytische Methode verwendet. Das Instrument dieser Untersuchung besteht aus einem schriftlichen Test und einer Umfrage. Die Population dieser Untersuchung waren Studenten im 3. Semester der Deutschabteilung der FPBS UPI Bandung vom Studienjahr 2012/2013. Als Probanden der Untersuchung waren 25 Studenten. Das Ergebniss der Datenanalyse zeigt, dass die Studenten noch Fehler bei der Bildung des Perfekts gemacht haben. Von 287 Sätzen im Perfekt wurden 98 Fehler gefunden und zwar: unpassendes Hilfsverb 32 Fehler (32,65%); falsche Zeitform 23 Fehler (23,47%); bei der Bildung von Partizip II 15 Fehler (15,30%); bei der Bildung von Sätzen 11 Fehler (11,22%); ohne Hilfsverb 9 Fehler (9,18%) und sonstige 8 Fehler (8,16%). Die gemachten Fehler werden durch einige Faktoren verursacht, nämlich: Die Studenten lesen und machen die Aufgaben nicht sorgfältig, sie haben sich nicht bemüht und nicht viel Zeit genommen, Übungen zum Perfekt aus anderen Büchern zu machen. Aus den oben genannten Ergebnissen wird vorgeschlagen, dass die Studenten sorgfältiger und mehr Übungen zum Perfekt machen. Auβerdem sollten die Studenten das Partizip II auswendig lernen. Es wäre besser, wenn die Studenten ein Tagebuch über ihre vergangene tägliche Tätigkeiten im Perfekt schreiben.

Item Type: Skripsi Tesis Atau Disertasi (S1)
Subjects: Universitas Pendidikan Indonesia > Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni > Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman
Divisions: Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni > Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman
Depositing User: Riki N Library ICT
Date Deposited: 24 Jan 2014 03:02
Last Modified: 24 Jan 2014 03:02
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/4713

Actions (login required)

View Item View Item