ANALISIS KOMPETENSI KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA DOKTER DALAM MENGHADAPI ORANG TUA PENOLAK VAKSIN : studi kasus dokter di kota cirebon

Audina Wardani, - (2019) ANALISIS KOMPETENSI KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA DOKTER DALAM MENGHADAPI ORANG TUA PENOLAK VAKSIN : studi kasus dokter di kota cirebon. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img] Text
S_IKOM_1502054_Title.pdf

Download (892kB)
[img] Text
S_IKOM_1502054_Chapter1.pdf

Download (434kB)
[img] Text
S_IKOM_1502054_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (645kB)
[img] Text
S_IKOM_1502054_Chapter3.pdf

Download (490kB)
[img] Text
S_IKOM_1502054_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (2MB)
[img] Text
S_IKOM_1502054_Chapter5.pdf

Download (271kB)
[img] Text
S_IKOM_1502054_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (3MB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penolakan vaksin, kompetensi komunikasi lintas budaya, serta hambatan dan tantangan dokter dalam menghadapi orangtua penolak vaksin di Kota Cirebon. Penelitian ini diadaptasi dari model Culture and The Patient-Physician Relationship Achieving Cultural Competency in Health Care Model Initiated yang digagas oleh Flores (2000). Metode penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yang diperoleh dari wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dengan metode penelitian yang diterapkan pada tiga dokter di Kota Cirebon. Karena dokter mengalami langsung penolakan vaksin yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peneliti melihat alasan mengapa orangtua menolak untuk memberikan vaksin pada anak-anak mereka. Pertama, alasan ini sangat beragam yaitu karena orangtua takut anak sakit, doktrin dari tokoh masyarakat, pengetahuan tentang vaksin sangat rendah alasan, dan larangan dari orang jaman dulu. Kedua, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kompetensi komunikasi lintas budaya dokter menemukan tumpang tindih antar kedua budaya terkait nilai budaya normative, penggunaan bahasa (menggunakan bahasa daerah), keterlibatan orangtua pasien dan pelayanan vaksin terkait budaya. Untuk itu dokter akan memberikan pelayanan terbaik pada orangtua agar bijak dalam menerima vaksin. Temuan dari penelitian ini menyarankan dokter untuk lebih memfokuskan pada strategi komunikasi dalam memberikan pengetahuan yang lebih baik, karena pendidikan adalah kunci bagi orangtua dapat membuat sebuah keputusan yang bertanggung jawab untuk memvaksin anak-anak mereka. Penggunaan bahasa yang benar, kepercayaan dan persepsi tentang vaksin kepada orang-orang dari etnis yang berbeda. The objective of this study is to analysis the refusal of vaccine in facing by doctors, analysis cross-cultural communication competence, and obstacles and challenges of doctors in confronting parents refusal of vaccine at Cirebon City. This research adopt the Culture and The Patient-Physician Relationship Achieving Cultural Competency in Health Care Model Initiated By Flores (2000). Research method which was used is qualitative approach obtained from in-depth interviews, observations, and documentations with the study method applied to three doctors at Cirebon City. Because doctors experiencing the direct of vaccine rejection that occurred. The result shows that the researcher has looked into the reasons that parents refuse to vaccine their children. First, these reason vary widely are because parents are afraid of sick children, the doctrine of community leaders, knowledge of vaccine is very low, and prohibition from ancestors. Second, the result of this research shows overlap between two cultures that cross cultural communication competence of doctors includes differed in normative cultural values, language (using local languages), parents involvement and culture-related vaccine service. For that, doctors will provide the best vaccine service in parents to be wise in receiving vaccine. Findings from this study suggest doctors to focus communication strategies on providing better knowledge, because education is a key to parents can make responsibile vaccine decisions for their children, correct use of language, beliefs and perceptions about vaccines to people of different ethnic.

Item Type: Tugas Akhir,Skripsi,Tesis,Disertasi (S1)
Uncontrolled Keywords: Penolakan Vaksin, Kompetensi Komunikasi Lintas Budaya, Dokter, Kompetensi Komunikasi
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
H Social Sciences > HE Transportation and Communications
L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial > Ilmu Komunikasi
Depositing User: Audina Wardani
Date Deposited: 10 Feb 2020 04:07
Last Modified: 10 Feb 2020 04:07
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/46236

Actions (login required)

View Item View Item