STRATEGI PENGEMBANGAN KEMANDIRIAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SMP ISTIQAMAH BANDUNG

Lisnawati, (2013) STRATEGI PENGEMBANGAN KEMANDIRIAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SMP ISTIQAMAH BANDUNG. S2 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
T_PU_1005042_TITLE.pdf

Download (270kB) | Preview
[img]
Preview
Text
T_PU_1005042_ABSTRACT.pdf

Download (259kB) | Preview
[img]
Preview
Text
T_PU_1005042_TABLE OF CONTENT.pdf

Download (276kB) | Preview
[img]
Preview
Text
T_PU_1005042_CHAPTER1.pdf

Download (333kB) | Preview
[img] Text
T_PU_1005042_CHAPTER2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (421kB)
[img]
Preview
Text
T_PU_1005042_CHAPTER3.pdf

Download (311kB) | Preview
[img] Text
T_PU_1005042_CHAPTER4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (436kB)
[img]
Preview
Text
T_PU_1005042_CHAPTER5.pdf

Download (193kB) | Preview
[img]
Preview
Text
T_PU_1005042_BIBLIOGRAPHY.pdf

Download (313kB) | Preview
[img] Text
T_PU_1005042_APPENDIX.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (240kB)

Abstract

Penelitian ini mengangkat fenomena dari sebuah kasus yang terjadi pada seorang anak berkebutuhan khusus di SMP Istiqamah Bandung yang melibatkan seorang anak berkebutuhan khusus, tiga orang guru dan orang tua siswa. Masalah pokok yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana strategi pengembangan kemandirian anak berkebutuhan khusus yang diterapkan di SMP Istiqamah Bandung. Dalam menjawab pertanyaan tersebut penulis menggunakan teori yang dikemukakan oleh Aunillah (2011) bahwa persyaratan untuk mewujudkan kemandirian pada peserta didik adalah sebagai berikut: 1) berilah bekal keterampilan untuk mengurus diri sendiri, 2) bentuklah kegiatan yang merangsang kegiatan sekolah untuk mandiri, 3) mintalah peserta didik untuk membuat program kegiatan positif, 4) biarkan peserta didik mengatur waktunya sendiri, 5) peserta didik diberi tanggungjawab, 6) mewujudkan kondisi badan yang sehat dan kuat, 7) berilah kebebasan peserta didik untuk menentukan tujuannya sendiri, 8) menyadarkan peserta didik bahwa guru tidak selalu ada disisinya. Untuk menjawab permasalahan, penulis merumuskan beberapa pertanyaan penelitian, antara lain; 1) Bagaimana profil SMP Istiqamah Bandung? 2) Bagaimana pihak sekolah memperlakukan anak berkebutuhan khusus? 3) Kendala-kendala apa yang dihadapi selama menangani anak berkebutuhan khusus? 4) Langkah apa saja yang ditempuh dalam mengatasi berbagai kendala selama menangani anak berkebutuhan khusus? 5) Faktor apa saja yang mendukung terciptanya kemandirian anak berkebutuhan khusus? 6) Program apakah yang diterapkan sekolah sehingga tercipta kemandirian anak berkebutuhan khusus?. Analisis data yang digunakan adalah model kualitatif melalui tahap obeservasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil analisis data adalah sebagai berikut: 1) SMP Istiqamah adalah sekolah Islam yang memadukan dua kurikulum, yakni kurikulum Dinas Pendidikan Kota Bandung dan Departemen Agama. 2) Perlakuan sekolah terhadap siswa berkebutuhan khusus mengalami proses perubahan yang meningkat, dimulai dari titik keraguan, berubah menjadi open minded (pikiran terbuka). 3) Kendala yang dihadapi selama menangani anak berkebutuhan khusus terkait masalah motorik kasar dan halus, serta sistem komunikasi yang terganggu. 4) Beberapa langkah yang ditempuh dalam mengatasi kendala selama menangani anak berkebutuhan khusus yakni melalui penerapan pola pendekatan dalam strategi perubahan sikap. 5) Faktor yang mendukung terciptanya kemandirian anak berkebutuhan khusus bersumber dari motivasi, baik motivasi intrinsik maupun ekstrinsik. 6) Program sekolah yang mampu mengembangkan kemandirian anak berkebutuhan khusus terbagi menjadi dua, yakni untuk guru dan peserta didik. This study raised the phenomenon of a case which occurred in a child with special needs in junior Istiqamah Bandung involving a child with special needs, three teachers and parents. Principal issue raised in this study is how the independence development strategy adopted children with special needs in junior Istiqamah Bandung. In answering these questions the author uses the theory advanced by Aunillah (2011) that the requirement to achieve independence in the students is as follows: 1) give the skills provision to take care of themselves, 2) form a stimulating activity for independent school activities, 3) ask learners to make positive activities program, 4) let the students set up their own time, 5) learners are given the responsibility, 6) creating conditions for a healthy and strong body, 7) give learners the freedom to define their own goals, 8) sensitize learners that teachers are not always there by his side. To solve the problem, the authors formulate some research questions, among others: 1) What is the profile Istiqamah SMP Bandung? 2) How the school treats children with special needs? 3) what constraints faced during work with children with special needs? 4) What steps should be taken to overcome the obstacles for handling children with special needs? 5) What are the factors that support the creation of a special needs child's independence? 6) whether the program is implemented so as to create independent school children with special needs?. Analysis of the data used is the qualitative model through the stages of observation, interviews, and documentation. Results of data analysis are as follows: 1) SMP Istiqamah is Islamic school curriculum that combines two, namely curriculum Department of Education and Religious Affairs Bandung. 2) Treatment of schools to students with special needs to experience the process of incremental change, starting from the point of doubt, turn out to be open minded (open-minded). 3) Obstacles encountered during handling children with special needs related to gross and fine motor problems, and impaired communication systems. 4) Some of the steps taken to overcome the obstacles for handling children with special needs through the application of a strategic approach to changing attitudes. 5) Factors that support the creation of independent special needs children comes from motivation, both intrinsic and extrinsic motivation. 6) school program that is able to develop independence in children with special needs are divided into two, namely for teachers and learners.

Item Type: Skripsi,Tesis,Disertasi (S2)
Subjects: Universitas Pendidikan Indonesia > Sekolah Pasca Sarjana > Pendidikan Umum/Nilai S-2
Divisions: Sekolah Pasca Sarjana > Pendidikan Umum/Nilai S-2
Depositing User: DAM STAF Editor
Date Deposited: 24 Dec 2013 08:17
Last Modified: 24 Dec 2013 08:17
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/4575

Actions (login required)

View Item View Item