INTERNALISASI NILAI-NILAI KEWIRAUSAHAAN MELALUI PROSES PEMBELAJARAN UNTUK MENUMBUHKEMBANGKAN KEMANDIRIAN USAHA: Studi Deskriptif Analitis pada Program Pendidikan Santri Mukim Akhlak Plus Wirausaha Pesantren Daarut Tauhiid Bandung

Kosasih, Ahmad (2013) INTERNALISASI NILAI-NILAI KEWIRAUSAHAAN MELALUI PROSES PEMBELAJARAN UNTUK MENUMBUHKEMBANGKAN KEMANDIRIAN USAHA: Studi Deskriptif Analitis pada Program Pendidikan Santri Mukim Akhlak Plus Wirausaha Pesantren Daarut Tauhiid Bandung. S2 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
T_PU_1005039_TITLE.pdf

Download (263kB) | Preview
[img]
Preview
Text
T_PU_1005039_ABSTRACT.pdf

Download (254kB) | Preview
[img]
Preview
Text
T_PU_1005039_TABLE OF CONTENT.pdf

Download (265kB) | Preview
[img]
Preview
Text
T_PU_1005039_CHAPTER1.pdf

Download (315kB) | Preview
[img] Text
T_PU_1005039_CHAPTER2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (457kB)
[img]
Preview
Text
T_PU_1005039_CHAPTER3.pdf

Download (301kB) | Preview
[img] Text
T_PU_1005039_CHAPTER4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (645kB)
[img]
Preview
Text
T_PU_1005039_CHAPTER5.pdf

Download (264kB) | Preview
[img]
Preview
Text
T_PU_1005039_BIBLIOGRAPHY.pdf

Download (341kB) | Preview
[img] Text
T_PU_1005039_APPENDIX.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (466kB)

Abstract

Tesis ini berisi penelitian tentang “Internalisasi Nilai-Nilai Kewirausahaan Melalui Proses Pembelajaran Untuk Menumbuhkembangkan Kemandirian Usaha”. Penelitian ini dilakukan pada Program Pendidikan Santri Mukim Akhlak Plus Wirausaha (APW) Pesantren Daarut Tauhiid Bandung, dengan melibatkan beberapa responden, diantaranya satu orang penanggung jawab program, satu orang pendamping peserta, satu orang pemateri, dan enam orang peserta. Masalah pokok yang menjadi kajian dalam tesis ini adalah: Apakah kemandirian usaha dapat ditumbuhkan melalui internalisasi nilai-nilai kewirausahaan pada proses pembelajaran? Untuk memahami masalah tersebut digunakan teori Taksonomi Bloom dan Krathwohl. Secara rinci masalah pokoknya dijabarkan dalam bentuk pertanyaan penelitian sebagai berikut: 1) Bagaimanakah proses pembelajaran pada Program APW Pesantren Daarut Tauhiid? 2) Faktor-faktor apakah yang dapat mendukung dan menghambat internalisasi nilai-nilai kewirausahaan pada proses pembelajaran Program APW? 3) Upaya-upaya apakah yang dilakukan untuk menginternalisasi nilai-nilai kewirausahaan sehingga peserta menjadi pribadi yang mandiri? Untuk menjawab pertanyaan tersebut digunakan data primer yang diperoleh dari subjek penelitian, dan data sekunder yang didapat dari berbagai dokumen resmi dan tidak resmi. Data yang digunakan dikumpulkan melalui observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan langkah-langkah: mengorganisasikan data, memilah-milahnya, mencari dan menemukan pola, melakukan interpretasi, dan menyajikan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan: 1) proses pembelajaran dalam sehari dilaksanakan tiga kali. Metode pembelajaran yang digunakan adalah ceramah, diskusi, penugasan, tanya jawab, eksperimen, demonstrasi, dan simulasi. Sedangkan media pembelajaran yang digunakan LCD/screen, whiteboard, spidol, wireless dan laptop. Terjadinya internalisasi nilai-nilai kewirausahaan dimulai ketika para santri menerima dan menghayati materi pembelajaran, memberikan respon dengan bertanya atau bersikap antusias, menghargai nilai-nilai yang disampaikan, menata nilai-nilai yang diterimanya untuk diaplikasikan, sehingga terjadi pembiasaan yang melahirkan pola pikir, sikap, dan perilaku kewirausahaan yang relijius; 2) Faktor-faktor yang mendukung proses pembelajaran adalah semangat belajar peserta yang tinggi, ruang belajar yang nyaman, suasana belajar yang kondusif, metode pembelajaran yang tepat, media belajar yang lengkap dan berfungsi baik, pengajar yang pakar di bidangnya, dan keteladanan. Sedangkan faktor-faktor yang menghambat proses pembelajaran adalah: pengaturan ruang belajar yang kurang baik, keterlambatan peserta di ruang belajar, jarak asrama yang cukup jauh dari pesantren Daarut Tauhiid, dan ruang belajar yang bentuknya memanjang; 3) Upaya-upaya untuk menginternalisasi nilai-nilai kewirausahaan yaitu melalui pembinaan fisik dan mental, praktik ikhtiar, praktik khidmat, praktik pengabdian masyarakat, dan penanaman konsep tata nilai dan adab budaya Daarut Tauhiid. Upaya-upaya tersebut menumbuhkan nilai-nilai kewirausahaan seperti sikap tangguh, pantang mengeluh, keimanan kreatif, optimisme, keberanian, kesabaran, kedermawanan, kejujuran, kemandirian, dan tawakal kepada Allah Swt. Kata kunci: Internalisasi, Kewirausahaan, Pembelajaran, Kemandirian. This thesis contains research on "Internalization of Values Through Entrepreneurship Learning Process To Develop Self-Reliance Enterprises". The research was conducted in Students Habitation Character Education Program Plus Entrepreneurship (APW) Pesantren Daarut Tauhid Bandung, involving several respondents, including one person in charge of the program, one participant companion, one speaker, and six participants. The central issue to be studied in this thesis is: Is independence efforts can be grown through internalization of entrepreneurship in the learning process? To understand this problem used the theory of Bloom and Krathwohl's Taxonomy. Described in detail the central issue in the form of the following research questions: 1) What is the process of learning to APW program Pesantren Daarut Tauhid? 2) What factors that support and hinder the internalization of the values of entrepreneurship in the learning process APW Program? 3) Efforts are being made to the values of entrepreneurship so that participants become an independent person? To answer that question used primary data obtained from the study subjects, and secondary data obtained from various official and unofficial documents. The data used was collected through observation, interviews, library research, and documentation. Data analysis was performed with a step-by-step: organize data, sort it out, look for and find patterns, to interpret, and present research results. The results showed: 1) the learning process carried out three times a day. Learning methods used are lectures, discussions, assignments, questions and answers, experiments, demonstrations, and simulations. While the instructional media used LCD / screen, whiteboard, markers, and wireless laptops. The internalisation of the values of entrepreneurship began when the students accept and appreciate the learning material, provide responses to the questions or be enthusiastic, appreciate the value delivered, set the values received to be applied, resulting in the birth habituation mindset, attitudes, and entrepreneurial behavior are religious; 2) The factors supporting the learning process is to learn the spirit of participants is high, comfortable study space, conducive learning atmosphere, appropriate learning methods, media complete learning and work, teaching experts in their fields , and exemplary. While the factors that impede the learning process are: spatial arrangements that are less well studied, the delay of participants in the study, which is quite a distance away from the dorm Daarut Tauhiid schools, and classrooms elongated shape; 3) Efforts to internalize the values entrepreneurship is through physical and mental development, practical endeavor, solemn practice, practice community service, and planting concepts and civilized cultural values Daarut Tauhiid. Such efforts foster entrepreneurial values such tough attitude, never complained, creative faith, optimism, courage, patience, generosity, honesty, self-reliance, and trust in Allah. Keywords: Internalization, Entrepreneurship, Learning, Self-Reliance.

Item Type: Skripsi,Tesis,Disertasi (S2)
Subjects: Universitas Pendidikan Indonesia > Sekolah Pasca Sarjana > Pendidikan Umum/Nilai S-2
Divisions: Sekolah Pasca Sarjana > Pendidikan Umum/Nilai S-2
Depositing User: DAM STAF Editor
Date Deposited: 24 Dec 2013 08:12
Last Modified: 24 Dec 2013 08:12
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/4574

Actions (login required)

View Item View Item