POLA ASUH KELUARGA TKI DAN IMPLIKASINYA TERHADAP JUVENILE DELINQUENCY

Daryati, - (2018) POLA ASUH KELUARGA TKI DAN IMPLIKASINYA TERHADAP JUVENILE DELINQUENCY. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img] Text
S_SOS_1404792_Title.pdf

Download (470kB)
[img] Text
S_SOS_1404792_Abstract.pdf

Download (137kB)
[img] Text
S_SOS_1404792_Table_of_content.pdf

Download (294kB)
[img] Text
S_SOS_1404792_Chapter 1.pdf

Download (334kB)
[img] Text
S_SOS_1404792_Chapter 2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (383kB)
[img] Text
S_SOS_1404792_Chapter 3.pdf

Download (279kB)
[img] Text
S_SOS_1404792_Chapter 4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (542kB)
[img] Text
S_SOS_1404792_Chapter 5.pdf

Download (153kB)
[img] Text
S_SOS_1404792_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (960kB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Pola asuh keluarga khususnya orang tua merupakan hal yang sangat penting bagi tumbuh kembang anak, hal tersebut juga dapat menjadi salah satu faktor yang menyebabkan adanya kenakalan remaja jika dalam proses pengasuhannya tidak tepat. Kabupaten Indramayu khususnya Desa Bangodua Kecamatan Bangodua adalah salah satu Desa memiliki masyarakat yang berprofesi sebagai TKI dengan jumlah yang tidak sedikit. Pasalnya, dari 11 RT 5 RW didapati Keluarga yang menjadi TKI. Dalam keluarga TKI (Tenaga Kerja Indonesia) di Desa Bangodua anak yang diasuh oleh orang tua yang tidak lengkap, bahkan diasuh bukan oleh kedua orang tuanya terlihat berbeda dalam segi perkembangan, sebab anak tidak mendapatkan sosialisasi yang sempurna. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dan informasi dilakukan dengan observasi dan wawancara. Sampel penelitian ini adalah keluarga TKI dan remaja Desa Bangodua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Terdapat berbagai pola pengasuhan yang diterapkan keluarga TKI, ada tiga tipe pola asuh yaitu demokratis, otoriter, permisif. Pada umumnya keluarga TKI di Desa Bangodua menggunakan tipe pola asuh secara demokratis dan permisif. (2) Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa peran orang tua cukup memberikan pengaruh terhadap timbulnya kenakalan remaja. Faktor yang menyebabkan terjadinya kenakalan remaja adalah faktor intern (diri sendiri) dan faktor ekstern (dari orang lain) yang mendominasi remaja melakukan tindak kenakalan adalah terpengaruh oleh teman sebaya dan lingkungan. (3) Berbagai bentuk kenakalan yang dilakukan remaja Desa Bangodua, akan tetapi remaja lebih mendominasi melakukan kenakalan seperti merokok, menongkrong, dan mabuk-mabukkan serta seks bebas. (4) Adanya upaya preventif dan represif, dari seluruh elemen bukan hanya dari orang tua untuk menanggulanginya. Seperti memberikan sosialisasi. Rekomendasi bagi peneliti selanjutnya adalah dapat mengembangkan solusi dari permasalahan yang terjadi. ;---Family parenting, especially the parents is very important for the development of children, it can also be one factor that causes the juvenile delinquency if the process of parenting is not appropriate. Indramayu District, especially Bangodua Village, Bangodua District is one of the villages has a community that works as a migrant worker with a number that is not small. The reason, from 11 RT 5 RW found Family who become TKI. In the family of Indonesian Migrant Workers (TKI) in Bangodua Village, children who are cared for by incomplete parents are not even looked after by their parents in different ways, because children do not get the perfect socialization. This research uses qualitative approach with case study method. Techniques of collecting data and information is done by observation and interview. The sample of this research is TKI family and youth of Bangodua Village. The result of the research shows that (1) There are various parenting patterns applied by migrant workers' families, there are three types of parenting that is democratic, authoritarian, permissive. Generally, migrant workers' families in Bangodua Village use democratic and permissive parenting type. (2) Based on the result of research indicate that parent role enough give influence to the happening of juvenile delinquency. Factors that cause juvenile delinquency are internal factors (self) and external factors (from others) that dominate adolescent misbehavior is affected by peers and the environment. (3) Various forms of mischief perpetrated by the youth of Bangodua Village, but the more dominant teenagers perform delinquents such as smoking, hanging out, and drunkenness and free sex. (4) The existence of preventive and repressive efforts, of all elements not only from parents to overcome them. Like giving socialization. Recommendations for the next researcher is able to develop solutions of the problems that occur.

Item Type: Tugas Akhir,Skripsi,Tesis,Disertasi (S1)
Additional Information: No. Panggil : S SOS DAR p-2018; Pembimbing : -; NIM : 1404792.
Uncontrolled Keywords: Pola Asuh, Keluarga TKI, Kenakalan Remaja. Parenting model, family of Indonesian Migrant Workers (TKI), Juvenile Delinquency.
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
H Social Sciences > HM Sociology
Divisions: Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial > Sosiologi
Depositing User: YUSUP REZA ADITYA HARDIAN
Date Deposited: 13 Feb 2020 07:44
Last Modified: 13 Feb 2020 07:44
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/44931

Actions (login required)

View Item View Item