EKSISTENSI UANG PANAI’ TERHADAP STATUS SOSIAL LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN DALAM TRADISI PERKAWINAN MASYARAKAT BUGIS : Studi Kasus di Desa Tompo Kecamatan Barru Sulawesi Selatan

Nasrawati Hamid, - (2020) EKSISTENSI UANG PANAI’ TERHADAP STATUS SOSIAL LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN DALAM TRADISI PERKAWINAN MASYARAKAT BUGIS : Studi Kasus di Desa Tompo Kecamatan Barru Sulawesi Selatan. S2 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img] Text
T_PESOS_1706299_Title.pdf

Download (1MB)
[img] Text
T_PESOS_1706299_Chapter1.pdf

Download (389kB)
[img] Text
T_PESOS_1706299_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (634kB)
[img] Text
T_PESOS_1706299_Chapter3.pdf

Download (387kB)
[img] Text
T_PESOS_1706299_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (897kB)
[img] Text
T_PESOS_1706299_Chapter5.pdf

Download (232kB)
[img] Text
T_PESOS_1706299_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (885kB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Uang Panai’ adalah sejumlah uang yang wajib diberikan oleh calon suami kepada keluarga calon istri yang bertujuan untuk menghormati perempuan yang ingin dinikahi dengan menyiapkan pesta perkawinan. Nilai Uang Panai’ sangat ditentukan oleh status sosial laki-laki dan perempuan dalam masyarakat, seperti jenjang pendidikan, ekonomi keluarga, kondisi fisik, jabatan, pekerjaan, dan keturunan. Atas dasar tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara rinci eksistensi Uang Panai’ terhadap status sosial laki-laki dan perempuan dalam tradisi perkawinan masyarakat Bugis. Dalam penelitian ini mendeskripsikan keberadaan, peranan serta dampak Uang Panai’ terhadap status sosial laki-laki dan perempuan dalam masyarakat Bugis. Penelitian dilakukan di Desa Tompo Kecamatan Barru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus, proses pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan pertama, keberadaan Uang Panai’ dalam tradisi perkawinan masyarakat Bugis yaitu sebagai bentuk penghargaan terhadap seorang perempuan yang bisa menjaga harkat dan martabat keluarganya sampai ke jenjang pernikahan. Kedua, peranan Uang Panai’ untuk memenuhi kebutuhan pesta perkawinan, menaikkan status seseorang, baik secara vertikal maupun horizontal, juga sebagai bentuk penolakan ketika perkawinan ini tidak diinginkan, serta sebagai ajang penunjukkan gengsi sosial. Ketiga, Dampak Uang Panai’ terhadap status sosial laki-laki dan perempuan bahwa semakin tinggi status seorang perempuan maka semakin tinggi Uang Panai’nya dan itu akan bisa dipenuhi oleh laki-laki yang berstatus tinggi pula. Kata Kunci: Perkawinan Masyarakat Bugis, Status Sosial, Uang Panai’. EXTENSION OF THE PANAI MONEY ON THE MALE SOCIAL AND WOMEN SOCIAL STATUS IN THE BUGIS COMMUNITY MARRIAGE TRADITION (Case study in Tompo Village, Barru District, South Sulawesi Province). Nasrawati (1706299) Sociology Education Study Program, Faculty of Social Sciences Education, Universitas Pendidikan Indonesia Nasrawatihamid@upi.edu ABSTRACT Panai Money 'is a sum of money that must be given by the prospective husband to the family of the future wife who aims to respect the woman who wants to be married by preparing a wedding. The Value of Panai Money 'is largely determined by the social status of men and women in society, such as levels of education, family economy, physical condition, position, occupation, and descent. On this basis, this study aims to describe in detail the existence of the Panai Money ’on the social status of men and women in the marriage traditions of the Bugis community. This study describes the existence, role and impact of the Panai Money 'on the social status of men and women in the Bugis community. The study was conducted in Tompo Village, Barru District. The method used in this research is a case study, the process of collecting data through observation, interviews, and documentation studies. The results of this study show first, the existence of Panai Money ’in the Bugis community's marriage tradition as a form of appreciation for a woman who can maintain the dignity of her family to the level of marriage. Second, the role of the Panai Money ’to meet the needs of a wedding party, raising one's status, both vertically and horizontally, as well as a form of rejection when a marriage is undesirable, as well as a venue for showing social prestige. Third, the Impact of Panai Money 'on the social status of men and women that the higher the status of a woman, the higher the Panai Money' and that will be fulfilled by men of high status. Keywords: Panai Money ’Buginese Community Marriage, Social Status.

Item Type: Tugas Akhir,Skripsi,Tesis,Disertasi (S2)
Uncontrolled Keywords: Perkawinan Masyarakat Bugis, Status Sosial, Uang Panai’.
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
H Social Sciences > HM Sociology
H Social Sciences > HT Communities. Classes. Races
Divisions: Sekolah Pasca Sarjana > Pendidikan Sosiologi S-2
Depositing User: NASRAWATI HAMID
Date Deposited: 07 Feb 2020 03:34
Last Modified: 07 Feb 2020 03:34
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/44613

Actions (login required)

View Item View Item