PENERAPAN PRINSIP KEHATI-HATIAN (PRUDENTIAL PRINCIPLE) PADA PEMBIAYAAN MIKRO (Studi Kasus Bank X Syariah Kota Cimahi)

Hasniayati Hidayat, - (2014) PENERAPAN PRINSIP KEHATI-HATIAN (PRUDENTIAL PRINCIPLE) PADA PEMBIAYAAN MIKRO (Studi Kasus Bank X Syariah Kota Cimahi). S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img] Text
S_PEA_0900899_Title.pdf

Download (11kB)
[img] Text
S_PEA_0900899_Abstaract.pdf

Download (139kB)
[img] Text
S_PEA_0900899_Table_of_content.pdf

Download (350kB)
[img] Text
S_PEA_0900899_Chapter 1.pdf

Download (454kB)
[img] Text
S_PEA_0900899_Chapter 2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (369kB)
[img] Text
S_PEA_0900899_Chapter 3.pdf

Download (239kB)
[img] Text
S_PEA_0900899_Chapter 4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (707kB)
[img] Text
S_PEA_0900899_Chapter 5.pdf

Download (203kB)
[img] Text
S_PEA_0900899_Bibliography.pdf

Download (208kB)
[img] Text
S_PEA_0900899_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (734kB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan prinsip kehatia-hatian pada pembiayaan mikro yang dilakukan oleh Bank X Syariah Kota Cimahi dan bagaimana prinsip kehati-hatian ini dapat meminimalisir pembiayaan bermasalah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang dilakukan di Bank X Syariah Kota Cimahi. Data yang digunakan adalah data primer, diperoleh dengan melakukan wawancara terhadap para informan yang dipilih secara purposive. Juga data sekunder yang diperoleh dari dokumen perusahaan yang dapat dipublikasikan. Teknik pengujian kredibilitas data yang digunakan adalah triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Penerapan perinsip kehati-hatian pada pembiayaan mikro di Bank X Syariah Kota Cimahi sudah dilakukan dengan berdasar pada Undang - undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2008 tentang perbankan syariah. Dengan menggunakan perinsip 5C, yaitu character, capacity, capital, collateral dan condition of economy dalam pelaksanaannya. Dilihat dari segi character di Bank X Syariah Kota Cimahi masih kurangnya tenaga PMM yang berpengalaman. Pada segi capacity tidak terlalu memperhatikan pendekatan manajerial dan teknis. Pada segi capital memperbolehkan modal awal tidak dalam bentuk uang atau bentuk ril. Sedangkan pada segi collateral ditahun pertama (2010) pelaksanaan pembiayaan mikro pihak Bank X Syariah Kota Cimahi memperbolehkan pembiayaan mikro tanpa agunan. Dan yang terakhir dilihat dari segi condition of economy penilaian, pertimbangan dan pengaturan condition of economy diserahkan kepada pusat. Penerapan perinsip kehati-hatian 5C di Bank X Syariah Kota Cimahi yang dilakukan dari tahun 2010 hingga tahun 2013 masih memiliki kekurangan sehingga berdampak pada angka NPF yang mengalami peningkatan setiap tahunnya. Angka NPF tahun 2011 sebesar 9,24%, NPF tahun 2012 sebesar 24,10%, hingga Mei 2013 NPF masih tercatat sebesar 28,93%, jauh dari titik aman NPF yaitu 5%. Angka NPF pada bulan Juni 2013 mengalami penurunan menjadi 17,29%, dan bulan Juli sebesar 14,03%. Penurunan angka NPF tersebut terjadi karena adanya perbaikan terhadap penerapan perinsip 5C terutama dari segi character dimana seiring berjalannya waktu pengalaman dari tenaga PMM terus bertambah. Dan dari segi collateral dimana pembiayaan mikro tanpa agunan tidak diperbolehkan;---microfinance carried by Bank X Sharia Cimahi and how the prudential principle can minimize problematic financing. This study uses a qualitative method with a case study approach conducted at Bank X Sharia Cimahi. The data used are primary data, obtained by conducting interviews with informants selected purposively. Also secondary data obtained from company documents that can be published. The data credibility testing technique used is source triangulation and technical triangulation. The application of the prudential principle on microfinance at Bank X Sharia Cimahi has been carried out based on the Law of the Republic of Indonesia Number 21 of 2008 concerning Islamic banking. By using 5C principles, namely character, capacity, capital, collateral and condition of economy in its implementation. In terms of character in Bank X Sharia Cimahi there is still a lack of experienced PMM personnel. In the capacity aspect it does not pay too much attention to managerial and technical approaches. In terms of capital allows the initial capital not in the form of money or real form. While in terms of collateral in the first year (2010) of the implementation of microfinance, the Bank X Sharia Cimahi allowed microfinance without collateral. And the latter is seen in terms of the condition of economy of assessment, consideration and arrangement of a condition of economy submitted to the center. The application of the prudential principle 5C at Bank X Sharia Cimahi conducted from 2010 to 2013 still has shortcomings, which has an impact on the NPF rate which has increased every year. The NPF number in 2011 was 9.24%, NPF in 2012 was 24.10%, until May 2013 the NPF was still recorded at 28.93%, far from the safe point of NPF of 5%. The NPF rate in June 2013 decreased to 17.29%, and in July it was 14.03%. The decrease in the NPF number is due to improvements in the application of 5C principles, especially in terms of character, which over time the

Item Type: Tugas Akhir,Skripsi,Tesis,Disertasi (S1)
Additional Information: No. Panggil : S PEA HAS P-2014; Nama Pembimbing : I. Elis Mediawati; NIM : 0900899
Uncontrolled Keywords: prinsip kehati-hatian, pembiayaan mikro, Bank X Syariah Kota Cimahi
Subjects: H Social Sciences > HG Finance
H Social Sciences > HJ Public Finance
Divisions: Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis > Pendidikan Akuntansi
Depositing User: Ryan Taufiq Qurrohman
Date Deposited: 20 Jan 2020 07:14
Last Modified: 20 Jan 2020 07:14
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/44458

Actions (login required)

View Item View Item