MODEL AKULTURASI BUDAYA KELOMPOK AGAMA MINORITAS DALAM MENGHADAPI STIGMA SOSIAL : Studi Etnografi pada Anggota Komunitas yang Beragama Islam Syi’ah di Kabuyutan Gegerkalong

Sakinah Salma Zahirah, - (2019) MODEL AKULTURASI BUDAYA KELOMPOK AGAMA MINORITAS DALAM MENGHADAPI STIGMA SOSIAL : Studi Etnografi pada Anggota Komunitas yang Beragama Islam Syi’ah di Kabuyutan Gegerkalong. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img] Text
S_IKOM_1501444_Title.pdf

Download (1MB)
[img] Text
S_IKOM_1501444_Chapter1.pdf

Download (608kB)
[img] Text
S_IKOM_1501444_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (1MB)
[img] Text
S_IKOM_1501444_Chapter3.pdf

Download (558kB)
[img] Text
S_IKOM_1501444_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (5MB)
[img] Text
S_IKOM_1501444_Chapter5.pdf

Download (451kB)
[img] Text
S_IKOM_1501444_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (1MB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Komunikasi merupakan kunci dalam proses interaksi manusia. Komunikasi dapat menjadi jembatan untuk menjalin kesepahaman antar manusia, tetapi di sisi lain komunikasi dapat menggiring pada pertikaian dalam perbedaan dan menimbulkan stigma sosial di masyarakat. Stigma sosial dapat di latar belakangi oleh perbedaan identitas sosial berdasarkan ras, etnis, agama, dan suku bangsa. Perbedaan kuantitas antara kelompok mayoritas dan minoritas pun menjadi pemicu terjadinya stigma sosial di masyarakat. Islam Syi’ah merupakan salah satu kelompok agama minoritas di Indonesia yang dipandang negatif sehingga menimbulkan stigma sosial di masyarakat. Maka dari itu, seorang individu yang beragama Islam Syi’ah tidak jarang mengalami stigma sosial dan sulit diterima oleh masyarakat. Kabuyutan Gegerkalong merupakan kelompok masyarakat adat dari berbagai agama yang di dalamnya terdapat sekelompok orang yang beragama Islam Syi’ah. Penelitian ini berfokus pada strategi akulturasi budaya yang dilakukan oleh anggota Kabuyutan Gegerkalong yang beragama Islam Syi’ah dalam menghadapi stigma sosial sehingga dapat diterima oleh masyarakat. Pendekatan yang digunakan oleh saya adalah kualitatif dengan metode etnografi, dalam pemilihan informan digunakan teknik purposive sampling. Informan utama dari penelitian ini adalah anggota Kabuyutan Gegerkalong yang beragama Islam Syi’ah, serta didukung oleh informan pendukung dari pemuka agama Islam Sunni, Hindu, Buddha dan Katholik juga perangkat pemerintah pada tingkat kelurahan dan rukun warga. Pokok pembahasan penelitian ini akan memaparkan stigma sosial yang dialami oleh anggota Kabuyutan Gegerkalong dari aspek perbedaan nilai basis agama dasar yang meliputi sistem kepercayaan, komunitas, mitos, ritual keagamaan, aturan etika, ekspresi material dan dimensi kesucian. Lalu, akan dilanjutkan dengan mengidentifikasi hasil yang diinginkan dan strategi komunikasi yang digunakan dengan orientasi komunikasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengalaman stigma dialami oleh anggota Kabuyutan Gegerkalong yang beragama Islam Syi’ah yang didasarkan atas perbedaan sistem kepercayaan, ritual keagamaan, ekspresi material dan dimensi kesucian. Adapun hasil yang diinginkan adalah asimilasi dan akomodasi, untuk mencapai hasil ini anggota Kabuyutan Gegerkalong melakukan strategi komunikasi non-assertive assimilation, non-assertive accommodation, assertive accommodation, dan aggressive assimilation.----------Communication is a key in the process of human interaction. Communication can be a bridge to establish understanding between people, but on the other hand communication can lead to disputes in differences and cause social stigma in society. Social stigma can be motivated by differences in social identity based on race, ethnicity, religion, and ethnicity. The difference in quantity between the majority and minority groups also triggers social stigma in the community. Shiite Islam is one of the minority religious groups in Indonesia which is considered negative, causing social stigma in the community. Therefore, an individual who is a Shiite Muslim often experiences social stigma and is difficult to accept by the public. Kabuyutan Gegerkalong is a group of indigenous people from various religions in which there is a group of people who are Shia Muslims. This research focuses on the cultural acculturation strategy carried out by members of the Guyerkalong Kabuyutan who are Shiite Muslims in the face of social stigma so that it can be accepted by the community. The approach used by researchers is qualitative ethnographic methods, in the selection of informants used purposive sampling techniques. The main informants of this research are members of the Gegerkalong Kabuyutan who are Shiite Muslims, and are supported by supporting informants from Sunni, Hindu, Buddhist and Catholic religious leaders as well as government officials at the village and community level. The subject of this research will explain the social stigma experienced by members of the Gegerkalong Kabuyutan from aspects of differences in basic religious base values which include belief systems, communities, myths, religious rituals, ethical rules, material expressions and dimensions of holiness. Then, it will proceed with identifying the desired results and the communication strategy used with the communication orientation. The results of this study indicate that the experience of stigma is experienced by members of the Gegerkalong Kabuyutan who are Shiite Muslims who are based on differences in belief systems, religious rituals, material expressions and dimensions of holiness. The desired results are assimilation and accommodation, to achieve this result the members of Kabuyutan Gegerkalong carry out non-assertive assimilation, non-assertive accommodation, assertive accommodation, and aggressive assimilation communication strategies.

Item Type: Tugas Akhir,Skripsi,Tesis,Disertasi (S1)
Uncontrolled Keywords: Strategi komunikasi, akulturasi budaya, stigma sosial, teori ko-kultural, kelompok agama minoritas, Kabuyutan Gegerkalong.
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial > Ilmu Komunikasi
Depositing User: Sakinah Salma Zahirah
Date Deposited: 30 Jul 2020 05:42
Last Modified: 30 Jul 2020 05:42
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/44103

Actions (login required)

View Item View Item