KOMUNIKASI SIMBOLIK FASHION DALAM PEMBENTUKAN IDENTITAS HOMOSEKSUAL: Studi Deskriptif Kualitatif Pada Pria Gay Feminim di Kota Bandung

Eka Rizky Hatiningrum, - (2018) KOMUNIKASI SIMBOLIK FASHION DALAM PEMBENTUKAN IDENTITAS HOMOSEKSUAL: Studi Deskriptif Kualitatif Pada Pria Gay Feminim di Kota Bandung. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img] Text
S_IKOM_1406076_Title.pdf

Download (64kB)
[img] Text
S_IKOM_1406076_Table_of_Content.pdf

Download (103kB)
[img] Text
S_IKOM_1406076_Abstract.pdf

Download (74kB)
[img] Text
S_IKOM_1406076_Chapter1.pdf

Download (188kB)
[img] Text
S_IKOM_1406076_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (459kB)
[img] Text
S_IKOM_1406076_Chapter3.pdf

Download (134kB)
[img] Text
S_IKOM_1406076_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (627kB)
[img] Text
S_IKOM_1406076_Chapter5.pdf

Download (77kB)
[img] Text
S_IKOM_1406076_Bibliography.pdf

Download (165kB)
[img] Text
S_IKOM_1406076_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (1MB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana komunikasi simbolik fashion dalam pembentukan identitas homoseksual. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam, studi lapangan observasi partisipasi, studi dokumentasi, dan studi literatur. Informan utama dalam penelitian ini adalah 5 pria gay feminim yang berdomisili di kota Bandung dengan teknik snowball sampling. Dalam penelitian komunikasi simbolik fashion dalam pembentukan identitas homoseksual, peneliti menemukan bahwa pria gay dalam memaknai fashion sebagai komunikasi identitas dan ekspresi diri masing-masing. Mereka mengekspresikan diri melalui fashion menyesuaikan dengan tempat dan lingkungan yang tentunya dapat menerima mereka. Fashion bagi mereka terdapat kaitannya dengan gaya yang dianut oleh mereka seperti gaya androgini. Mayoritas pria gay sudah percaya diri dengan fashion yang digunakan seperti penggunaan gaya busana yang nyentrik mencolok dan mereka ingin terlihat tampil beda ketimbang pria heteroseksual serta ingin menjadi pusat perhatian di lingkungan sekitar. Coming out adalah tahap dimana diri nya sudah menyadari identitas sebagai gay dan mengungkapkan identitas seksual kepada orang-orang terdekat. Hal tersebut dipengaruhi adanya penerimaan dari lingkungan terdekat dan tidak adanya tindakan lebih dari keluarga khususnya orang tua. Meski begitu mereka sadar bahwa tindakan tersebut dilarang dalam agama, dengan perlahan-lahan akan mengubah penampilan seperti pria normal pada umumnya, kembali ke jalan yang benar dan menikah dengan perempuan. ..... This research was conducted to find out how the communication of symbolic fashion in the formation of homosexual identity. In this study, researchers used a qualitative approach with descriptive study method. Data collection methods used in this study are in-depth interviews, participatory observation field studies, documentation studies, and literature studies. The main informants in this study were 5 gay feminine who live in the city of Bandung with snowball sampling technique. In the study of symbolic fashion communication in the formation of homosexual identity, researchers found that gay men in the sense of fashion as a communication identity and self expression respectively. They express themselves through fashion adapting to places and environments that can certainly accept them. Fashion for them has to do with the style adopted by them like androgyny style. The majority of gay men have confidence in the fashion that is used such as the use of a striking fashion clothing and they want to look different than heterosexual men and want to be the center of attention in the neighborhood. Coming out is a stage where her self is already aware of her identity as gay and reveals her sexual identity to the people closest to her. It is influenced by the acceptance of the nearest environment and the absence of more action from the family, especially the parents. Yet they are aware that such action is forbidden in religion, will gradually change the appearance of a heterosexual man, returning to the right path and marrying a woman.

Item Type: Tugas Akhir,Skripsi,Tesis,Disertasi (S1)
Additional Information: No. Panggil : S IKOM EKA k-2018; Pembimbing I. Deni Darmawan, II. Eki Baihaki; NIM : 1406076
Uncontrolled Keywords: Komunikasi Simbol, Fashion, Kualitatif, Identitas Homoseksual, Konsep Diri, Makna, Symbolic Communication, Fashion, Qualitative, Homosexual Identity, Self Concept, Meaning
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
H Social Sciences > HE Transportation and Communications
H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman
Divisions: Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial > Ilmu Komunikasi
Depositing User: Mr Tatang Saja
Date Deposited: 02 Dec 2019 04:50
Last Modified: 02 Dec 2019 04:50
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/43694

Actions (login required)

View Item View Item