PENGARUH PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN TERHADAP TINGKAT BAHAYA EROSI DI DAS CERUCUK PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

Muetia Dwi Julianti, - (2019) PENGARUH PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN TERHADAP TINGKAT BAHAYA EROSI DI DAS CERUCUK PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG. D3 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img] Text
TA_PIG_1606940_Title.pdf

Download (5MB)
[img] Text
TA_PIG_1606940_Chapter1.pdf

Download (413kB)
[img] Text
TA_PIG_1606940_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (524kB)
[img] Text
TA_PIG_1606940_Chapter3.pdf

Download (2MB)
[img] Text
TA_PIG_1606940_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (7MB)
[img] Text
TA_PIG_1606940_Chapter5.pdf

Download (209kB)
[img] Text
TA_PIG_1606940_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (1MB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Penelitian ini didasari oleh semakin pesatnya perubahan penggunaan lahan yang berpengaruh terhadap semakin berkurangnya kawasan hutan dan semakin meningkatnya area terbangun, perkebunan dan pertambangan di Kepuluan Bangka Belitung, khusunya yang menjadi wilayah kajian, yaitu DAS Cerucuk. Das Cerucuk merupakan salah satu DAS yang berada di wilayah Kabupaten Belitung dan Kabupaten Belitung Timur, yang sebagian besar wilayahnya berada di Kabupaten Belitung, dengan luas 55177,19 Ha. Tujuan dari penelitian ini untuk : 1) Mengetahui bagaimana perubahan penggunaan lahan Das Cerucuk, 2) Mengetahui pengaruh dari perubahan penggunaan lahan terhadap TBE di Daerah Aliran Sungai Cerucuk. Penelitian ini menggunakan metode overlay dan klasifikasi unsupervised, untuk teknik analisis menggunakan metode kualitatif, deskriptif, dan survai lapangan. Hasil penelitian menunjukan pada kurun waktu 18 tahun (2001-2019), terjadi perbuahan lahan secara signifikan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tingkat perubahan penggunaan lahan tertinggi di DAS Cerucuk adalah penggunaan lahan hutan sebesar 45.77% tahun 2001, 27.07% tahun 2009, 17.95% tahun 2019. Perubahan penggunaan lahan lainnya yaitu, area terbangun, perkebunan, dan pertambangan. Sedangkan yang terendah adalah perubahan penggunaan lahan hutan mangrove sebesar 0.23% tahun 2001, 0.14% tahun 2009, 0.15% tahun 2019. DAS Cerucuk menghasilkan tingkat bahaya erosi bervariasi pada tahun 2006 luas wilayah tbe tertinggi yaitu, tbe sangat ringan 55.39% dan terendah, yaitu tbe sangat berat 0.46%. Pada tahun 2012 luas wilayah tbe tertinggi, yaitu tbe sangat ringan 67.59% dan tbe terendah, yaitu sangat berat 0.57%. Dapat disimpulkan tingkat bahaya erosi yang menjadi perhatian peneliti, yaitu tbe berat dan sangat berat, dimana terjadi peningkatan luasan bahaya erosi dari tahun 2006 hingga 2012, yang disebabkan oleh perubahan penggunaan lahan, sehingga memerlukan tindakan konservasi. Kata Kunci : DAS, Perubahan Penggunaan Lahan, Tingkat Bahaya Erosi ABSTRACT This research is based on the rapid change of land use that has an effect on the diminishing of forest areas and increasing the awakened area, plantation and mining in Bangka Belitung Island, especially the The area of study, namely DAS Cerucuk. Das Cerucuk is one of the WATERSHED in Belitung and East Belitung Regency, most of them in Belitung Regency, with an area of 55177.19 Ha. The purpose of this study is to: 1) Knowing how to change the land use of Das piling, 2) knowing the effect of land use change against tbe in the Cerucuk River basin. This research uses the overlay method and classification of unsupervised, for analytical techniques using qualitative, descriptive, and field survey methods. The results of the study showed that in the period of 18 years (2001-2019), there were significant land deeds. The results of this study showed that the highest land use change rate in DAS Cerucuk was the use of forest land of 45.77% in 2001, 27.07% in 2009, 17.95% in 2019. Other land use changes include awakened, plantation and mining areas. While the lowest is the change of mangrove forest land use of 0.23% year 2001, 0.14% in 2009, 0.15% year 2019. DAS CERUCUK produces varying levels of erosion perils in the year 2006 area of the highest tbe region, namely, very mild tbe 55.39% and the lowest, ie very heavy tbe 0.46%. In the year 2012 the highest TBE area, namely the very light tbe 67.59% and the lowest tbe, that is very heavy 5.57%. It can be concluded that the level of erosion hazard is the concern of researchers, namely heavy and very heavy tbe, which occurs increased erosion hazard from 2006 to 2012, caused by change in land use, so it requires action Conservation. Keywords: DAS, Land Use Change, Danger Level Erosion

Item Type: Tugas Akhir,Skripsi,Tesis,Disertasi (D3)
Uncontrolled Keywords: DAS, Perubahan Penggunaan Lahan, Tingkat Bahaya Erosi
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General)
G Geography. Anthropology. Recreation > GB Physical geography
L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial > Program Studi Survey Pemetaan dan Informasi Geografi D-3
Depositing User: Muetia Dwi Julianti
Date Deposited: 03 Jun 2020 03:10
Last Modified: 03 Jun 2020 03:10
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/43600

Actions (login required)

View Item View Item