PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN ILMU BAHAN BANGUNAN

Donny, Fredikus (2013) PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN ILMU BAHAN BANGUNAN. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
S_TA_0809488_Title.pdf

Download (351kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_TA_0809488_Abstract.pdf

Download (107kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_TA_0809488_Table_Of_Content.pdf

Download (129kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_TA_0809488_Chapter1.pdf

Download (262kB) | Preview
[img] Text
S_TA_0809488_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (350kB)
[img]
Preview
Text
S_TA_0809488_Chapter3.pdf

Download (394kB) | Preview
[img] Text
S_TA_0809488_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (905kB)
[img]
Preview
Text
S_TA_0809488_Chapter5.pdf

Download (105kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_TA_0809488_Bibliography.pdf

Download (185kB) | Preview
[img] Text
S_TA_0809488_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (500kB)

Abstract

Proses pembelajaran yang ada di SMK Negeri 2 Garut memiliki beberapa permasalahan diantaranya adalah kurangnya interaksi antara guru dengan siswa maupun siswa dengan siswa, kurangnya keaktifan siswa, dan proses pembelajaran yang monoton. Melihat permasalahan tersebut maka dilaksanakan penelitian yang tujuannya adalah untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan antara model pembelajaran kooperatif tipe group investigation dengan metode pembelajaran ceramah dalam proses pembelajaran, yang dilihat dari peningkatan hasil belajar siswa yang dianalisis berdasarkan nilai N-Gain. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode ekperimen semu (quasi experimental design) dengan desain nonequivalent control group design. Eksperimen dilakukan pada siswa-siswi kelas X (X TGB-1 dan X TGB-2) di SMK Negeri 2 Garut pada mata pelajaran Ilmu Bahan Bangunan untuk cakupan materi memahami bahan bangunan batuan dan beton. Masing-masing terdiri dari kelompok kontrol (metode ceramah), dan kelompok eksperimen (metode group investigation) dengan jumlah masing-masing siswa yaitu 26 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation lebih tinggi dibandingkan dengan hasil belajar siswa yang menggunakan metode pembelajaran ceramah. Hal ini dapat dilihat dari perolehan nilai rata-rata N-Gain, yaitu untuk kelas kontrol diperoleh rata-rata nilai N-Gain = 0,47, sedangkan untuk kelas eksperimen diperoleh rata-rata nilai N-Gain = 0,68. Berdasarkan dari hasil nilai N-Gain dan dengan hasil uji hipotesis dengan rumus uji-t yang menyatakan bahwa thitung > ttabel, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara penerapan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation dengan penerapan metode ceramah The learning process in SMK Negeri 2 Garut has some problems such as the lack of interaction between teachers and students and students and students, the lack of involvement of the student, and the learning process in a monotone. Based on those problems then conducted research goal is to determine whether there is a difference between the cooperative learning model group investigation type and discourse learning method the learning process, seen from improvement student learning achievements were analyzed based on the value of N-Gain. The research method used in this study was quasi experimental method (quasi experimental design) for design nonequivalent control group design. Experiments was conducted at the tenth grade (X TGB-1 and X TGB-2) at SMK Negeri 2 Garut on the subject of Building Materials Science for sub-subject stone materials and concrete materials. Each consists of a control class (discourse learning method) and the experimental class (group investigation method) by the samples is 26. The results showed that the students learning achievement that used cooperative learning model group investigation type is higher than the students learning achievement that used discourse learning method. It can be seen from the acquisition value of the average N-Gain, which is to control the class obtained an average value of N-Gain = 0.47, while for the experimental class earned an average value of N-Gain = 0.68. Based on the results of N-Gain value and the results of hypothesis testing with the t-test formula stating that thitung > ttabel, it can be concluded that there are significant differences between the implementation of cooperative learning model group investigation type and the implementation discourse learning method.

Item Type: Skripsi,Tesis,Disertasi (S1)
Subjects: Universitas Pendidikan Indonesia > Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan > Jurusan Pendidikan Teknik Arsitektur > Program Studi Pendidikan Teknik Arsitektur
Divisions: Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan > Jurusan Pendidikan Teknik Arsitektur > Program Studi Pendidikan Teknik Arsitektur
Depositing User: DAM STAF Editor
Date Deposited: 20 Dec 2013 03:59
Last Modified: 20 Dec 2013 03:59
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/4343

Actions (login required)

View Item View Item