FAKTOR SOSIAL PENYEBAB MANTAN NARAPIDANA MENJADI REISIDIVIS (Studi Kasus Narapdiana Residivis di Lapas Kelas II B Kabupatan Garut)

Firman Arief Permana, - (2019) FAKTOR SOSIAL PENYEBAB MANTAN NARAPIDANA MENJADI REISIDIVIS (Studi Kasus Narapdiana Residivis di Lapas Kelas II B Kabupatan Garut). S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img] Text
S_SOS_1504092_Title.pdf

Download (466kB)
[img] Text
S_SOS_1504092_Chapter1.pdf

Download (171kB)
[img] Text
S_SOS_1504092_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (230kB)
[img] Text
S_SOS_1504092_Chapter3.pdf

Download (229kB)
[img] Text
S_SOS_1504092_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (559kB)
[img] Text
S_SOS_1504092_Chapter5.pdf

Download (97kB)
[img] Text
S_SOS_1504092_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (2MB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Kehidupan keras yang dialami seseorang dalam kehidupan bermasyarakat tidak jarang menimbulkan tindakan – tindakan yang tidak sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku di masyarakat. Sejalan dengan hal itu, mereka yang malakukan tindakan menyimpang tersebut diberi sanksi oleh masyarakat berupa labeling negatif sebagai pelaku kriminal yang perlu dijauhi dan diasingkan. Disisi lain, para pelaku tindak kriminal yang diberi pembinaan di dalam Lembaga Pemasyarakatan tidak serta merta berubah dan dapat diterima di masyarakat karena faktor labeling yang sudah melekat pada diri si pelaku, hal tersebut menjadi salah satu faktor seseorang yang telah keluar dari lembaga permasyarakatan kembali menjadi pelaku tindakan serupa atau dikenal sebagai residifis. Berdasar dari latar belakang tersebut penelitian ini berusaha mencari apa faktor penyebab mantan pelaku kriminal melakukan tindakan serupa, kemudian bagaiamana pola adaptasi mereka selama di dalam lapas, dan selanjutnya mencari alternatif solusi untuk memecahkan permasalahan tersbeut. Dengan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus, penelitian ini menghasilkan; Pertama, bahwa residivis dilatar belakangi oleh tindakan ekonomi dan pergaulan yang berisi sosialisasi kebiasaan menyimpang. Kedua, residivis mengadaptasi pengulangan tindak pidana berdasarkan rasional dan emosional yang dipengaruhi oleh kondisi lingkungan dan dalam diri residivis itu sendiri. Ketiga, upaya yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan pembinaan keagamaan berbasis pesantren yang mendorong kepada perubahan diri dan upaya dari masyarakat yang mewadahi pembuktian perubahan dalam diri mantan narapidana. Diharapkan dapat berimplikasi kepada pihak Pembina Lembaga Pemasyarakatan, Narapidana, dan masyarakat terkait pembinaan dan sosialisasi yang diberikan di dalam lapas. Kata Kunci: Mantan Narapidana, Masyarakat, Lembaga Pemasyarakatan Hard life experienced by someone in community life often causes actions that are not in accordance with the values and norms that apply in society. In line with this, those who commit deviant acts are sanctioned by the community in the form of negative labeling as criminals who need to be shunned and exiled. On the other hand, the perpetrators of crimes given guidance in prisons do not necessarily change and can be accepted in the community because of the labeling factor that has been attached to the perpetrator, this is one of the factors someone who has come out of the prison again becomes the perpetrator similar action or known as residifis. Based on this background, this study seeks to find out what are the causes of former criminals taking similar actions, then how are their patterns of adaptation during prison, and then look for alternative solutions to solve the problem. With a qualitative approach and a case study method, this study succeeded in finding findings in the field in the first place, that recidivists were motivated by economic and social actions that contained socialization of deviant habits. Secondly, the recidivism adapts repetition based on rational and emotional crimes that are influenced by environmental conditions and within the recidivism itself. Third, the effort that can be made is to provide religious-based Islamic boarding schools that encourage self-change and efforts from the community that accommodate proof of change in former prisoners. It is hoped that it can have implications for the Trustees of Prisons, Prisoners and the public regarding the guidance and socialization provided in prisons.

Item Type: Tugas Akhir,Skripsi,Tesis,Disertasi (S1)
Uncontrolled Keywords: Mantan Narapidana, Masyarakat, Lembaga Pemasyarakatan.
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology
H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
Divisions: Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial > Sosiologi
Depositing User: Firman Arief Permana
Date Deposited: 03 May 2020 08:29
Last Modified: 03 May 2020 08:29
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/42408

Actions (login required)

View Item View Item