POLA ASUH ORANG TUA DALAM MENINGKATKAN RASA PERCAYA DIRI DAN KEMAMPUAN INTERAKSI SOSIAL ANAK TUNA RUNGU : Studi deskriptif di SLB Angkasa

Rio Adriandita, - (2018) POLA ASUH ORANG TUA DALAM MENINGKATKAN RASA PERCAYA DIRI DAN KEMAMPUAN INTERAKSI SOSIAL ANAK TUNA RUNGU : Studi deskriptif di SLB Angkasa. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img] Text
S_SOS_1403290_Title.pdf

Download (21kB)
[img] Text
S_SOS_1403290_Abstract.pdf

Download (461kB)
[img] Text
S_SOS_1403290_Table_of_Contents.pdf

Download (297kB)
[img] Text
S_SOS_1403290_Chapter1.pdf

Download (338kB)
[img] Text
S_SOS_1403290_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (512kB)
[img] Text
S_SOS_1403290_Chapter3.pdf

Download (467kB)
[img] Text
S_SOS_1403290_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (850kB)
[img] Text
S_SOS_1403290_Chapter5.pdf

Download (403kB)
[img] Text
S_SOS_1403290_Bibliography.pdf

Download (327kB)
[img] Text
S_SOS_1403290_Appendix1.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (292kB)
[img] Text
S_SOS_1403290_Appendix2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (322kB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Semua orang tua tentu ingin anaknya menjadi seorang yang percaya diri dan mampu berinteraksi dengan masyarakat bahkan bisa berguna bagi masyarakat, dan hal itu bisa terwujud apabila pola asuh yang diterapkan orang tua sesuai dengan kondisi anaknya. Akan tetapi bagi orang tua yang memiliki anak tuna rungu untuk mewujudkan keinginan ini, mereka memiliki tantangan tersendiri karena pola asuh yang mereka terapkan harus disesuaikan dengan kondisi anaknya yang tidak bisa mendengar, ketunarunguan bisa saja membuat seorang anak menjadi pribadi yang tidak percaya diri dan enggan berinteraksi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi keluarga; pola asuh orang tua agar anak tuna rungu percaya diri dan mampu berinteraksi sosial; hambatan dalam mengasuh anak tuna rungu; pola interaksi anak tuna rungu. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan studi deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara mendalam,dan studi dokumentasi. Informan yaitu orang tua, guru, dan masyarakat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi keluarga secara fisik, mental, dan sosial dalam keadaan sehat. Pola asuh yang ditrerapkan yaitu demokratis. Hambatan orang tua dalam mengasuh anaknya yaitu dari faktor internal dan eksternal. Interaksi sosial anak tuna rungu sama seperti anak normal pada umumnya, mereka melakukan bentuk interaksi asosiatif dan disosiatif dan juga mendapatkan faktor pendorong interaksi, perbedaannya hanya cara berkomunikasi mereka dengan orang yang normal, mereka menggabungkan bahasa verbal dengan gerak tubuh, sedangkan untuk berkomunikasi dengan sesama tuna rungu mereka menggunakan bahasa isyarat.;--Parents would want their children to be confident, can interact with the community, and be useful for the community, it can be true if the parenting patterns of parents in accordance with the condition of their children. But for the parents who have deaf children they have their own challenges to make this wish comes true, because their parenting patterns must be adjusted to the condition of their children who can’t hear, that condition can make the children become a person who not have self confident and dont want to do social interaction. This research aims to determine the condition of the family; parrenting patterns of parents for make deaf children be confident and can do social interaction; kind of obstacle for parents; how deaf children do social interaction. This research is qualitative research and use descriptive study. The data was collected by observation, interview, and documentation study. The informants are parents, teachers, and communities. The results are indicate that the condition of families based on physically, mentally, and socially are healthy. Parenting patterns that used by parents is democratic parenting patterns. The obstacles are from internal and external factors. The way deaf children interact is same with normal children, they did associative and dissociative interaction and they got driving factors of interaction too. The thing that make deaf children and normal children different is how deaf children did communication, they combine verbal language with gestures, but if they communicate with fellow deaf children they will use a sign language.

Item Type: Tugas Akhir,Skripsi,Tesis,Disertasi (S1)
Additional Information: No. Panggil : S SOS RIO p-2018; Pembimbing : I. Achmad Hufad, II. Yadi Achdiani; NIM : 1403290.
Uncontrolled Keywords: anak tuna rungu, interaksi sosial, percaya diri, pola asuh, confident, deaf children, parenting, social interaction.
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology
Divisions: Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial > Sosiologi
Depositing User: Cintami Purnama Rimba
Date Deposited: 20 Sep 2019 08:41
Last Modified: 20 Sep 2019 08:41
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/42103

Actions (login required)

View Item View Item