INTERNALISASI NILAI-NILAI SOSIAL BUDAYA TRADISI UPACARA MEMAYU BUYUT TRUSMI: Studi Kasus pada Keluarga di Desa Trusmi Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon

Retno Nur Faizah, - (2018) INTERNALISASI NILAI-NILAI SOSIAL BUDAYA TRADISI UPACARA MEMAYU BUYUT TRUSMI: Studi Kasus pada Keluarga di Desa Trusmi Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img] Text
S_SOS_1400684_Title.pdf

Download (659kB)
[img] Text
S_SOS_1400684_Table_of_Content.pdf

Download (118kB)
[img] Text
S_SOS_1400684_Abstract.pdf

Download (112kB)
[img] Text
S_SOS_1400684_Chapter1.pdf

Download (137kB)
[img] Text
S_SOS_1400684_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (308kB)
[img] Text
S_SOS_1400684_Chapter3.pdf

Download (160kB)
[img] Text
S_SOS_1400684_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (634kB)
[img] Text
S_SOS_1400684_Chapter5.pdf

Download (119kB)
[img] Text
S_SOS_1400684_Bibliography.pdf

Download (87kB)
[img] Text
S_SOS_1400684_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (84kB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Tradisi masih memegang peranan penting dalam kehidupan di masyarakat dan dapat mempengaruhi dalam kehidupan sosialnya. Salah satunya tradisi Memayu diyakini banyak sekali menyimpan nilai sejarah, kearifan lokal serta nilai-nilai luhur budaya yang sangat menarik untuk dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pewarisan tradisi Memayu serta bagaimana proses internalisasi nilai-nilai sosial budaya yang terdapat dalam tradisi upacara Memayu yang dilakukan dilingkungan keluarga. Desain penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Hasil dalam penelitian ini menunjukan bahwa : (1) Memayu dilaksanakan selama dua hari. Hari pertama selalu dimulai dengan perayaan tradisi seperti arak-arakan kirab budaya Pelaksanaan Memayu dimulai pada hari kedua setelah arak-arakan kirab budaya. (2) Nilai–nilai sosial dan budaya yang terdapat dalam upacara Memayu memiliki manfaat yang terkandung. Diantara nilai-nilai yang terdapat didalamnya silaturrahmi, nilai kebersamaan, gotong royong, dan nilai syukur. Nilai-nilai tersebut yang dijadikan suatu pedoman hidup bermasyarakat dalam kehidupan sehari-hari. (3) Proses internalisasi nilai-nilai sosial budaya oleh kelompok keluarga umumnya diterapkan sejak kecil, orang orang tua mengajak anaknya untuk menonton pelaksanaan tradisi Memayu setiap tahun serta menerapkan nilai sosial budaya sebagai pembiasaan di lingkungan keluarga maupun masyarakat. (4) Beberapa kendala yang dihadapi oleh orang tua dan anak yakni, akibat latar belakang pekerjaan orang tua, kurangnya waktu berinteraksi dengan keluarga, dan kepedulian orang tua dalam mewariskan tradisi Memayu terhadap anak. .... Tradition still plays important role in life in society that can affect its social life. One of the reasons is Memayu tradition that believed have a lot of historical value, local wisdom and cultural values that are very interesting to study. This study aims to find out how the inheritance of Memayu tradition and how the process of internalization of socio-cultural values contained in the Memayu ceremony tradition carried out in the family environment. The research design used qualitative approach with case study method. Data collection techniques are carried out through observation, in-depth interviews and documentation studies. The results in this study indicate that: (1) Memayu held for two days. The first day always begins with a celebration of traditions like procession of carnival culture Memayu Implementation began on the second day after the procession of carnival culture. (2) Social values and culture contained in Memayu ceremony has benefits contained. Among the values contained therein silaturrahmi, common values, mutual cooperation, and the value of gratitude. Those values are used as a guideline live in a society in everyday life. (3) The internalization process of socio-cultural values of the family group is generally applied from childhood, the old man took his son to watch the execution of Memayu tradition every year and implement social and cultural values as habituation in the family and society. (4) Some of the obstacles faced by parents and children namely, due to the background of the work of parents, lack of time to interact with the family, and caring parents in a pass down the tradition Memayu against children.

Item Type: Tugas Akhir,Skripsi,Tesis,Disertasi (S1)
Additional Information: No. Panggil : S SOS RET i-2018; Pembimbing I. Wilodati, II. Mirna Nur Alia A.; NIM : 1400684
Uncontrolled Keywords: internalisasi, nilai-nilai sosial budaya, tradisi Memayu, internalization, socio-cultural values, Memayu tradition
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
H Social Sciences > HM Sociology
H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare
Divisions: Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial > Sosiologi
Depositing User: Mr Tatang Saja
Date Deposited: 19 Sep 2019 06:23
Last Modified: 19 Sep 2019 06:23
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/41886

Actions (login required)

View Item View Item