KECERAHAN LANGIT MALAM ARAH ZENIT DI OBSERVATORIUM BOSSCHA DAN ANALISIS AWAL WAKTU SHUBUH DAN ISYA MENGGUNAKAN SKY QUALITY METER

Al Faruq, Ahmad Ridwan (2013) KECERAHAN LANGIT MALAM ARAH ZENIT DI OBSERVATORIUM BOSSCHA DAN ANALISIS AWAL WAKTU SHUBUH DAN ISYA MENGGUNAKAN SKY QUALITY METER. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
S_FIS_0608958_Title.pdf

Download (242kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_FIS_0608958_Abstract.pdf

Download (144kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_FIS_0608958_Table of Content.pdf

Download (144kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_FIS_0608958_Chapter1.pdf

Download (235kB) | Preview
[img] Text
S_FIS_0608958_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (565kB)
[img]
Preview
Text
S_FIS_0608958_Chapter3.pdf

Download (875kB) | Preview
[img] Text
S_FIS_0608958_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (576kB)
[img]
Preview
Text
S_FIS_0608958_Chapter5.pdf

Download (146kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_FIS_0608958_Bibliography.pdf

Download (276kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya studi kecerahan langit, terutama untuk mengetahui awal waktu Shubuh dan Isya bagi umat Muslim serta mengetahui kecerahan langit malam terbaik di langit Observatorium Bosscha menggunakan Sky Quality Meter (SQM). Alat SQM ini memiliki pembacaan yang langsung terkoneksi dengan komputer dengan satuan kecerahan langit magnitudo per satuan detik busur kuadrat (mag/arc sec²). Kondisi langit malam yang gelap adalah suatu keharusan bagi sebuah observatorium, karena sangat penting dalam kegiatan-kegiatan observasi. Langit malam yang kotor akibat polusi cahaya akan menyebabkan sulitnya alat optik untuk menangkap cahaya dari objek yang diteliti. Kecerahan langit malam dihasilkan oleh beberapa faktor diantaranya cahaya kota, air-glow, integrated starlight dan zodiacal light. Kecerahan Langit terbaik di Observatorium Bosscha diperoleh nilai 20,38 mag/arc sec² pada arah z = 00 dengan menggunakan metode studi observasi monitoring selama bulan September-Oktober 2012. Hasil penelitian pada SQM yang mengarah pada sudut z = 45° ke Timur dan sudut z = 45° ke Barat mendapatkan nilai untuk awal waktu salat Shubuh dan Isya untuk daerah Bandung ketika Matahari pada posisi -15º dan -14º pada musim basah dan -16° dan -15° untuk musim kering. Hasil ini berbeda dengan acuan yang dipakai oleh Kementerian Agama RI yang menetapkan -20º dan -18º untuk salat Shubuh dan Isya. Kata Kunci : Kecerahan Langit, Polusi Cahaya, Twilight, Waktu Shalat Shubuh dan Isya

Item Type: Skripsi Tesis Atau Disertasi (S1)
Subjects: Universitas Pendidikan Indonesia > Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Jurusan Pendidikan Fisika > Program Studi Fisika (non kependidikan)
Divisions: Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Jurusan Pendidikan Fisika > Program Studi Fisika (non kependidikan)
Depositing User: DAM STAF Editor
Date Deposited: 16 Dec 2013 03:33
Last Modified: 16 Dec 2013 03:33
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/4167

Actions (login required)

View Item View Item