PERBANDINGAN CIRI AKUSTIK BAHASA INDONESIA, BAHASA MAKASSAR, BAHASA KONJO : Kajian Linguistik Komparatif

Clara Claudia Puti Andini, - (2019) PERBANDINGAN CIRI AKUSTIK BAHASA INDONESIA, BAHASA MAKASSAR, BAHASA KONJO : Kajian Linguistik Komparatif. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img] Text
S_BSI_1503808_Title.pdf

Download (1MB)
[img] Text
S_BSI_1503808_Chapter1.pdf

Download (387kB)
[img] Text
S_BSI_1503808_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (665kB)
[img] Text
S_BSI_1503808_Chapter3.pdf

Download (320kB)
[img] Text
S_BSI_1503808_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (30MB)
[img] Text
S_BSI_1503808_Chapter5.pdf

Download (408kB)
[img] Text
S_BSI_1503808_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (52MB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Bahasa Konjo (BK) yang digunakan di daerah Sinjai pegunungan merupakan salah satu bahasa daerah di Indonesia yang sudah jarang digunakan oleh penuturnya. Sebagian masyarakat lebih memilih menggunakan bahasa Makassar (BM) dan juga menggunakan bahasa Indonesia (BI) karena menurut penutur aslinya BM dan BI lebih memudahkan mereka berkomunikasi dengan orang luar daerah Sinjai pegunungan. Pengklasifikasian bahasa menurut Dyen (dalam Keraf, 1996) BI, BM, dan BK merupakan bahasa yang terdapat pada rumpun yang sama yaitu rumpun Austronesia, sub-rumpun Melayu Polinesia, termasuk ke dalam bahasa Indonesia Barat (Hesperonesia). Menurut sejarahnya, pada abad ke-16 BK lebih dahulu digunakan di Kerajaan Kajang dibandingkan BM, BM mulai muncul dan digunakan ketika adanya kerajaan baru yang masih berkerabat dengan kerajaan Kajang. Terdapat kesamaan, kemiripan, dan perbedaan pada BI, BM, dan BK. Penelitian ini akan menelusuri tingkat kekerabatan BI, BM, dan BK berdasarkan perhitungan leksikostatistik, serta membandingkan ciri akustik kosakata dasar berkategori sama (modifikasi Wiyanti, 2002) dari BI, BM, dan BK. Untuk itu dibuatlah rumusan masalah sebagai berikut: (1) Bagaimana tingkat kekerabatan bahasa Indonesia, bahasa Makassar, dan bahasa Konjo berdasarkan perhitungan leksikostatistik; (2) Bagaimana ciri akustik kosakata dasar (modifikasi Wiyanti, 2002) dari bahasa Indonesia, bahasa Makassar, dan bahasa Konjo; (3) Bagaimana perbandingan ciri akustik kosakata dasar berkategori sama (modifikasi Wiyanti, 2002) dari bahasa Indonesia, bahasa Makassar, dan bahasa Konjo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan metode komparatif. Sumber data dilakukan dengan pedoman observasi dan pedoman wawancara. Teori yang digunakan adalah teori korespondensi bunyi, teori leksikostatistik, teori fonetik akustik, dan menggunakan program Praat untuk menentukan ciri akustik kosakata dasar. Hasil dari penelitian ini adalah ditemukan tingkat pengelompokan rumpun austronesia antara BI-BM dan BI-BK, dengan hasil penghitungan leksikostatistik 19,71% untuk BI-BM dan 25% untuk BI-BK. BM-BK masuk ke dalam tingkat pengelompokan keluarga dengan hasil penghitungan leksikostatistik 61,53%. Ciri akustik BI, BM, dan BK rata-rata mengalami kenaikan pada suku kata kedua. Perbandingan ciri akustik berkategori sama antara BI-BM dan BI-BK mengalami kenaikan pada suku kata pertama dan mengalami penurunan pada suku kata kedua, sedangkan BM-BK mengalami penurunan pada suku kata pertama dan mengalami kenaikan pada suku kata kedua.;--The Konjo language (KL) that is used in the Sinjai mountain region is one of the regional languages in Indonesia that is rarely used by it’s speakers. Most people prefer to use the Makassar language (ML) and also use the Indonesian language (IL) because according to the original speakers ML and IL make it easier for them to communicate with people outside the mountain Sinjai area. Classification of language according to Dyen (in Keraf, 1996) IL, ML, and KL are the languages founs in the same family, namely the Austonesia family, Malay-Polynesia sub-categories, included in the West Indonesian language (Hesperonesia). Historically, in the 16th century KL was first used in the Kngdom of Kajang compared to ML, ML began to appear and be used when there was a new kingdom that was still related to the Kajang kingdom. There are similarities, recemblance, and distinction in IL, ML, and KL. This study will trace the level of cognate between IL, ML, and KL based on lexicostatistic calculations, and compare the acoustic characteristics of basic vocabulary with the same category (Wiyanti modification, 2002) from IL, ML, and KL. For this reason, the following problem formulations were made: (1) What is the level of cognate between IL, ML, and KL based on lexicostatistic calculations?; (2) What are the basic acoustic vocabulary characteristics (Wiyanti modification, 2002) of IL, ML, KL?; (3) How do the acoustic characteristics of basic vocabulary be compared to same category (Wiyanti modification, 2002) of IL, ML, and KL?. This research uses descriptive qualitative and comparative methods. Source of data is done by observation guideline and interview guidelines. The theory used is sound correspondence theory, lexicostatistic theory, acoustic pnonetic theory and using the praat program to determine the acoustic characteristics of basic vocabulary. The results of this study are found the level of austronesian stock between IL-ML and IL-KL, with the results of lexicostatistics calculation of 19.71% for IL-ML and 25% for IL-KL. ML-KL entered into the level of family grouping with the results of lexicostatistic calculation of 61.53%. the acoustic characteristics of IL, ML, and KL on average experience an increase in the second syllable. Comparison of acoustic characteristics in the same category between IL-ML and IL-KL has increased in the first syllable and descreased in the first syllable, while BM-BK has decreased in the first syllable and has an icrease in the second syllable.

Item Type: Tugas Akhir,Skripsi,Tesis,Disertasi (S1)
Uncontrolled Keywords: leksikostatistik, tingkat kekerabatan, ciri akustik, praat, lexicostatistics, cognate level, acoustic characteristics.
Subjects: L Education > L Education (General)
P Language and Literature > P Philology. Linguistics
Divisions: Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni > Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia > Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia (nonpendidikan)
Depositing User: Clara Claudia Puti Andini
Date Deposited: 04 Aug 2020 08:03
Last Modified: 07 Aug 2020 02:33
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/41571

Actions (login required)

View Item View Item