PENERAPAN METODE AHP-TOPSIS PADA DATA MONITORING DAN EVALUASI RENCANA KERJA SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH UNTUK MENENTUKAN PERINGKAT KINERJA (Studi Kasus Pemerintah Kota Cimahi)

Erwin Ginanjar Wirako, - (2017) PENERAPAN METODE AHP-TOPSIS PADA DATA MONITORING DAN EVALUASI RENCANA KERJA SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH UNTUK MENENTUKAN PERINGKAT KINERJA (Studi Kasus Pemerintah Kota Cimahi). S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img] Text
S_KOM_1002353_Title.pdf

Download (33kB)
[img] Text
S_KOM_1002353_Table_of_content.pdf

Download (144kB)
[img] Text
S_KOM_1002353_Abstract.pdf

Download (58kB)
[img] Text
S_KOM_1002353_Chapter1.pdf

Download (148kB)
[img] Text
S_KOM_1002353_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (503kB)
[img] Text
S_KOM_1002353_Chapter3.pdf

Download (151kB)
[img] Text
S_KOM_1002353_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (1MB)
[img] Text
S_KOM_1002353_Chapter5.pdf

Download (58kB)
[img] Text
S_KOM_1002353_Bibliography.pdf

Download (111kB)
[img] Text
S_KOM_1002353_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (270kB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Dalam hal perencanaan, monitoring dan evaluasi penting untuk dijadikan acuan agar dapat meningkatkan kualitas dan mencegah terjadinya kesalahan yang berulang. Bappeda Kota Cimahi melakukan monitoring dan evaluasi terhadap hasil rencana kerja SKPD. Permasalahan yang terjadi, dokumen-dokumen perencanaan belum terintegrasi dengan baik, yang menyebabkan monitoring dan evaluasi yang dilakukan tidak optimal karena perbedaan antara target yang direncanakan tidak sama dengan target yang dievaluasi. Selain itu, Hasil monitoring dan evaluasi terhadap rencana kerja SKPD belum dapat digunakan sebagai bahan dasar dalam penyusunan perencanaan pada lingkup dinas atau perangkat daerah karena monitoring dan evaluasi tidak melakukan analisis pendalaman dalam pelaksanaan kegiatan terutama mengenai kepentingan kegiatan yang dilaksanakan oleh SKPD. Sehingga diperlukan sistem hasil pengembangan dari monitoring dan evaluasi yang juga memperhatikan kepentingan kegiatan yang salah satu keluaranya adalah peringkat kinerja SKPD. Oleh karena itu, peneliti menyajikan kombinasi AHP dan TOPSIS sebagai metode penilaian sekaligus pernentuan peringkat kinerja SKPD. AHP dan TOPSIS digunakan dalam hal menyelesaikan permasalahan multi kriteria. AHP digunakan dalam menentukan vektor prioritas masing-masing kriteria penilaian, dan TOPSIS digunakan dalam menentukan peringkat kinerja SKPD sesuai dengan nilai yang diperoleh berdasarkan data monitoring dan evaluasi. Berdasarkan hasil penelitian, metode AHP berhasil menentukan vektor prioritas dalam kriteria-kriteria yang telah ditetapkan dengan hasil uji tingkat konsistensi yang menunjukan vektor prioritas telah konsisten. Selain itu, metode TOPSIS dalam menentukan peringkat kinerja mempunyai nilai presisi sebesar 80% berdasarkan hasil uji validitas dengan membandingkan dengan hasil perhitungan menurut Bappeda Kota Cimahi. Kata Kunci: AHP, TOPSIS, Peringkat Kinerja, Monitoring Evaluasi, SKPD In the case of planning, monitoring and evaluation is important to be used as a reference in order to improve quality and prevent the occurrence of repeated mistakes. Bappeda Kota Cimahi conducts monitoring and evaluation on the results of Local Government Department Work Plan. The problems that occur, the planning documents are not well integrated, which causes the monitoring and evaluation is not optimal because the difference between planned targets is not the same as the target being evaluated. In addition, the results of monitoring and evaluation of Local Government Department Work Plan can not be used as a basic material in the preparation of the planning on the scope of the service or regional apparatus because the monitoring and evaluation does not conduct in-depth analysis of the implementation of activities, especially on the level of importance of activities undertaken by Local government work unit. Therefore, So that required monitoring and evaluation system which also pay attention to importance of activity which one of its output is rank performance of Local government work unit. Therefore, the researchers present a combination of AHP and TOPSIS as a method of assessment as well as determination of Local government work unit performance ratings. AHP and TOPSIS are used in solving multi-criteria problems. AHP is used in determining the priority vectors of each assessment criterion, and TOPSIS is used to rank Local government work unit performance according to the value obtained based on monitoring and evaluation data. Based on the result of the research, AHP method succeeded in determining the priority vector in predetermined criteria with consistency level test result which showed the priority vector has been consistent. In addition, TOPSIS method in determining the performance rating has a precision value of 80% based on the validity test results by comparing with the calculation results according to Bappeda Kota Cimahi. Keywords: AHP, TOPSIS, Performance Rating, Evaluation Monitoring, Local government work unit

Item Type: Thesis (S1)
Additional Information: No. panggil: S KOM ERW p-2018; Pembimbing: I. Wahyudin, II. Novi Sofia Fitriasari; Nim: 1002353
Uncontrolled Keywords: AHP, TOPSIS, Peringkat Kinerja, Monitoring Evaluasi, SKPD
Subjects: L Education > L Education (General)
T Technology > T Technology (General)
Divisions: Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Program Studi Ilmu Komputer
Depositing User: Mrs. Santi Santika
Date Deposited: 02 Sep 2019 06:14
Last Modified: 02 Sep 2019 06:14
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/39228

Actions (login required)

View Item View Item