PENGARUH MORFOLOGI EKSPLAN MEGAGAMETOFIT DAN ZAT PENGATUR TUMBUH TERHADAP INDUKSI DAN PROLIFERASI EMBRIO SOMATIK Pinus merkusii Jung. & Devr. PADA MEDIUM DCR

Ima Nurfadilah, - (2019) PENGARUH MORFOLOGI EKSPLAN MEGAGAMETOFIT DAN ZAT PENGATUR TUMBUH TERHADAP INDUKSI DAN PROLIFERASI EMBRIO SOMATIK Pinus merkusii Jung. & Devr. PADA MEDIUM DCR. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img] Text
S_BIO_1507501_Title.pdf

Download (451kB)
[img] Text
S_BIO_1507501_Chapter1.pdf

Download (163kB)
[img] Text
S_BIO_1507501_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (600kB)
[img] Text
S_BIO_1507501_Chapter3.pdf

Download (570kB)
[img] Text
S_BIO_1507501_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (755kB)
[img] Text
S_BIO_1507501_Chapter5.pdf

Download (136kB)
[img] Text
S_BIO_1507501_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (372kB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

ABSTRAK Pinus (Pinus merkusii) merupakan tanaman konifer asli Indonesia yang berperan penting dalam penyelamatan hutan, tanah dan air khususnya kegiatan reboisasi dan penghijauan. Tingginya manfaat yang dihasilkan pinus membuat permintaan akan pinus meningkat setiap tahunnya. Embriogenesis somatik merupakan salah satu teknik in vitro yang dapat membantu konservasi tanaman konifer dengan penyediaan bibit dan perbanyakan genotip yang cepat. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan dan memperoleh persentase induksi dan proliferasi embrio somatik Pinus merkusii dengan menggunakan perbedaan karakter morfologi megagametofit Pinus merkusii dan perbedaan konsentrasi ZPT yang ditanam dalam medium DCR. Eksplan yang digunakan adalah megagametofit yang berwarna putih dan bening, sedangkan kombinasi ZPT yang digunakan yaitu 2,4-D 9 µM dan BAP 3 µM (DB93) serta 2,4-D 7 µM dan BAP 4 µM (DB74). Kultur dikultivasi selama 3 bulan dalam keadaan gelap. Persentase induksi embrio somatik yang didapatkan yaitu pada perlakuan DB93 Putih (2,5%), DB93 bening (7,5%), DB74 Putih (2,5%), dan DB74 Bening (3,3%) dan persentase proliferasi embrio somatik yang didapatkan yaitu pada perlakuan DB93 bening (0,83%) dan DB74 putih (1,67%), sedangkan pada perlakuan DB93 putih dan DB74 bening (0%). Besarnya persentase induksi dan proliferasi yang dihasilkan dipengaruhi oleh karakter eksplan dan konsentrasi ZPT yang digunakan. Persentase induksi embrio somatik tertinggi diperloleh dari eksplan berwarna bening pada konsentrasi ZPT DB93, dan persentase proliferasi embrio somatik tertinggi diperoleh dari eksplan berwarna putih pada konsentrasi ZPT DB74. Kata Kunci : Pinus merukusii, embriogenesis somatik, eksplan megagametofit, zat pengatur tumbuh (ZPT) ABSTRACT Pine (Pinus merkusii) is a native Indonesian conifer plant that plays an important role in saving forests, land and water, especially reforestation. The high benefits produced by pine make the demand for pine increase every year. Somatic embryogenesis is one of the in vitro techniques that can help to conserve conifer plants with the provision of seeds and genotypic propagation rapidly. This study aims to find and obtain the percentage of induction and proliferation of Pinus merkusii somatic embryos by using different morphological characters of megagametophyte Pinus merkusii and differences concentrations of PGR grown in DCR medium. The explants used were megagametophyte which were white and clear, while the combination of PGR used was 2,4-D 9 µM and BAP 3 µM (DB93) and 2,4-D 7 µM and BAP 4 µM (DB74). Megagametophyte cultures were cultivated for 3 months in dark conditions. The percentage of induction somatic embryo obtained was in the treatment of DB93 white (2.5%), DB93 clear (7.5%), DB74 white (2.5%), and DB74 clear (3.3%) and the percentage of proliferation somatic embryo obtained was at treatment DB93 clear (0.83%) and DB74 white (1.67%), while the DB93 white and DB74 clear (0%). The percentage of induction and proliferation produced is influenced by explant character and concentration of PGR used. The highest percentage of induction of somatic embryo was obtained from concentration of PGR DB93 clear, and the highest proliferation somatic embryo percentage was obtained from concentrations of PGR DB74 white. Keywords: Pinus merkusii, somatic embryogenesis, megagametophyte explants, plant growth regulator (PGR)

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: Pinus merukusii, embriogenesis somatik, eksplan megagametofit, zat pengatur tumbuh (ZPT)
Subjects: L Education > L Education (General)
Q Science > QH Natural history > QH301 Biology
Divisions: Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Jurusan Pendidikan Biologi > Program Studi Biologi (non kependidikan)
Depositing User: Ima Nurfadilah
Date Deposited: 09 Mar 2020 08:07
Last Modified: 09 Mar 2020 08:07
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/38939

Actions (login required)

View Item View Item