HUBUNGAN ANTARA KONFORMITAS TEMAN SEBAYA TERHADAP KENAKALAN REMAJA : Studi Korelasional pada Siswa Kelas XII SMA PGRI 2 Sindang Indramayu

Halimah, None (2013) HUBUNGAN ANTARA KONFORMITAS TEMAN SEBAYA TERHADAP KENAKALAN REMAJA : Studi Korelasional pada Siswa Kelas XII SMA PGRI 2 Sindang Indramayu. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
S_PSI_0806954_Title.pdf

Download (875kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_PSI_0806954_Abstract.pdf

Download (251kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_PSI_0806954_table_Of_Content.pdf

Download (275kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_PSI_0806954_Chapter1.pdf

Download (266kB) | Preview
[img] Text
S_PSI_0806954_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (379kB)
[img]
Preview
Text
S_PSI_0806954_Chapter3.pdf

Download (523kB) | Preview
[img] Text
S_PSI_0806954_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (580kB)
[img]
Preview
Text
S_PSI_0806954_Chapter5.pdf

Download (177kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_PSI_0806954_Bibliography.pdf

Download (256kB) | Preview
[img] Text
S_PSI_0806954_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui data empiris konformitas teman sebaya di SMA PGRI 2 Sindang Indramayu, untuk mengetahui data empiris kenakalan remaja di SMA PGRI 2 Sindang Indramayu, serta untuk mengetahui data empiris hubungan konformitas teman sebaya terhadap kenakalan remaja pada SMA PGRI 2 Sindang Indramayu. Penelitian ini menggunakan metode korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Peneliti melakukan teknik pengumpulan data dengan menyebarkan angket pada siswa kelas XII SMA PGRI 2 Sindang Indramayu. Sedangkan teknik analisis yang digunakan adalah Product Moment Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat konformitas teman sebaya berada pada kategori sedang yaitu sebesar 65,30% yang berarti bahwa siswa cukup mampu membuat keputusan untuk mengikuti atau tidak mengikuti suatu nilai yang ada dalam kelompok dan tingkat kenakalan remaja berada pada kategori sedang yaitu 66,32% yang berarti bahwa pelanggaran yang dilakukan tidak menjurus kepada tindakan yang kriminal ataupun merugikan orang lain. Dapat diketahui bahwa signifikansi dalam penelitian ini adalah 0.000 (<0.05). Ini berarti H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian dapat diketahui bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kedua variabel. Angka koefisien korelasi dengan α=0.05 menunjukkan angka sebesar 0,340. Hal ini menunjukkan adanya hubungan searah antara kedua variabel dan hubungan keduanya tergolong sedang. Selain itu, koefisien determinasi menunjukkan bahwa kenakalan remaja hanya memiliki kontribusi sebesar 18% terhadap konformitaas pada siswa kelas XII SMA PGRI 2 Sindang Indramayu. Berdasarkan penelitian, sekolah sebagai salah satu lingkungan sosial tempat remaja berinteraksi hendaknya menciptakan dan memberikan suasana yang dapat mendorong siswa untuk dapat bereksplorasi diri dalam hal-hal positif, serta melakukan kegiatan kreatif sesuai dengan minat dan bakatnya. This study aimed at finding out (1) the description of peer group conformity in adolesence on Students Grade XII at SMA PGRI 2 Sindang Indramayu, (2) the description of juvenile delinquency on Students Grade XII at SMA PGRI 2 Sindang Indramayu, (3) the correlation between peer group conformity with the juvenile delinquency on Students Grade XII at SMA PGRI 2 Sindang Indramayu. This study uses quantitative approach through correlation method. The analysis technique used is Product Moment Pearson. The researcher used the data collection techniques with distributing questionnaires to the grade XII students of SMA PGRI 2 Sindang Indramayu. Afterward, the researcher used Product Moment Pearson as analysis technique. It can be found that the significance of this study is 0.000 (<0.05). It means Ho rejected and Ha accepted. Thus it can be seen that there is a significant correlation between the two variables. Correlation coefficient with α = 0.05 showed the number of 0.340. This suggests a direct correlation between the two variables and their correlation is medium. Beside that, determination coefficient shows that the juvenile delinquency only has 18% contribution toward conformity of Grade XII students in SMA PGRI 2 Sindang Indramayu. Based on the study, a school as one of interaction social place of teenagers should create and give the atmosphere which encourage the students to explore themselves in the positive way, such as doing the activities in appropriate with their interests and aptitudes.

Item Type: Skripsi,Tesis,Disertasi (S1)
Subjects: Universitas Pendidikan Indonesia > Fakultas Ilmu Pendidikan > Program Studi Psikologi
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan > Program Studi Psikologi
Depositing User: DAM STAF Editor
Date Deposited: 06 Dec 2013 04:28
Last Modified: 06 Dec 2013 04:28
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/3816

Actions (login required)

View Item View Item