THE REPRESENTATION OF SOCIAL ACTORS IN THE 1945 CONSTITUTION OF THE REPUBLIC OF INDONESIA : A Critical Discourse Analysis

Ardian, Reza (2013) THE REPRESENTATION OF SOCIAL ACTORS IN THE 1945 CONSTITUTION OF THE REPUBLIC OF INDONESIA : A Critical Discourse Analysis. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
S_IND_0707994_Title.pdf

Download (149kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_IND_0707994_Abstract.pdf

Download (211kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_IND_0707994_Table of Content.pdf

Download (212kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_IND_0707994_Chapter1.pdf

Download (249kB) | Preview
[img] Text
S_IND_0707994_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (429kB)
[img]
Preview
Text
S_IND_0707994_Chapter3.pdf

Download (272kB) | Preview
[img] Text
S_IND_0707994_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (398kB)
[img]
Preview
Text
S_IND_0707994_Chapter5.pdf

Download (222kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_IND_0707994_Bibliography.pdf

Download (279kB) | Preview
[img] Text
S_IND_0707994_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (456kB)

Abstract

Sebagai sumber hukum tertinggi, Undang-undang Dasar 1945 merupakan diskursus tertulis yang paling penting di Republik Indonesia. Penelitian ini dilakukan untuk mengungkap postur ideologi di balik representasi aktor sosial di dalamnya, menggunakan jaringan aktor sosial dalam kerangka diskursus van Leeuwen, yaitu rekontekstualisasi praktek sosial (1993). Analisis penelitian ini dibagi ke dalam dua tahap, yaitu analisis bagian pembukaan dan analisis bagian batang tubuh. Hasil analisa menunjukkan bahwa UUD ‘45 memperlihatkan 29 aktor sosial secara keseluruhan. Di bagian pembukaan, aktor sipil dan agen eksekutif digambarkan sebagai aktor utama. Pada bagian ini, aktor sipil digambarkan dalam inklusi total dan spesifikasi, sehingga menjadi aktor yang lebih dominan daripada agen eksekutif yang digambarkan dalam eksklusi parsial dan generikisasi. Dengan demikian, bagian pembukaan UUD ’45 mengandung beberapa elemen sosialisme, karena dalam sosialisme aktor sipil merupakan topik diskusi yang lebih dominan daripada aktor eksekutif, dan sosialisme ini menjadi postur ideologi yang paling dominan di bagian pembukaan. Di bagian batang tubuh, aktor sipil, agen eksekutif, legislatif, dan yudikatif cenderung digambarkan dalam inklusi, aktifasi, dan fungsionalisasi. Sebagai konsekuensinya, mereka dipahami sebagai aktor-aktor yang lebih dominan daripada aktor lain. Di sisi lain, aktor sipil cenderung digambarkan dalam eksklusi parsial, asimilasi, dan klasifikasi, sehingga menjadi aktor minor. Ini memberi kesan bahwa bagian batang tubuh mengandung beberapa elemen demokrasi, karena dalam demokrasi aktor negara menjadi topik diskusi yang lebih dominan daripada aktor sipil. Lebih jauh, bagian batang tubuh UUD ‘45 berusaha membentuk demokrasi sebagai postur ideologi yang paling dominan. Hasilnya, bagian batang tubuh cenderung merubah ideologi sosialisme yang sebelumnya dikenalkan di bagian pembukaan, menjadi ideologi demokrasi. Ini mengindikasikan, pada tahap tertentu, postur ideologi pada bagian pembukaan tidak sesuai dengan postur ideologi pada bagian batang tubuh. Kata kunci: jaringan aktor sosial, Undang-undang 1945, postur ideologi.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: Universitas Pendidikan Indonesia > Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra > Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris > Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris
Divisions: Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra > Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris > Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris
Depositing User: DAM STAF Editor
Date Deposited: 29 Nov 2013 03:03
Last Modified: 29 Nov 2013 03:03
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/3609

Actions (login required)

View Item View Item