DAMPAK PERUBAHAN SOSIAL EKONOMI TERHADAP HILANGNYA TRADISI RARANGKẺN : Studi Fenomenologi Masyarakat Kampung Cikantrieun Desa Wangunjaya Kecamatan Banjarwangi Kabupaten Garut

Ira Siti Rohimah, - (2019) DAMPAK PERUBAHAN SOSIAL EKONOMI TERHADAP HILANGNYA TRADISI RARANGKẺN : Studi Fenomenologi Masyarakat Kampung Cikantrieun Desa Wangunjaya Kecamatan Banjarwangi Kabupaten Garut. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img] Text
S_SOS_1504951_Title.pdf

Download (369kB)
[img] Text
S_SOS_1504951_Chapter1.pdf

Download (203kB)
[img] Text
S_SOS_1504951_Chapter2.pdf

Download (347kB)
[img] Text
S_SOS_1504951_Chapter3.pdf

Download (312kB)
[img] Text
S_SOS_1504951_Chapter4.pdf

Download (443kB)
[img] Text
S_SOS_1504951_Chapter5.pdf

Download (183kB)
[img] Text
S_SOS_1504951_Appendix.pdf

Download (189kB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

ABSTRAK Perubahan yang terjadi dalam kehidupan suatu masyarakat meliputi berbagai aspek yaitu sosial, budaya, ekonomi, ilmu pengetahuan, dan teknologi. Dengan segala perubahan yang terjadi berdampak pada bertambahnya jumlah penduduk, perkembangan tingkat pendidikan, meningkatnya tingkat urbanisasi, dan menghilangnya keberadaan tradisi lokal masyarakat yaitu tradisi Rarangkẻn. Tujuan penelitian ini untuk menggali dan mengkaji kondisi sosial ekonomi masyarakat Kampung Cikantrieun saat ini, gambaran mengenai hilangnya tradisi Rarangkẻn, serta upaya yang dilakukan dalam mempertahankan nilai tradisi lokal di tengah perubahan sosial ekonomi. Lokasi penelitian di Kampung Cikantrieun Desa Wangunjaya Kecamatan Banjarwangi Kabupaten Garut. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi fenomenologi. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara mendalam, studi dokumentasi dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi sosial ekonomi masyarakat Kampung Cikantrieun saat ini tengah mengalami perkembangan di bidang pendidikan dan ekonomi masyarakat sehingga berdampak pada tingkat pola pikir masyarkat, pendapatan, urbanisasi, dan culture conflict ditandai dengan menghilangnya tradisi Rarangkẻn. Tradisi Rarangkẻn merupakan tradisi pernikahan sebagai ikon masyarakat Kampung Cikantrieun. Nilai dan makna yang terkandung dalam tradisi ini sebagai nilai kearifan lokal mendorong masyarakat untuk memiliki ikatan sosial yang kuat, solidaritas, dan gotong royong. Hal ini dijadikan modal sosial bagi masyarakat untuk berkontribusi dalam pembangunan sehingga nilai-nilai tersebut penting untuk tetap dipertahankan. Oleh sebab itu, aparatur desa, tokoh masyarakat atau sesepuh penggerak tradisi, tokoh agama, dan instansi atau lembaga terkait mengupayakan beberapa kegiatan atau program bertujuan untuk mengembalikan kebersamaan, kekompakan, solidaritas, dan gotong royong yang selama ini telah menghilang dengan menyesuaikan perkembangan, situasi, dan kondisi masyarakat saat ini. Kata kunci: Modal Sosial, Nilai Kearifan Lokal, Perubahan Sosial Tradisi Rarangkẻn ABSTRACT The changes that have occurred in the community life covering a number of aspects that is social, culture, economic, technology, and science. With all the changes that have occurred so that the community came upon a social and economic conditions that have an impact on the resistance in term of local tradition to which it belongs. The purpose of this research for digging and studying about social changes economic have an impact on local Rarangkẻn tradition, an overview of loss of Rarangkẻn tradition, and government efforts village in maintaining the value of tradition local in the center of social changes economic. Research location in Kampung Cikantrieun Desa Wangunjaya Kecamatan Banjarwangi Kabupaten Garut. Research approach that is used is a qualitative approach through method of the study phenomenology. Data collection by observation technique, in depth interview, the study documentation, and a literature review. The research results show that social and economic at the community Cikantrieun is currently experiencing the development in the field of education and economic and it also impact to the community, mindset, income, urbanization, and culture conflict characterized by the disappearance of Rarangkẻn tradition. tradition Rarangkẻn a traditional marriage as an icon Cikantrieun community. Values and meaning contained in this tradition urging the community to has ties strong social, solidarity, and mutual cooperation. The be set as capital people to contributed in development and values are important to maintained. Because of that, the village administration seek a program aimed to restore commons, compactness, solidarity, and mutual cooperation that had been missing by adjusting development, the situation and condition of current public. Key words: Rarangkẻn Tradition, Social Capital, Socio-Economic Changes, The Value of Local Wisdom,

Item Type: Tugas Akhir,Skripsi,Tesis,Disertasi (S1)
Additional Information: No. Panggil: S SOS IRA d-2019; Pembimbing: I. Achmad Hufad; NIM: 1504951
Uncontrolled Keywords: rarangken, desa wangunjaya
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
H Social Sciences > HM Sociology
L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial > Sosiologi
Depositing User: Ira Siti Rohimah
Date Deposited: 21 May 2019 02:47
Last Modified: 21 May 2019 02:47
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/35212

Actions (login required)

View Item View Item