PERAN SOSIAL KOMUNITAS DALAM MEMBERDAYAKAN ORANG DENGAN SKIZOFRENIA DI KOTA BANDUNG : Studi Kasus di Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia Simpul Bandung

Helda Ginanjar Taufik Gunadi, - (2018) PERAN SOSIAL KOMUNITAS DALAM MEMBERDAYAKAN ORANG DENGAN SKIZOFRENIA DI KOTA BANDUNG : Studi Kasus di Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia Simpul Bandung. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img] Text
S_SOS_1400117_Title.pdf

Download (148kB)
[img] Text
S_SOS_1400117_Abstract.pdf

Download (151kB)
[img] Text
S_SOS_1400117_Table_of_content.pdf

Download (152kB)
[img] Text
S_SOS_1400117_Chapter1.pdf

Download (254kB)
[img] Text
S_SOS_1400117_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (488kB)
[img] Text
S_SOS_1400117_Chapter3.pdf

Download (296kB)
[img] Text
S_SOS_1400117_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (539kB)
[img] Text
S_SOS_1400117_Chapter5.pdf

Download (86kB)
[img] Text
S_SOS_1400117_Bibliography.pdf

Download (230kB)
[img] Text
S_SOS_1400117_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (164kB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Permasalahannya banyak keluarga dan masyarakat yang belum mengerti benar tentang skizofrenia itu, sehingga ketidak mengertian itu mengakibatkan tindakan yang salah terhadap Orang Dengan Skizofrenia (ODS), biasanya keluarga dan masyarakat melakukan tindakan yang salah seperti menelantarkan, pemasungan, pengurungan, atau menyingkirkan ODS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran sosial Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia Simpul Bandung ( KPSI Simpul Bandung ) dalam memberdayakan ODS di Kota Bandung dan dampak dari peran sosial serta pemberdayaan yang dilakukan KPSI Simpul Bandung terhadap ODS. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 1) pemberdayaan yang dilakukan di KPSI Simpul Bandung terhadap ODS berdasarkan empat pilar utamanya, yaitu a) Preventif dan promotif. b) Rehabilitatif dan resiliensi. c) Advokasi dan teman sebaya. d) Penelitian dan pengembangan. 2) Respon ODS terhadap penyakitnya berbeda-beda sesuai dengan delusi dan halusinasi yang dirasakan dan penyebabnya bisa dari genetik dan tekanan sosial. 3) respon masyarakat atau teman sebaya dan keluarga terhadap ODS di lingkungan tempat tinggalnya yaitu ada yang respon positif dan negatif. 4) Perilaku ODS di lingkungan keluarga dan masyarakat setelah diberdayakan di KPSI Simpul Bandung terjadi perubahan perilaku yaitu a). Halusinasi dan waham menjadi menurun. b) Mampu bersosialisasi kembali dengan orang. c) Mampu mengembangkan pengetahuan, keterampilan, meningkatnya kualiatas dan kapasitasnya. Rekomendasinya Dinas Kesehatan Kota Bandung, keluarga, dan masyarakat harus saling mendukung demi tercapainya keberhasilan dalam pemberdayaan yang dilakukan.----- The problem is that many families and societies do not understand properly about schizophrenia, so misunderstandings lead to misbehavior against People With Schizophrenia (ODS), usually families and communities misbehaving, abandoning, storing, confinement, or ousting ODS. This study aims to determine the social role of Community Care Schizophrenia Indonesia Node Bandung (KPSI Simpul Bandung) in empowering ODS in the city of Bandung and the impact of social roles and empowerment made KPSI knot Bandung against ODS. This research uses qualitative approach with case study method. Data collection techniques include observation, in-depth interviews and documentation studies. The results of this study show that 1) empowerment conducted in KPSI Bandung knot against ODS based on four main pillars, namely a) Preventive and promotive. b) Rehabilitation and resilience. c) Advocacy and peers. d) Research and development. 2) The response of ODS to the disease varies according to delusions and hallucinations perceived and the cause may be from genetic and social pressures. 3) community response or peers and family to ODS in the neighborhood where there is a positive and negative response. 4) Behavior of ODS in the family and community after being empowered in KPSI Simpul Bandung behavior change occurs that is a). Hallucinations and wisdom become declining. b) Be able to socialize again with people. c) Able to develop knowledge, skills, increased quality and capacity. Recommendation Bandung Health Office, family, and community should support each other for the achievement of success in empowerment is done.

Item Type: Tugas Akhir,Skripsi,Tesis,Disertasi (S1)
Additional Information: No. Panggil: S SOS HEL p-2018 ; Pembimbing: I. Elly Malihah, II. Encep Syarief ; NIM: 1400117
Uncontrolled Keywords: Komunitas, Pemberdayaan, Peran Sosial, dan Skizofrenia , Community, Empowerment, Schizophrenia, and Social Role
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology
H Social Sciences > HT Communities. Classes. Races
Divisions: Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial > Sosiologi
Depositing User: Mr. Arif Rezkyana Nugraha
Date Deposited: 14 May 2019 07:37
Last Modified: 14 May 2019 07:37
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/34982

Actions (login required)

View Item View Item