DINAMIKA HUBUNGAN ASEAN DENGAN CHINA DALAM UPAYA PENYELESAIAN KONFLIK LAUT CHINA SELATAN TAHUN 1992-2011

Raden, Wildan Pratama Indra Kusumah (2018) DINAMIKA HUBUNGAN ASEAN DENGAN CHINA DALAM UPAYA PENYELESAIAN KONFLIK LAUT CHINA SELATAN TAHUN 1992-2011. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img] Text
S_SEJ_1406849_Title.pdf

Download (47kB)
[img] Text
S_SEJ_1406849_Abstract.pdf

Download (337kB)
[img] Text
S_SEJ_1406849_Table_of_content.pdf

Download (221kB)
[img] Text
S_SEJ_1406849_Chapter1.pdf

Download (387kB)
[img] Text
S_SEJ_1406849_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (426kB)
[img] Text
S_SEJ_1406849_Chapter3.pdf

Download (373kB)
[img] Text
S_SEJ_1406849_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (654kB)
[img] Text
S_SEJ_1406849_Chapter5.pdf

Download (308kB)
[img] Text
S_SEJ_1406849_Bibliography.pdf

Download (331kB)
[img] Text
S_SEJ_1406849_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (652kB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Skripsi ini berjudul “Dinamika Hubungan ASEAN dengan China dalam Upaya Penyelesaian Konflik Laut China Selatan tahun 1992-2011”. Secara umum penulisan skripsi ini didorong oleh keinginan peneliti untuk melakukan kajian yang lebih mendalam mengenai perkembangan peristiwa Laut China Selatan yang melibatkan beberapa negara di antaranya seperti China, Vietnam, Filipina, Malaysia, dan Brunei. Studi ini secara garis besar ingin menjawab beberapa pertanyaan penelitian diataranya (1) bagaimana gambaran umum hubungan ASEAN dengan China dalam konflik Laut China Selatan, (2) bagaimana pendekatan yang dilakukan ASEAN dalam upaya penyelesaian konflik Laut China Selatan, (3) bagaimana problematika yang dihadapi dalam upaya penyelesaian konflik Laut China Selatan. Untuk membahas permasalahan tersebut, peneliti melakukan kajian dengan menggunakan metode historis yang meliputi 4 langkah penelitian, diantaranya adalah pengumpulan sumber tulisan melalui kajian studi literatur (heuristik), kritik sumber, interpretasi atau analisis terhadap sumber dan historiografi. Alasan peneliti dalam memilih kajian Laut China Selatan karena peristiwa tersebut merupakan konflik yang sangat dinamis dan sulit menemukan jalan penyelesaiannya. Banyaknya pandangan mengenai klaim-klaim yang dilakukan negara-negara di sekitar Laut China Selatan serta potensi-potensi yang terdapat di dalamnya dikhawatirkan akan mengganggu perdamaian dan stabilitas keamanan kawasan. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh oleh peneliti ialah sebagai berikut: terdapat berbagai macam mekanisme dimulai dari mekanisme informal, semi-formal dan formal. Namun, mekanisme-mekanisme tersebut belum mampu menyelesaikan konflik yang terjadi. Berbagai macam upaya terus dilakukan untuk mencegah terjadinya konflik militer. Dalam perkembangannya konflik Laut China Selatan menunjukan perkembangan ke arah yang lebih positif dengan terbentuknya Decaration on the Conduct of Parties in South China Sea yang mampu mengarah kepada pembentukan Code of Conduct.;---This paper is titled “The Dynamics of ASEAN-China Relation on Resolving the South China Sea Conflict (1992-2011)”. Generally, the writing of this thesis was motivated by personal interest in doing a profound research on the conflict development in South China Sea which numerous countries were involved, such as China, Vietnam, Philipinnes, Malaysia and Brunei. This research seeks to answer several questions: (1) how was the relations between ASEAN and China in the South China Sea Conflict in general, (2) how was ASEAN’s approach on resolving the South China Sea Conflict, (3) how did ASEAN and China solve the South China Sea Conflict. This research uses historical method that consists of gathering historical resources, verification, interpretation, and historical writing/historiography. The consideration of choosing South China Sea Conflict as the main concern of this research is because of its intricate and irresolvable dispute. There are so many overlapping claims from the claimant states over the conflict.. South China Sea region is prosperous with so many natural resources that can lead to millitary conflict or regional peace’s instability. According to this research, the results are as follows: there are so many approaches applied to solve this conflict, including informal, semi-formal, and formal approach. But it all couldn’t solve the South China Sea conflict. Many efforts had been exerted to prevent millitary conflict. The conflict showed a progress nowadays which indicated by the Declaration on the Conduct of Parties in South China Sea that grounded the Code of Conduct.

Item Type: Thesis (S1)
Additional Information: No. Panggil : S SEJ RAD d-2018; Pembimbing : I. Nana Supriatna, II. Yani Kusmarini; NIM. : 1406849.
Uncontrolled Keywords: Claimant States, ASEAN, Laut China Selatan, Decaration on the Conduct of Parties in South China Sea, Claimant States, ASEAN, South China Sea, Declaration on the Conduct of Parties in South China Sea.
Subjects: D History General and Old World > D History (General)
D History General and Old World > DS Asia
Divisions: Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial > Pendidikan Sejarah
Depositing User: Isma Anggini Saktiani
Date Deposited: 14 May 2019 07:42
Last Modified: 14 May 2019 07:42
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/34943

Actions (login required)

View Item View Item