KONSEP SYUKUR DALAM LEGENDA CAI COBLONG DI DESA CIRATEUN, KECAMATAN SUKASARI, KOTA BANDUNG : Analisis Struktur, Konteks Penuturan, Proses Penciptaan, Fungsi dan Makna

Yuniar, Gayuh Tressania (2018) KONSEP SYUKUR DALAM LEGENDA CAI COBLONG DI DESA CIRATEUN, KECAMATAN SUKASARI, KOTA BANDUNG : Analisis Struktur, Konteks Penuturan, Proses Penciptaan, Fungsi dan Makna. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img] Text
S_BSI_1307118_Title.pdf

Download (244kB)
[img] Text
S_BSI_1307118_Abstract.pdf

Download (129kB)
[img] Text
S_BSI_1307118_Table_of_Content.pdf

Download (152kB)
[img] Text
S_BSI_1307118_Chapter1.pdf

Download (291kB)
[img] Text
S_BSI_1307118_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (489kB)
[img] Text
S_BSI_1307118_Chapter3.pdf

Download (277kB)
[img] Text
S_BSI_1307118_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (2MB)
[img] Text
S_BSI_1307118_Chapter5.pdf

Download (260kB)
[img] Text
S_BSI_1307118_Bibliography.pdf

Download (128kB)
[img] Text
S_BSI_1307118_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (303kB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Legenda “Cai Coblong” merupakan legenda setempat yang terdapat di desa Cirateun, Kelurahan Isola, Kecamatan Sukasari. Legenda ini mengandung makna kearifan lokal yang berharga dan berguna untuk masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap konsep syukur dalam legenda “Cai Coblong” dengan menganalisis masalah: (1) struktur, (2) konteks penuturan, (3) proses penciptaan, (4) fungsi, dan (5) makna dalam cerita legenda tersebut. Untuk dapat menjawab hal tersebut, penelitian ini menggunakan metode etnografi dan tradisi lisan. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi dan wawancara diiringi dengan rekam dan catat. Analisis data yang digunakan adalah analisis sosiologi sastra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa legenda “Cai Coblong” mengandung fungsi utamafungsi utama yang menggambarkan konsep syukur terkandung di dalamnya. Tentu saja dengan diperkuat dari hasil analisis semantik dan verbal yang menjelaskan bagaimana kondisi desa Cirateun ketika kesulitan air hingga akhirnya dapat dialiri air dan mensyukurinya. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya upacara hajat cai yang rutin diadakan masyarakat desa Cirateun untuk mengucap syukur kepada Allah swt. atas nikmat air yang melimpah. Struktur tersebut berkaitan dengan konteks penuturan dan proses penciptaan legenda “Cai Coblong” yang memperkuat konsep syukur di dalamnya. Hal ini juga terangkum dalam fungsi dan makna legenda “Cai Coblong” yang berguna bagi masyarakat yaitu berfungsi sebagai sistem proyeksi, alat pendidikan, pengesah kebudayaan, untuk memberikan suatu jalan yang diberikan oleh masyarakat agar dia dapat lebih superior daripada orang lain, dan alat pemaksa berlakunya norma-norma sosial dan sebagai alat pengendali sosial. Fungsi tersebut diperkuat dengan konsep syukur masyarakat dalam cerita legenda “Cai Coblong”. ---------Cai Coblong legend is a local legend in Cirateun village, Isola, Sukasari. This legend contains the meaning of local wisdom that is valuable and useful to the community. This study aims to reveal the concept of gratitude in the legend "Cai Coblong" by analyzing the problem: (1) structure, (2) the context of narrative, (3) creation process, (4) function, and (5) meaning in the legend. To be able to answer that, this research used ethnography method and oral tradition. Technique used in this research is observation and interview technique accompanied by record and take notes. Data analysis method use literary sociology analysis. The results show that the legend of "Cai Coblong" contains a major function-the main function that describes the concept of gratitude is contained therein. Of course, reinforced by the results of semantic and verbal analysis that explains how the condition of the village Cirateun when water crisis until water can finally flowed and be grateful about it. This can be proved by the existence of ceremony of cai which is routinely held by Cirateun village community to say thanks to Allah swt. for the water that finally flow. The structure is concerned with the context of the narrative and the creation process of the legend "Cai Coblong" which reinforces the concept of gratitude in it. It is also summarized in the function and meaning of the legend "Cai Coblong" which is useful for the society that is functioning as a projection system, educational tool, cultural verifier, to provide a path given by society so that he can be superior to others, social norms and as a means of social control. The function is reinforced with the concept of public gratitude in the legend story "Cai Coblong"

Item Type: Tugas Akhir,Skripsi,Tesis,Disertasi (S1)
Additional Information: No. Panggil: S IND YUN k-2018; Pembimbing: I. Memen Durachman,, II. Novi Resmini; NIM: 1307118
Uncontrolled Keywords: konsep syukur, legenda “Cai Coblong”, tradisi lisan
Subjects: L Education > L Education (General)
P Language and Literature > P Philology. Linguistics
Divisions: Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni > Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia > Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia (nonpendidikan)
Depositing User: Mrs. Santi Santika
Date Deposited: 16 Apr 2019 06:07
Last Modified: 08 May 2019 02:06
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/34461

Actions (login required)

View Item View Item