ANALISIS MISKONSEPSI DAN KEMAMPUAN ARGUMENTASI ILMIAH MAHASISWA PENDIDIKAN BIOLOGI PADA KONSEP GENETIKA MOLEKULER

Nurlaila, Lela (2017) ANALISIS MISKONSEPSI DAN KEMAMPUAN ARGUMENTASI ILMIAH MAHASISWA PENDIDIKAN BIOLOGI PADA KONSEP GENETIKA MOLEKULER. S2 thesis, Universitas Pedidikan Indonesia.

[img] Text
T_BIO_1402859_Title.pdf

Download (201kB)
[img] Text
T_BIO_1402859_Abstract.pdf

Download (389kB)
[img] Text
T_BIO_1402859_Table_of_Content.pdf

Download (282kB)
[img] Text
T_BIO_1402859_Chapter1.pdf

Download (495kB)
[img] Text
T_BIO_1402859_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (839kB)
[img] Text
T_BIO_1402859_Chapter3.pdf

Download (1MB)
[img] Text
T_BIO_1402859_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (836kB)
[img] Text
T_BIO_1402859_Chapter5.pdf

Download (284kB)
[img] Text
T_BIO_1402859_Bibliography.pdf

Download (817kB)
[img] Text
T_BIO_1402859_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (655kB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keadaan miskonsepsi dan kemampuan argumentasi ilmiah mahasiswa pendidikan biologi pada konsep genetika molekuler. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dan subjek penelitiannya adalah mahasiswa pendidikan biologi Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal DQCs (Diagnostic Question Clusters), lembar observasi, wawancara dan catatan lapangan. Soal diujikan sebanyak dua kali yakni sebelum pembelajaran dan setelah pembelajaran secara tertulis. Soal DQCs digunakan untuk menjaring kemunculan adanya miskonsepsi dan kemampuana argumentasi ilmiah. Lembar observasi digunakan untuk mengetahui aktivitas belajar mahasiswa di dalam kelas ketika proses pembelajaran berlangsung. Wawancara digunakan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab miskonsepsi. Hasil penelitian menyebutkan bahwa miskonsepsi yang teridentifikasi pada pembelajaran genetika molekuler adalah sebagai berikut: DNA dan RNA (17 %); gen (13,75%); kromosom (8,75%) dan sintesis protein (2%). Sedangkan kemampuan argumentasi ilmiah tertinggi yang dimiliki adalah kemampuan claim dan warrant dengan kualitas argumentasi konseptual dan level argumentasi tingkat 2. Berdasarkan hasil analisis korelasi diketahui bahwa rhitung ≥ rtabel yakni 0,156 ≤ 2,49, maka Ho diterima dan Ha ditolak. Sehingga tidak terdapat korelasi antara miskonsepsi dengan struktur argumentasi ilmiah. Hasil analisis korelasi miskonsepsi dengan kualitas argumentasi diketahui bahwa rhitung ≥ rtabel yakni -0.92 ≤ 2,49, maka maka Ho diterima dan Ha ditolak. Sehingga terdapat korelasi negatif antara miskonsepsi dengan kualitas argumentasi. Hasil analisis korelasi miskonsepsi dengan level argumentasi diketahui bahwa rhitung ≥ rtabel yakni 0.01 ≤ 2,49, maka Ho diterima dan Ha ditolak. Sehingga tidak terdapat korelasi antara miskonsepsi dengan level argumentasi.----------The purpose of this study was to find out the misconceptions and scientific argumentation ability of biology education students on the concept of molecular genetics. This study used descriptive method and the research subjects of this study was biology education students. The instrument used in this study was DQCs (Diagnostic Question Clusters) test, observation sheets, interviews and field notes. The test was given twice before learning and after learning. The DQCs test used to identified the misconceptions and the ability of scientific argumentation. Observation sheet used to find out students learning activities in the learning process. Interviews are used to find out the factors that cause misconceptions. The study showed that the misconceptions identified in the molecular genetics of learning as followed: DNA and RNA (17%); gene (13.75%); chromosome (8.75%) and protein synthesis (2%). While the highest ability of scientific argumentation was the ability to claim and warrant with the quality of the conceptual arguments and argumentation level 2. Based on the correlation analysis, found that rcount ≤ rtable is 0,156 ≤ 2,49, so we accept Ho and reject Ha. So, there was no correlation between the misconception and scientific argumentation ability. Based on the correlation analysis between misconception and argumentation quality, found that rcount ≤ rtable is -0.92 ≤ 2,49, so we accept Ho and reject Ha. So, there was negative correlation between the misconception and scientific argumentation ability. Based on the correlation analysis between misconception and argumentation levels, found that rcount ≤ rtable is 0.01 ≤ 2,49, so we accept Ho and reject Ha. So, there was no correlation between the misconception and scientific argumentation ability.

Item Type: Skripsi,Tesis,Disertasi (S2)
Additional Information: No. Panggil: T BIO LEL a-2016; Pembimbing: I. Siti Sriyati, II. Riandi; NIM: 1402859
Uncontrolled Keywords: Miskonsepsi, kemampuan argumentasi ilmiah, sintesis protein, gen, kromosom.
Subjects: L Education > L Education (General)
Q Science > QM Human anatomy
Divisions: Sekolah Pasca Sarjana > Pendidikan Biologi S-2
Depositing User: Mrs. Santi Santika
Date Deposited: 05 Mar 2019 06:57
Last Modified: 05 Mar 2019 06:57
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/34028

Actions (login required)

View Item View Item