BURUNG RANGKONG SEBAGAI OBJEK BERKARYA DRAWING PADA PAPAN SELANCAR

Rifky Nugraha, - (2017) BURUNG RANGKONG SEBAGAI OBJEK BERKARYA DRAWING PADA PAPAN SELANCAR. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img] Text
S_SRP_1301734_Title.pdf

Download (9kB)
[img] Text
S_SRP_1301734_Abstract.pdf

Download (249kB)
[img] Text
S_SRP_1301734_Table_of_content.pdf

Download (138kB)
[img] Text
S_SRP_1301734_Chapter1.pdf

Download (145kB)
[img] Text
S_SRP_1301734_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (1MB)
[img] Text
S_SRP_1301734_Chapter3.pdf

Download (368kB)
[img] Text
S_SRP_1301734_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (1MB)
[img] Text
S_SRP_1301734_Chapter5.pdf

Download (138kB)
[img] Text
S_SRP_1301734_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (213kB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Burung rangkong dalam Bahasa inggris adalah hornbill. Jenis burung yang mempunyai paruh berbentuk tanduk sapi tetapi tanpa lingkaran, biasanya paruhnya berwarna terang, selain paruh burung rangkong memiliki keeksotikan bulu yang beragam. Nama ilmiah burung rangkong yaitu buceros tergolong dalam keluarga bucerotidae, diindonesia populasi hewan ini sangat tinggi dibandingkan negara lain. Indonesia merupakan negara yang banyak memiliki subspesies burung rangkong, dari 57 spesies burung rangkong yang terdapat diseluruh dunia, 14 diantaranya terdapat di Indonesia. 3 burung endemic asli Indonesia yaitu rangkong Sulawesi ekor hitam (Rhyticeros cassidix), rangkong Sulawesi hitam (Rhabdotorrhinus exarhatus) dan rangkong sumba (Rhyticeros averitti). Ketiga burung rangkong endemik termasuk hewan dengan kategori konservasi dan terancam punah NE (Near Threatened). Habitat yang menyempit karena deforestasi dan fragmentasi serta perburuan liar merupakan ancaman bagi hewan tersebut. Hal itu menjadi sebuah ironi mengingat burung rangkong dilindungi oleh pemerintah melalui Undang-undang yang berlaku. Dari uraian di atas, munculah gagasan untuk membuat karya drawing dengan tema burung rangkong. Rumusan masalah yang terdapat dalam penciptaan ini adalah mengembangkan ide pembuatan karya drawing, visualisasi karya drawing tersebut, serta bagaimana menganalisis karya dari segi visual dan konseptual. Teknik yang digunakan adalah teknik outline, teknik arsir, teknik blok, dan teknik siluet dengan media cat akrilik diatas papan selancar. terdiri dari tiga buah karya. Visualisasi ide burung rangkong endemik dibuat sedemikian rupa dengan menggunakan kaidah unsur dan prinsip visual, sehingga ide tersebut menghasilkan korelasi antara bentuk fisik drawing dengan konsep burung rangkong itu sendiri. Penulis berharap karya ini menjadi inspirasi dan bermanfaat bagi siapa saja yang mengapresiasi dan membacanya. Karya ini juga mampu menyampaikan pesan moral akan pentingya lingkungan hidup.---Hornbill is a bird which has a beak formed like a cow’s horn without a circle, sometime the beak has a bright color, beside the beak they have a various feather which is exotic. The scientific name of hornbill is buceros which classified as bucerotidae, in Indonesia the population of hornbills are higher than other countries. Indonesia is a country which has the sub species of hornbill the most than other countries. From 57 species of hornbill in the world, 14 of them is in Indonesia. 3 endemic birds from Indonesia are Sulawesi black tailed hornbill (Ryticeros cassidix), Sulawesi black hornbill (Rhabdotorrhus exarhatus) and Sumba hornbill (Rhyticeros averitti). The endemic hornbills are classified as the animal which endangered or NE (Near Threatened). The reduced ecosystem by deforestasi and illegal hunting. It is an irony because hornbills are protected by the government today. From the descriptions above comes an idea to make a drawing with hornbill as the issue. The problems in this artwork is developing the ideas in making the drawing, the visualization of the drawing and analyzing the artwork based on the concept and the visual. The technique used in this artwork are outline, shading, block and silhouette using acrylic paint on 3 surfing boards. The visualization of hornbill made using the elements and principes of art, so the idea produces the correlation between the physical form and the concept of the hornbill itself. Writer hopes this artwork is able to inspire and has the benefit for everyone who appreciate and read. This drawing also expected as the alternative media in teaching at the schools, but also it can deliver the moral value to bring the society in keeping the environement of Indonesia.

Item Type: Skripsi,Tesis,Disertasi (S1)
Additional Information: No. Panggil : S SRP RIF b-2018 Pembimbing I : Yaya Sukaya II : Suryadi NIM : 1301734
Uncontrolled Keywords: Burung Rangkong, Seni Gambar (Drawing), Papan seluncur
Subjects: N Fine Arts > N Visual arts (General) For photography, see TR
N Fine Arts > NC Drawing Design Illustration
Divisions: Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni > Jurusan Pendidikan Seni Rupa
Depositing User: DAM STAF Editor
Date Deposited: 20 Feb 2019 10:18
Last Modified: 20 Feb 2019 10:18
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/33825

Actions (login required)

View Item View Item