MODEL KOMUNIKASI MASYARAKAT ADAT DALAM RESOLUSI KONFLIK : studi etnografi masyarakat adat kasepuhan Ciptagelar

Rouf, Muhammad Fasha (2017) MODEL KOMUNIKASI MASYARAKAT ADAT DALAM RESOLUSI KONFLIK : studi etnografi masyarakat adat kasepuhan Ciptagelar. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img] Text
S_IKOM_1304776_Title.pdf

Download (162kB)
[img] Text
S_IKOM_1304776_Abstract.pdf

Download (138kB)
[img] Text
S_IKOM_1304776_Table_Of_Content.pdf

Download (210kB)
[img] Text
S_IKOM_1304776_Chapter1.pdf

Download (241kB)
[img] Text
S_IKOM_1304776_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (537kB)
[img] Text
S_IKOM_1304776_Chapter3.pdf

Download (412kB)
[img] Text
S_IKOM_1304776_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (2MB)
[img] Text
S_IKOM_1304776_Chapter5.pdf

Download (200kB)
[img] Text
S_IKOM_1304776_Bibliography.pdf

Download (208kB)
[img] Text
S_IKOM_1304776_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (1MB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Komunikasi dapat menjadi sumber konflik, sekaligus dapat menjadi bagian penting dalam resolusi konflik. Dalam kedua fungsinya tersebut, komunikasi dalam konflik tak dapat dipisahkan dari latar belakang kebudayaannya, yaitu sebuah nilai yang memengaruhi cara berkomunikasi. Masyarakat Indonesia sebagai negara multikultural, menjadi masyarakat yang rentan terhadap konflik. Di antara banyaknya konflik, suara-suara masyarakat adat dalam konflik jarang tersuarakan, sedikit didengarkan. Sehingga, bentuk resolusi konflik yang dilakukan pihak luar terhadap masyarakat adat seringkali tidak sesuai dengan cara masyarakat adat itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengkonstruksi model masyarakat adat dalam resolusi konflik. Habitus penelitian ini adalah masyarakat adat Kasepuhan Ciptagelar di Gunung Halimun, atau di Kabupten Sukabumi dan Banten. Dengan menggunakan teknik snowball, subjek penelitian terfokus pada masyarakat adat di Kampung Gede dan orang-orang yang dipilih berdasarkan keterlibatannya dalam konflik atau untuk menggali nilai-nilai adat. Pisau analisis utama dalam penelitian ini adalah roda konflik dari Bernard Mayer, di mana dalam pandangannya bahwa sumber konflik terdiri atas kebutuhan, identitas, struktur, emosi, komunikasi, dan sejarah. Masing-masing dari aspek sumber konflik tersebut ditunjang oleh teori-teori lain. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi realis. Teknik penelitian adalah dengan observasi lapangan, wawancara mendalam, serta studi dokumentasi. Data yang telah diteliti dianalisis dengan menggunakan metode analisis etnografi realis, dan disusun atau diceritakan dengan menggunakan cara realist tale. Temuan dari penelitian ini adalah adanya cara komunikasi yang khas dalam resolusi konflik di tiap sumber konflik. Selain itu, peneliti telah mengkonstruksi model komunikasi masyarakat adat dalam resolusi konflik yang didasari pada empat cara, yaitu gosip, komunikasi nir-kekerasan, pimpinan adat sebagai mediator utama dalam konflik, serta penggunaan hukum kabendon.;---Communication can become a source of conflict, also become an important part of the conflict resolution. On both function, communication in a conflict cannot be seperated by the background of the culture, which is the value on influencing the way of communication. Indonesia as a multicultural country, influence the people to be more sensitive of a conflict, or “vurnerable society”. In many kind of conflict, indigenous people’s voice are rarely to being heard, conflict resolution which held by the external to the indigenous people oftenly not as same as the traditional way of the indigenous people. The purpose of this research is to construct the model of indigenous people on conflict resolution. Source of information on this research is indigenous people of Kasepuhan Ciptagelar at Halimun Mountain or Sukabumi District and Banten. By using snow ball technique, the subject of this research focused on the indigenous people at Kampung Gede and the chosen people based on their involvment on the conflict or to digging the indigenous value. Main analyze on this research is the tire of conflict form Bernard Mayer, where on the insight is conflict source which is consist of needs, identity, structure, emotion, communication and history. Each aspect from the conflict source supported with another theory. This research use qualitative approach with the realist ethnography method. Technique of the research is with the field observation, in-depth interview, also documentation study. Data which is analyzed by using the realistic ethnography method and compiled with using the realist tale. Findings on this research is the typical communication way in conflict resolution in every conflict source. Besides that, researcher has construct the communication model of indigenous people on conflict resolution which is based on four ways, such as gossip, violence communication, leader of the indigenous people as the main mediator on conflict, also the usage of kabendon law or karma.

Item Type: Skripsi,Tesis,Disertasi (S1)
Additional Information: No. Panggil : S IKOM ROU m-2017; Pembimbing : I. Achmad Hufad, II. Edy Priandono; NIM : 1304776.
Uncontrolled Keywords: komunikasi dan resolusi konflik, roda konflik oleh Bernard Mayer, masyarakat adat, Kasepuhan Ciptagelar, communication and conflict resolution, tire of conflict by Bernard Mayer, indigenous people, Kasepuhan Ciptagelar.
Subjects: H Social Sciences > HE Transportation and Communications
H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
Divisions: Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial > Ilmu Komunikasi
Depositing User: DAM staf
Date Deposited: 28 Dec 2018 01:21
Last Modified: 28 Dec 2018 01:21
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/33159

Actions (login required)

View Item View Item