PERTUNJUKAN RONGGENG KETUK DALAM RITUAL UPACARA NGAROT DI KECAMATAN LELEA KABUPATEN INDRAMAYU

Bonita, Shella (2016) PERTUNJUKAN RONGGENG KETUK DALAM RITUAL UPACARA NGAROT DI KECAMATAN LELEA KABUPATEN INDRAMAYU. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img] Text
S_ST_1203048_Title.pdf

Download (162kB)
[img] Text
S_ST_1203048_Abstract.pdf

Download (199kB)
[img] Text
S_ST_1203048_Table_of_content.pdf

Download (84kB)
[img] Text
S_ST_1203048_Chapter1.pdf

Download (196kB)
[img] Text
S_ST_1203048_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (248kB)
[img] Text
S_ST_1203048_Chapter3.pdf

Download (282kB)
[img] Text
S_ST_1203048_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (2MB)
[img] Text
S_ST_1203048_Chapter5.pdf

Download (83kB)
[img] Text
S_ST_1203048_Bibliography.pdf

Download (76kB)
[img] Text
S_ST_1203048_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (75kB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Penelitian ini berisi tentang pelaksanaan Pertunjukan Ronggeng Ketuk dalam Ritual Upacara Ngarot di Kecamatan Lelea Kabupaten Indramayu. Seiring dengan berjalannya waktu selama kurang lebih 16 tahun, terdapat beberapa fenomena pada penyajian Ronggeng Ketuk yang mengalami perubahan dan perkembangan, baik secara teks maupun konteks. Maka penelitian ini melanjutkan aspek penelitian sebelumnya yang belum diteliti. Oleh karena itu melalui penelitian ini diharapkan masyarakat dapat memaknai dan menghargai kesenian tidak hanya dijadikan hiburan atau tontonan, tetapi juga mempelajari ilmu-ilmu yang tersirat di dalamnya. Adapun penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur penyajian Ronggeng Ketuk pada Upacara Ngarot di Kecamatan Lelea Kabupaten Indramayu, mendeskripsikan perubahan bentuk pertunjukan Ronggeng Ketuk pada Upacara Ngarot di Kecamatan Lelea Kabupaten Indramayu serta mendeskripsikan faktor yang mempengaruhi perubahan bentuk pertunjukan Ronggeng Ketuk pada upacara Ngarot di Kecamatan Lelea Kabupaten Indramayu. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah penari Ronggeng Ketuk, Kepala Desa Lelea, Juru Tulis Desa Lelea. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa (1) Struktur pertunjukan Ronggeng Ketuk dimulai dengan tataluan dimana tataluan adalah tanda bahwa pertunjukan akan segera dimulai. Selanjutnya penari Ronggeng menari sebagai sendiri tanda pembukaan pertunjukan. Kemudian masuklah para penari Ronggeng Ketuk lainnya untuk menari bersama para peserta kasinoman putra dan para penonton. (2) Busana yang digunakan Ronggeng Ketuk terbilang sangat sederhana, awalnya busana yang dikenakan penari Ronggeng Ketuk yaitu baju kebaya lengan panjang, kain batik, sanggul bulat besar, selendang dan aksesoris penunjang pertunjukan lainnya. Sedangakan sanggul yang digunakan saat ini yaitu sanggul cepol, karena sanggul cepol sangat praktis untuk digunakan. Kemudian busana yang digunakan saat ini tidak berbeda jauh hanya baju dengan bahan bludru berwarna merah dengan lengan pendek yang memperlihatkan bagian ketiak dari seorang penari Ronggeng Ketuk. Warna merah pada busana yang digunakan penari Ronggeng Ketuk adalah simbol keberanian, agresif/aktif. Sama halnya dengan penari Ronggeng Ketuk yang agresif, aktif dan lincah dalam menari untuk menarik perhatian para penonton. (3) Berbagai perubahan yang terjadi dalam pertunjukan Ronggeng Ketuk tentunya terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi, diantaranya adalah hadirnya kesenian organ tunggal dan orkes dangdut; kurangnya minat masyarakat terhadap musik tradisional; tidak adanya regenerasi; dan pengaruh perkembangan globalisasi. ------ This study is about the implementation of the Performing Ronggeng Ketuk in the District Ritual Ceremony Ngarot in Indramayu regency Lelea. As time goes on for approximately 16 years, there are several phenomena on the presentation Ronggeng Ketuk the changes and developments, both text and context. Then this study continues previous research aspects that have not been studied. Therefore, through this research are expected people can interpret and appreciate the arts are not only used as entertainment or spectacle, but also learn the sciences implied in it. As this study aims to describe the structure of the presentation ceremony Ronggeng Ketuk on Lelea Ngarot in the district of Indramayu district, describe changes in forms of performance Ronggeng Ketuk on Ngarot ceremony in the District Indramayu regency Lelea and to describe the factors affecting changes in the form of performances Ronggeng Ketuk on Ngarot ceremony in District Lelea Indramayu district. The approach used in this study is a qualitative approach with descriptive method. Data collected through interview, observation and documentation study. Subjects in this study is Ronggeng Ketuk dancer, Lelea Village Head, Village Clerk Lelea. Based on the results of this research is that (1) The structure of the show starts with the Tap Ronggeng tataluan tataluan which is a sign that the show was about to begin. Furthermore Ronggeng dancer dancing as slime mark the opening of the show. Then go dancers Ronggeng other Tap dance with the participants and the audience kasinoman sons. (2) Clothing used Ronggeng Ketuk is fairly simple, Initially clothing worn Ketuk dancer Ronggeng namely long sleeve Kebaya, Batik cloth, big round bun, scarves and accessories supporting other performances. While the bun in use today, namely buns come off, because buns come off very practical to use. Then the dress used today not much different from just a shirt with red velvet material with short sleeves that showed the armpits of a dancer Ronggeng Ketuk. The red color on the clothing used Ronggeng Ketuk dancer is a symbol of courage, aggressive / active. Similarly Ronggeng Ketuk dancer aggressive, active and agile in dancing for the audience's attention. (3) The various changes that occur in the show Ronggeng Ketuk course there are many factors that affect, including the presence of a single organ art and dangdut orchestra; a lack of public interest in the traditional music; absence of regeneration; and the effect of increased globalization.

Item Type: Skripsi,Tesis,Disertasi (S1)
Additional Information: No. Panggil: S ST BON p-2016; Pembimbing: I. Trianti Nugraheni, II. Sri Dinar Munsan; NIM: 1203048
Uncontrolled Keywords: Ronggeng Ketuk, Ritual Ceremony Ngarot
Subjects: N Fine Arts > NX Arts in general
Divisions: Fakultas Pendidikan Seni dan Desain > Jurusan Pendidikan Seni Tari
Depositing User: Mrs. Santi Santika
Date Deposited: 21 Dec 2018 03:06
Last Modified: 21 Dec 2018 03:06
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/32965

Actions (login required)

View Item View Item