STANDARISASI VO2MAX UNTUK ATLET BULUTANGKIS KATEGORI TUNGGAL REMAJA PUTRA DI JAWA BARAT

Nugraha, Budiman Faza (2017) STANDARISASI VO2MAX UNTUK ATLET BULUTANGKIS KATEGORI TUNGGAL REMAJA PUTRA DI JAWA BARAT. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img] Text
S_KOR_1304643_Title.pdf

Download (10kB)
[img] Text
S_KOR_1304643_Abstract.pdf

Download (271kB)
[img] Text
S_KOR_1304643_Table_Of_Content.pdf

Download (174kB)
[img] Text
S_KOR_1304643_Chapter1.pdf

Download (232kB)
[img] Text
S_KOR_1304643_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (766kB)
[img] Text
S_KOR_1304643_Chapter3.pdf

Download (387kB)
[img] Text
S_KOR_1304643_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (377kB)
[img] Text
S_KOR_1304643_Chapter5.pdf

Download (205kB)
[img] Text
S_KOR_1304643_Bibliography.pdf

Download (135kB)
[img] Text
S_KOR_1304643_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (702kB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

1304643 Standarisasi adalah sebuah acuan/patokan yang bersifat wajib. VO2Max adalah ukuran mengenai kemampuan gabungan dari otot-otot yang berkontraksi untuk mengonsumsi oksigen bagi keperluannya mengolah sumber daya (energi) dengan kemampuan sistema hemo-hidro-limfatik, sistema respirasi dan sistema kardiovaskular (Ergosistema II) mengangkut oksigen ke mitochondria otot untuk melakukan aktivitas dalam waktu tertentu tanpa mengalami kelelahan yang berlebihan. Bulutangkis adalah olahraga yang tidak dibatas oleh waktu dan seorang pemain harus mampu bertahan pada rally-rally panjang saat permainan berlangsung dan pengembalian shuttlecock lawan yang menuntut pemain untuk terus bergerak untuk mengejar shuttlecock ke segala arah dengan cepat. Untuk itu penting sekali seorang atlet bulutangkis memiliki VO2Max yang baik. Penelitian ini dilatar belakangi karena belum ada standar atau ukuran berapa nilai VO2Max untuk atlet bulutangkis kategori tunggal remaja putra di Jawa Barat. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat standarisasi VO2Max untuk atlet bulutangkis kategori tunggal remaja putra di Jawa Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Populasi penelitian ini adalah seluruh atlet tunggal remaja putra di club Jawa Barat. Untuk sampel penulis mengambil beberapa elemen dari populasi menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian ini adalah Bleep Test. Untuk membuat standarisasi VO2Max, peneliti mencari nilai rata-rata, simpangan baku, dan menggunakan teknik Penilaian Acuan Norma. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan penelitian yang diperoleh, hasil penelitian ini menunjukan standarisasi VO2Max untuk atlet bulutangkis kategori tunggal remaja putra di Jawa Barat, terbagi ke dalam lima kategori, yaitu Baik Sekali (61-68), Baik (53-60), Cukup (45-52), Kurang (37-44), dan Kurang sekali (29-36).:--- Standarization is a mandatory benchmark. VO2Max is a measure of the combined ability of the contracting muscles to consume oxygen for the purpose of processing the resources (energy) with the ability of the hemo-hydro-lymphatic system, respiratory system and cardiovascular system (Ergosystem II) to transport oxygen to mitochondria of the muscles to perform activities in a certain time without experiencing excessive fatigue. Badminton is a sport that is not bounded by time and the players must be able to withstand long rallies as the game progresses and the return of the opponent's shuttlecock that requires the players to keep moving to catch the shuttlecock in any direction quickly. For, it is important that a badminton athlete has a good VO2Max. This research was based on the absence of standard or measure of VO2Max value for badminton athletes of boys’ single category in West Java. The purpose of this research was to make standardization of VO2Max for badminton athletes of boys’ single category in West Java. The research method used was descriptive method. The population of this study were all boys’ single athletes of West Java club. For the sample, the writer took some element from the population using purposive sampling technique. The instrument of this study was Bleep Test. To standardize VO2Max, the researcher searched for mean values, standard deviations, and used the Norma Reference Assessment technique. Based on the results of data analysis and discussion of the research obtained, the results of this study shows the standarization of VO2Max for badminton athletes of boys’ single category in West Java, divided into five categories, Excellent (61-68), Good (53-60), Fair (45-52), Poor (37-44), and Bad (29-36).

Item Type: Skripsi,Tesis,Disertasi (S1)
Additional Information: No. Panggil : S KOR NUG s-2017; Pembimbing : I. Dede Rohmat; NIM : 1304643.
Uncontrolled Keywords: Standarisasi, VO2Max, Bulutangkis, Atlet Tunggal Remaja Putra, Jawa Barat, Standarization, VO2Max, Badminton, Boys’ Single Athletes, West Java.
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions: Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan > Jurusan Pendidikan Kepelatihan
Depositing User: DAM staf
Date Deposited: 20 Dec 2018 07:59
Last Modified: 20 Dec 2018 07:59
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/32867

Actions (login required)

View Item View Item