PENAMAAN OBAT BEBAS DALAM BAHASA INDONESIA

Apriyanti, Wida (2017) PENAMAAN OBAT BEBAS DALAM BAHASA INDONESIA. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img] Text
S_BSI_1303463_Title.pdf

Download (164kB)
[img] Text
S_BSI_1303463_Abstract.pdf

Download (150kB)
[img] Text
S_BSI_1303463_Table_Of_Content.pdf

Download (163kB)
[img] Text
S_BSI_1303463_Chapter1.pdf

Download (171kB)
[img] Text
S_BSI_1303463_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (320kB)
[img] Text
S_BSI_1303463_Chapter3.pdf

Download (322kB)
[img] Text
S_BSI_1303463_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (713kB)
[img] Text
S_BSI_1303463_Chapter5.pdf

Download (148kB)
[img] Text
S_BSI_1303463_Bibliography.pdf

Download (225kB)
[img] Text
S_BSI_1303463_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (352kB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Seiring dengan perkembangan zaman, merek-merek obat semakin berkembang pesat sehingga seringkali ditemukan beberapa obat yang tidak konsisten dalam penamaannya dan cenderung mengakibatkan kebingungan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) hasil klasifikasi penamaan obat bebas, (2) pola pembentukan kata, (3) medan makna, dan (4) persepsi masyarakat mengenai nama-nama obat bebas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi dan angket. Teknik dokumentasi digunakan untuk pengumpulan data, sedangkan teknik angket digunakan untuk mengetahui pemahaman masyarakat terhadap penamaan obat bebas. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa 87 data nama obat yang dikumpulkan termasuk ke dalam klasifikasi obat dengan nama dagang. Ada 49 data di antaranya yang mempunyai kandungan yang sama, tetapi dikemas dengan nama dagang yang berbeda. Berdasarkan pola pembentukannya, ada 74 data yang termasuk ke dalam penamaan berpola dan sebanyak 16 data termasuk ke dalam penamaan yang tidak berpola. Data penamaan berpola terbagi menjadi dua bagian, yaitu pola penuh dan pola sebagian. Pada pola penuh ditemukan sebanyak 47 data dan pada pola sebagian ditemukan sebanyak 25 data. Hasil analisis pola sebagian yang sesuai dengan teori Kridalaksana ada 10 data dan 15 data termasuk ke dalam pola baru. Sementara itu, hasil analisis pola sebagian yang sesuai dengan teori Kridalaksana ada 29 data dan 84 data termasuk ke dalam pola baru. Seluruh data yang telah dikumpulkan dapat dikelompokkan menjadi tujuh medan makna sesuai dengan kelas terapinya. Pengelompokan tersebut mengacu pada kepemilikan komponen makna yang sama. Adapun pemahaman masyarakat Indonesia terhadap penamaan obat bebas masih rendah. Hal ini ditandai dengan banyaknya reponden yang tidak mengetahui nama obat bebas, yaitu sebanyak 3.108 jawaban yang menyatakan tidak tahu. Berdasarkan temuan, karakteristik dan pola pembentukan obat bebas dalam bahasa Indonesia cenderung konsisten karena terdapat data nama obat yang menggunakan pola dalam penamaannya. Adanya pola ini dapat memudahkan masyarakat dalam mengenali dan mengingat nama obat tersebut.;--- Along with the development of the age, drug brands are growing rapidly so often found some drugs that are not consistent in naming them and tend to lead to confusion. This study aims to describe (1) the result of free drug naming classification, (2) pattern of word formation, (3) meaning field, and (4) public perception about the names of over-the-counter medicines. The method used in this research is qualitative method. Data collection techniques used in this study are documentation and questionnaire techniques. Documentation techniques are used for data collection, while the questionnaire technique is used to find out the public understanding of the naming of over-the-counter drugs. The findings of this study indicate that 87 medication name data collected belong to drug classification by trade name. There are 49 data of which have the same content, but packed with different trade names. Based on the pattern of its formation, there are 74 data belonging to the patterned naming and as many as 16 data belonging to the nameless pattern. Pattern naming data is divided into two parts, namely full pattern and partial pattern. In the full pattern found as many as 47 data and on the pattern of partially found as many as 25 data. The result of partial pattern analysis in accordance with Kridalaksana theory there are 10 data and 15 data included into the new pattern. Meanwhile, the results of partial pattern analysis in accordance with Kridalaksana's theory have 29 data and 84 data included into the new pattern. All data collected can be grouped into seven meaning fields according to the therapy class. The grouping refers to ownership of the same meaning component. The understanding of Indonesian society on the naming of over-the-counter drugs is still low. This is marked by the number of respondents who do not know the name of over-the-counter medicines, which is as many as 3,108 answers that states do not know. Based on the findings, the characteristics and patterns of free drug formation in Indonesian tend to be consistent because there are data of drug names using patterns in their naming. The existence of this pattern can facilitate the public in recognizing and remembering the name of the drug.

Item Type: Skripsi,Tesis,Disertasi (S1)
Additional Information: No Panggil : S BSI APR p-2017; Pembimbing I. Nuny Sulistiany Idris, II. Mahmud Fasya; Nim: 1303436
Uncontrolled Keywords: penamaan obat bebas, pembentukan kata, medan makna, persepsi masyarakat, naming of over the counter medicines, the mean field, the public's understanding.
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
P Language and Literature > P Philology. Linguistics
Divisions: Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni > Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia > Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia (nonpendidikan)
Depositing User: DAM staf
Date Deposited: 14 Dec 2018 07:52
Last Modified: 14 Dec 2018 07:52
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/32626

Actions (login required)

View Item View Item