MAKNA KONSEP DIRI REMAJA DARI KELUARGA BERCERAI : Studi Kasus terhadap Remaja Anggota Klub Motor ‘Skak Matic’ di Kota Bekasi

Alfonso, Calvin (2017) MAKNA KONSEP DIRI REMAJA DARI KELUARGA BERCERAI : Studi Kasus terhadap Remaja Anggota Klub Motor ‘Skak Matic’ di Kota Bekasi. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img] Text
S_IKOM_1303936_Title.pdf

Download (159kB)
[img] Text
S_IKOM_1303936_Abstract.pdf

Download (218kB)
[img] Text
S_IKOM_1303936_Table_of_content.pdf

Download (226kB)
[img] Text
S_IKOM_1303936_Chapter1.pdf

Download (277kB)
[img] Text
S_IKOM_1303936_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (512kB)
[img] Text
S_IKOM_1303936_Chapter3.pdf

Download (309kB)
[img] Text
S_IKOM_1303936_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (1MB)
[img] Text
S_IKOM_1303936_Chapter5.pdf

Download (215kB)
[img] Text
S_IKOM_1303936_Bibliography.pdf

Download (230kB)
[img] Text
S_IKOM_1303936_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (202kB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Penelitian tentang makna konsep diri remaja dari keluarga bercerai anggota klub motor Skak Matic di Kota Bekasi merupakan penelitian di bidang Ilmu Komunikasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana seorang remaja dari keluarga bercerai memaknai dirinya dan sebesar apa dampak perceraian yang dialami oleh kedua orangtuanya mempengaruhi pembentukan konsep diri remaja tersebut melalui proses komunikasi dan interaksinya sehari-hari dengan orang-orang disekitarnya. Penelitian ini penting dilakukan karena beberapa alasan. Pertama, perceraian merupakan salah satu permasalahan terbesar dalam kesejahteraan rumah tangga di Indonesia, hal ini dapat dilihat dari tingginya kenaikan angka perceraian yang mencapai 16-20 persen berdasarkan data yang didapat sejak tahun 2009 hingga 2016. Tahun 2013 lalu, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sudah mengabarkan soal angka perceraian di Indonesia yang menduduki peringkat tertinggi di Asia Pasifik. Dan angka perceraian tersebut tak kunjung menurun di tahun-tahun berikutnya. Kedua, anak merupakan korban sesungguhnya dalam sebuah perceraian karena di usia mereka yang masih kecil, mereka harus melihat kedua orang tua mereka terlibat percekcokan dalam intensitas yang cukup tinggi, hingga akhirnya bercerai dan hal ini tentunya akan berdampak besar bagi perkembangan psikologis mereka. Data yang didapat pada penelitian ini akan diolah menggunakan metode studi kasus.----- Research about the meaning of teen’s self-concept from a divorced family who became the members of Skak Matic motorcycle club in Bekasi City is a research in the field of Communication Study. This study was conducted to find out how a teenager from a divorced family interpreted himself and how much the impact of they parents’ divorced affect to their self-concept through the process of communication and daily interaction with the people around them. This research is important for several reasons. First, divorce is one of the biggest problems in the welfare of households in Indonesia, this can be seen from the high increase in divorce rate reaching 16-20 percent based on data obtained from 2009 to 2016. In 2013, the National Population and Family Planning Agency has been preaching about the divorce rate in Indonesia which ranks highest in Asia Pacific. And the divorce rate has not declined in the following years. Second, children are the real victims in a divorce because in their young age, they should see their parents engage in a high intensity quarrel until they divorce and this will certainly have a major impact on their psychological development. The data obtained in this study will be processed using case study method.

Item Type: Skripsi,Tesis,Disertasi (S1)
Additional Information: No. Panggil: S IKOM ALF m-2017 ; Pembimbing: I. Elly Malihah, II. Atie Rachmiatie ; NIM: 1303936
Uncontrolled Keywords: Studi Kasus, Konsep Diri, Remaja, Keluarga Bercerai. Case Study, Self Concept, Adolescents, Family Divorced.
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman
Divisions: Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial > Ilmu Komunikasi
Depositing User: Mr. Arif Rezkyana Nugraha
Date Deposited: 07 Dec 2018 02:12
Last Modified: 07 Dec 2018 02:12
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/32529

Actions (login required)

View Item View Item