PENGARUH MODEL LATIHAN BRAIN JOGGING DAN TINGKAT POTENSI INTELEGENSI (IQ) TERHADAP PENINGKATAN KONSENTRASI ATLET PADA CABANG OLAHRAGA BOLABASKET

Awwaludin, Putriana Nurmansyah (2017) PENGARUH MODEL LATIHAN BRAIN JOGGING DAN TINGKAT POTENSI INTELEGENSI (IQ) TERHADAP PENINGKATAN KONSENTRASI ATLET PADA CABANG OLAHRAGA BOLABASKET. S2 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img] Text
T_POR_1502604_Title.pdf

Download (218kB)
[img] Text
T_POR_1502604_Abstract.pdf

Download (141kB)
[img] Text
T_POR_1502604_Table_Of_Content.pdf

Download (146kB)
[img] Text
T_POR_1502604_Chapter1.pdf

Download (307kB)
[img] Text
T_POR_1502604_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (669kB)
[img] Text
T_POR_1502604_Chapter3.pdf

Download (369kB)
[img] Text
T_POR_1502604_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (678kB)
[img] Text
T_POR_1502604_Chapter5.pdf

Download (141kB)
[img] Text
T_POR_1502604_Bibliography.pdf

Download (279kB)
[img] Text
T_POR_1502604_Appendix1.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (260kB)
[img] Text
T_POR_1502604_Appendix2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (222kB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Kelemahan yang sering terjadi pada saat pertandingan bolabasket disebabkan karena kurangnya konsentrasi dan hilangnya perhatian bahkan tidak fokus pada atlet. Hal tersebut menandakan lemahya tingkat konsentrasi yang dimiliki oleh seorang atlet. Model latihan khusus untuk meningkatkan konsentrasi seorang atlet sangatlah penting. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya perbedaan maupun interaksi dari hasil model latihan brain jogging intensitas tinggi dan brain jogging intensitas rendah dengan potensi intelegensi (IQ) pada kelompok yang memiliki tingkat potensi intelegensi (IQ) tinggi dan intelegensi (IQ) rendah terhadap peningkatan konsentrasi atlet pada cabang olahraga bolabasket. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan 2 × 2. Populasi pada penelitian ini adalah atlet bolabasket tim Putri dengan pengambilan sampel melalui teknik sampel jenuh sebanyak dua puluh orang dari seluruh atlet bolabasket Putri UPI Bandung. Untuk mendapatkan kelompok eksperimen, peneliti mengunakan random selection and random Assigment, sehingga terbagi menjadi empat kelompok. Pengolahan dan analisis data menggunakan statistik deskriptif untuk menguji hipotesis dengan teknik analisis varian dua jalur (Two-Way-ANOVA) dan menggunakan uji Tukey untuk menguji perbedaan antar kelompok. Hasil penelitian menunjukan bahwa model latihan brain jogging intensitas tinggi lebih baik dibandingkan dengan intensitas rendah terhadap peningkatan konsentrasi. Namun demikian, model latihan brain jogging berinteraksi dengan potensi intelegensi (IQ) yang melekat pada subjek yang memberikan perbedaan pengaruh terhadap peningkatan konsentrasi, dimana brain jogging intensitas tinggi lebih baik dengan intensitas rendah pada kelompok potensi intelegensi (IQ) tingkat tinggi, dan terjadi sebaliknya, brain jogging intensitas rendah lebih baik dibandingkan dengan yang tinggi terhadap peningkatan konsentrasi atlet pada potensi intelegensi (IQ) rendah.;---The common weakness of basketball is due to the lack of concentration and loss attention, even loss focus on athletes. This indicates the lack of concentration levels of athletes. A particular training model to improve an athlete's concentration is very important. Therefore, the purpose of this research were to know the difference and interaction of high-intensity brain jogging and low-intensity brain jogging model results with the intelligence potential (IQ) in groups with high-intelligence (IQ) and low-intelligence (IQ) to the improvement of athletes concentration in basketball sport. The method used in this study was an experimental with 2 × 2. The population in this study was twenty women basketball UPI athletes through saturated samples (census) sampling technique. To get the experimental group, the researcher used random selection and random assignment, so it was divided into four groups. Statistic descriptive was used in processing and analysing the data to examined the hypothesis with two way variants analysis (two-way-ANOVA), and Tukey test to examined the difference between groups. The results showed that high-intensity brain jogging model was better than low-intensity brain jogging model in concentration improvement. However, the brain jogging training model interacted with the potential of intelligence (IQ) which attached to subjects that have different effects on the concentration improvement, that high-intensity brain jogging was better with low- intensity in the high-potential intelligence group (IQ), and vice versa, Low-intensity brain jogging was better than high-inteensity in athletes concentration improvement with low-intelligence potential (IQ).

Item Type: Skripsi,Tesis,Disertasi (S2)
Additional Information: No. Panggil : T POR AWW p-2017; Pembimbing : I. Komarudin, II. Tatang Muhtar; NIM : 1502604.
Uncontrolled Keywords: Brain Jogging, Intelegensi (IQ), Konsentrasi, Bolabasket, Brain Jogging, Intelligence (IQ), Concentration, Basketball.
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions: Sekolah Pasca Sarjana > Pendidikan Olahraga S-2
Depositing User: DAM staf
Date Deposited: 04 Dec 2018 02:58
Last Modified: 04 Dec 2018 02:58
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/32417

Actions (login required)

View Item View Item