REFORMASI GEREJA DI INGGRIS PADA TAHUN 1529-1534: Suatu Kajian Tentang Latar Belakang Pembentukan Gereja Anglikan Di Inggris

Maysyaroh, Pipit (2017) REFORMASI GEREJA DI INGGRIS PADA TAHUN 1529-1534: Suatu Kajian Tentang Latar Belakang Pembentukan Gereja Anglikan Di Inggris. Other thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img] Text
S_SEJ_1001893_Title.pdf

Download (153kB)
[img] Text
S_SEJ_1001893_Table_of_Content.pdf

Download (255kB)
[img] Text
S_SEJ_1001893_Abstract.pdf

Download (340kB)
[img] Text
S_SEJ_1001893_Chapter 1.pdf

Download (588kB)
[img] Text
S_SEJ_1001893_Chapter 2.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (614kB)
[img] Text
S_SEJ_1001893_Chapter 3.pdf

Download (523kB)
[img] Text
S_SEJ_1001893_Chapter 4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (658kB)
[img] Text
S_SEJ_1001893_Chapter 5.pdf

Download (481kB)
[img] Text
S_SEJ_1001893_Bibliography.pdf

Download (498kB)
[img] Text
S_SEJ_1001893_Appendix.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Skripsi ini berjudul “Reformasi Gereja Di Inggris Pada Tahun 1529-1534: Suatu Kajian Tentang Latar Belakang Pembentukan Gereja Anglikan Di Inggris”. Hal yang melatar belakangi penelitian ini adalah ketertarikan peneliti terhadap karakteristik dari Reformasi Gereja di Inggris yang berbeda dari reformasi di negara lain. Terdapat empat pertanyaan pokok penelitian yaitu, (1) Bagaimana keadaan Gereja Inggris sebelum Reformasi Gereja tahun 1534? (2) Apa saja yang menjadi faktor-faktor terjadinya Reformasi Gereja di Inggris tahun 1534? (3) Bagaimana proses pemisahan diri gereja Inggris dari Gereja Roma dalam Reformasi Gereja di Inggris tahun 1534? (4) Bagaimana dampak dari Reformasi Gereja di Inggris pada tahun 1534? Tujuan utama dilakukannya penelitian ini ialah mendeskripsikan apa yang terjadi selama proses Reformasi Gereja di Inggris yang berlangsung pada tahun 1534. Penelitian ini menggunakan metode historis yang terdiri dari heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Pembahasan yang dilakukan dalam penulisan skripsi ini menggunakan teknik studi literatur. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dari studi literature, ditemukan bahwa, satu, keadaan gereja di Inggris sangat buruk. Korupsi, demoralisasi, serta veneration of relics menjadi sebuah budaya. Dua, penolakan Paus Klemens VII untuk membatalkan pernikahan Raja Henry VIII merupakan pemicu dari pelepasan diri dari Gereja Roma. Tiga, proses pemisahan dilakukan melalui Parlemen Reformasi yang mengeluarkan sejumlah undang-undang. Keluarnya The Act of Supremacy menjadikan ia sebagai penguasa tunggal atas Kerajaan Inggris dan Gereja Anglikan, yang memiliki karakteristik berbeda dari Protestan dan Katolik. Empat, dampak yang paling besar ialah krisis keagamaan yang terjadi di sepanjang kekuasaan Dinasti Tudor, serta Kerajaan Inggris menjadi sebuah negara dengan kedaulatan yang utuh.---------- This research was entitled "Church Reform in England In 1529-1534: A Study of the Background of Establishment of Anglican Church in Britain". The difference in characteristics of church reform in England is the background of this research. There are four main questions of research: (1) What was the situation of the Church of England before the Church Reform of 1534? (2) What were the factors of the Church's Reformation in England in 1534? (3) How was the process of secession of the Church of England from the Roman Church in the Church Reformation of England in 1534? (4) How was the impact of the Church Reformation in England in 1534? The main purpose of this research is to describe what happened during the Church Reformation process in Britain which took place in 1534. This study uses historical methods consisting of heuristics, criticism, interpretation and historiography. Based on research results, it was found that, one, the church situation in England is very bad. Corruption, demoralization, and veneration of relics become a culture. Two, Clement VII's refusal to annul the marriage of King Henry VIII was the trigger of secession. Three, the process of separation is done through the Reform Parliament. The Act of Supremacy makes him the sole ruler of the Kingdom of England and Anglican Church. Four, the greatest impact was the religious crisis that occurred along the Tudor Dynasty, and the Kingdom of England became a country with complete sovereignty.

Item Type: Thesis (Other)
Additional Information: No. panggil: S SEJ MAY r-2017 Nama Pembimbing:I. Nana Supriatna II. Achmad Iriyadi NIM: 1001893
Uncontrolled Keywords: Kerajaan Inggris, Raja Henry VIII, Dinasti Tudor, Reformasi Gereja, Gereja Anglikan, Gereja Roma, Kingdom of England, King Henry VIII, Tudor Dynasty, Reformation of Church, Anglican Church, Roman Church
Subjects: H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
Divisions: Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial > Pendidikan Sejarah
Depositing User: DAM staf
Date Deposited: 26 Sep 2018 07:23
Last Modified: 26 Sep 2018 07:23
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/31963

Actions (login required)

View Item View Item