PERKEMBANGAN TRADISI MISALIN DI CIMARAGAS KABUPATEN CIAMIS: SEBUAH KAJIAN HISTORIS TAHUN 1991 – 2016

Hidayat, Edi (2017) PERKEMBANGAN TRADISI MISALIN DI CIMARAGAS KABUPATEN CIAMIS: SEBUAH KAJIAN HISTORIS TAHUN 1991 – 2016. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img] Text
S_SEJ_1206234_Title.pdf

Download (403kB)
[img] Text
S_SEJ_1206234_Table_o_content.pdf

Download (305kB)
[img] Text
S_SEJ_1206234_Abstract.pdf

Download (401kB)
[img] Text
S_SEJ_1206234_Chapter 1.pdf

Download (446kB)
[img] Text
S_SEJ_1206234_Chapter 2.docx.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (645kB)
[img] Text
S_SEJ_1206234_Chapter 3.pdf

Download (311kB)
[img] Text
S_SEJ_1206234_Chapter 4.docx.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (1MB)
[img] Text
S_SEJ_1206234_Chapter 5.docx.pdf

Download (416kB)
[img] Text
S_SEJ_1206234_Bibliography.docx.pdf

Download (420kB)
[img] Text
S_SEJ_1206234_ Appendix.docx.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (1MB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Skripsi ini berjudul “Perkembangan Tradisi Misalin Di Cimaragas Kabupaten Ciamis: Sebuah Kajian Historis Tahun 1991-2016”. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana eksistensi tradisi misalin di tengah cepatnya arus globalisasi. Tradisi misalin sarat akan kearifan lokal sehingga masyarakat Cimaragas tetap melaksanakannya secara turun-temurun. Hal tersebut menyebabkan penulis berkeinginan untuk mengkaji lebih dalam mengenai tradisi misalin, dengan rumusan masalah sebagai berikut: (1) Bagaimana asal mula lahirnya tradisi misalin? (2) Bagaimana proses pelaksanaan tradisi misalin? (3) Bagaimana perkembangan tradisi misalin dalam kurun waktu 1991-2016? (4) Apa saja upaya-upaya yang dilakukan oleh pelaku, pemerintah dan masyarakat untuk melestarikan tradisi misalin? Metode historis dipilih dalam penelitian ini karena konteks penelitian ini mejelaskan konteks ruang/peristiwa dan waktu, langkah-langkah sebagai berikut: (1) Heuristik (2) Kritik Sumber (3) Interpretasi (4) Historiografi. Teknik yang dilakukan oleh penulis dalam penelitian ini adalah studi literatur, wawancara dan studi dokumentasi. Teknik wawancara tersebut melalui sejarah lisan (oral history) dan tradisi lisan (oral tradition) terhadap pelaku atau narasumber yang mengetahui, mengalami dan mengerti mengenai peristiwa yang dikaji. Adapun hasil dari penelitian yang didapat yaitu: Realitas sosial masyarakat Cimaragas melaksanakan tradisi misalin bermula dari kebiasaan nyekar Sanghyang Cipta Permana ke patilasan ayahnya di Bagolo yang terdapat dalam cerita rakyat Sanghyang Cipta Permana Prabu Digaluh Salawe. Dalam cerita itu turut pula diceritakan akan prosesi masuknya islam ke wilayah Galuh Gara Tengah. Tradisi misalin menjadi suatu acara yang kental akan unsur agama dan kepercayaan. Tradisi misalin yang awalnya tertutup, pada kurun waktu tahun 1991 sampai sekarang menjadi terbuka untuk umum, hal itu tidak bisa dilepaskan dari perubahan sosial yang terjadi di dalam masyarakat Cimaragas. Bagaimana perubahan organisasi sosial, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, mobilitas masyarakat, menjadi daya dorong terjadinya perkembangan di dalam tradisi misalin. Meskipun terjadi perubahan sosial di dalam masyarakat, tidak terlalu berdampak pada rangkaian prosesi inti tradisi misalin yang meliputi acara kuramasan, pembacaan rajah dan pasaduan sejarah singkat raja-raja Galuh, tawasul, musofahah adalah rangkaian yang rutin ada di dalam acara dari waktu kewaktu. Peran pelaku, pemerintah dan masyarakat sangat membantu dalam eksisternsi tradisi misalin dalam kurun waktu 1991-2016. Langkah nyata yang di ambil pelaku dalam melestarikan tradisi misalin diantaranya mendidirkan wadah untuk pelestarian budaya, mengikut sertakan berbagai tingkatan umur, golongan di dalam acara dan kepanitiaan, menjalin komunikasi dengan berbagai intansi dan perorangan. Peran pemerintah sangat terlihat di dalam melegalkan kegiatan yang bersifat administrativ, melakukan pembinaan yang berhubungan dengan kebijakan negara dan pendanaan. Sedangkan peran masyarakat terlihat dalam urusan membantu materi dan pelaksanaan kegiatan.----------This research entitled "The Development of Misalin Tradition in Cimaragas Ciamis Regency: A Historical Study Year 1991-2016”. This research aims to explain how the existence of the misalin tradition in the midst of the rapid flow of globalization. The misalin tradition is full of local wisdom so that Cimaragas community keeps executing it from generation to generation. This causes the researcher to find out the misalin tradition more deeply, with the following formulation of problems: (1) How is the birth of the misalin tradition? (2) How is the process of implementing the misalin tradition? (3) How is the development of misalin tradition in the period 1991-2016? (4) What are the efforts executed by the doers, government and community to preserve the misalin tradition? The historical method was chosen in this study for the reason the context of this research explains the context of space / event and time, the steps are as follow: (1) Heuristics (2) Source Criticism (3) Interpretation (4) Historiography. Data collection techniques in this research are literature study, interview and documentation study. The interview techniques were through oral history and oral tradition towards the doers or the interviewees knowing, experiencing, and understanding the studied-event. The results showed that the social realities of the Cimaragas community carry out the misalin tradition of the nyekar custom of Sanghyang Cipta Permana to his father’s patilasan in Bagolo included in folklore Sanghyang Cipta Permana Prabu Digaluh Salawe. In the story it was also shared the procession of the entry of Islam into Galuh Gara Tengah region. Misalin tradition becomes an event that is thick of religious elements and beliefs. Misalin tradition that was formerly closed, in the period of 1991 until now became open to the public, it can not be separated from the social changes that occur in Cimaragas community. How social organizational change, the advancement of science and technology, the mobility of community, becomes the encouragement the misalin-tradition development. Despite the social changes in society, there is not much impact on series of main processions of misalin traditions including the kuramasan event, rajah readings and short history of Galuh kings, tawasul, musofahah is a routine event present in the event from time to time. The role of the doers, government and community is helpful for the existence of misalin tradition in the period 1991-2016. The concrete steps taken by the doers in preserving the misalin tradition are to provide a container for cultural preservation, to involve various age levels, classes in events and committees, to establish communication with various institutions and individuals. The role of government is aggregately visible in legalizing administrative activities, conducting coaching related to state policy and funding. On the one hand, the role of community is seen in the matter of assisting in the material and the implementation of activities.

Item Type: Skripsi,Tesis,Disertasi (S1)
Additional Information: No. Panggil : S SEJ HID p-2017 ; Pembimbing : I. Ayi Budi Santusa, II. Syarif Mouis; NIM : 1206234
Uncontrolled Keywords: Tradisi Misalin, Sanghyang Cipta Permana, Cimaragas, Misalin Tradition, Sanghyang Cipta Permana, Cimaragas.
Subjects: D History General and Old World > D History (General)
D History General and Old World > DS Asia
Divisions: Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial > Pendidikan Sejarah
Depositing User: DAM staf
Date Deposited: 26 Sep 2018 02:32
Last Modified: 26 Sep 2018 02:32
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/31646

Actions (login required)

View Item View Item