INTIMACY PADA PASANGAN YANG MENIKAH MELALUI PROSES TA’ARUF : Studi Kasus pada Dua Pasangan yang Menikah pada Fase Dewasa Awal di Kota Bandung

Febrina, Dilla Tria (2013) INTIMACY PADA PASANGAN YANG MENIKAH MELALUI PROSES TA’ARUF : Studi Kasus pada Dua Pasangan yang Menikah pada Fase Dewasa Awal di Kota Bandung. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
S_PSI_0908985_Title.pdf

Download (407kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_PSI_0908985_Abstract.pdf

Download (197kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_PSI_0908985_Table of Content.pdf

Download (202kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_PSI_0908985_Chapter1.pdf

Download (418kB) | Preview
[img] Text
S_PSI_0908985_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (489kB)
[img]
Preview
Text
S_PSI_0908985_Chapter3.pdf

Download (356kB) | Preview
[img] Text
S_PSI_0908985_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (978kB)
[img]
Preview
Text
S_PSI_0908985_Chapter5.pdf

Download (207kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_PSI_0908985_Bibliography.pdf

Download (378kB) | Preview
[img] Text
S_PSI_0908985_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (248kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran intimacy pada pasangan yang menikah di fase dewasa awal dilihat dari alasan menikah, gambaran intimacy dan permasalahan, proses pemenuhan ketujuh dimensi intimacy, dan faktor-faktor yang memengaruhi intimacy. Intimacy adalah suatu hubungan afiliasi dengan menyatukan identitas dua individu yang terwujud dengan adanya keterbukaan diri, saling berbagi baik mengenai perasaan, pemikiran, dan rela berkorban untuk saling menerima serta menghargai satu sama lain sehingga dapat mempertahankan komitmen yang telah disepakati. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek dalam penelitian ini diambil secara purposive, yaitu dua pasangan suami-istri yang menikah di usia 21-22 tahun melalui proses ta’aruf di kota Bandung. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara mendalam, serta divalidasi dengan teknik triangulasi dan member check. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa pada dua pasangan, baik Ca dan Fu maupun Su dan Li memiliki persamaan dan perbedaan dalam alasan menikah, gambaran intimacy dan permasalahan, proses pemenuhan ketujuh dimensi intimacy, dan faktor-faktor yang memengaruhi intimacy. Saran dari hasil penelitian ini, bahwa dua pasangan diharapkan dapat saling mengkomunikasikan atau saling meningkatkan keterbukaan diri mengenai kebutuhan intimacy yang dimiliki agar pasangan dapat saling menyesuaikan diri sehingga intimacy yang terjalin tetap stabil dan harmonis. Kata kunci: intimacy, dewasa awal, ta’aruf

Item Type: Skripsi,Tesis,Disertasi (S1)
Subjects: Universitas Pendidikan Indonesia > Fakultas Ilmu Pendidikan > Program Studi Psikologi
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan > Program Studi Psikologi
Depositing User: DAM STAF Editor
Date Deposited: 18 Nov 2013 01:50
Last Modified: 18 Nov 2013 01:50
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/3147

Actions (login required)

View Item View Item