PSYCHOLOGICAL WELL-BEING ORANG TUA ANAK TUNARUNGU DI KOTA BANDUNG

Sari, Dina Meyraniza (2013) PSYCHOLOGICAL WELL-BEING ORANG TUA ANAK TUNARUNGU DI KOTA BANDUNG. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
S_PSI_0806634_Title.pdf

Download (485kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_PSI_0806634_Abstract.pdf

Download (255kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_PSI_0806634_Table_of_Content.pdf

Download (317kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_PSI_0806634_Chapter1.pdf

Download (286kB) | Preview
[img] Text
S_PSI_0806634_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (371kB)
[img]
Preview
Text
S_PSI_0806634_Chapter3.pdf

Download (499kB) | Preview
[img] Text
S_PSI_0806634_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (1MB)
[img]
Preview
Text
S_PSI_0806634_Chapter5.pdf

Download (185kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_PSI_0806634_Bibliography.pdf

Download (212kB) | Preview
[img] Text
S_PSI_0806634_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran umum psychological well-being, gambaran psychological well-being ditinjau dari aspek demografis, dan gambaran karakteristik orang tua anak tunarungu yang memiliki tingkat psychological well-being tinggi dan rendah ditinjau dari dimensi psychological well-being orang tua anak tunarungu di Kota Bandung. Sampel penelitian adalah 36 orang tua anak tunarungu kelas satu SD tahun ajaran 2012/2013. Metode penelitian yang digunakan adalah kombinasi pendekatan penelitian kuantitatif dan kualitatif dengan desain atau model penelitian yang digunakan adalah dominant-less dominant design. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan adaptasi Ryff’s Scale of Psychological Well-Being (SPWB ) serta wawancara semi terstruktur. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu: (1) Secara umum, sampel memiliki tingkat psychological well-being yang sedang. (2) Tingkat psychological well-being sampel yang ditinjau dari aspek demografis terdiri dari: a) Tingkat psychological well-being sampel berjenis kelamin laki-laki dan perempuan adalah sedang, b) Sampel berusia antara 41-60 tahun memiliki tingkat psychological well-being yang lebih baik dari pada sampel dengan kategori usia lainnya, c) Tingkat psychological well-being sampel penelitian dengan status menikah adalah sedang, d) Tingkat psychological well-being sampel berpendidikan SD dan S1 lebih tinggi dari pada sampel dengan kategori tingkat pendidikan lainnya, e) Sampel dengan pendapatan antara Rp. 2.000.000- Rp. 2.900.000 memiliki tingkat psychological well-being yang lebih baik dari pada sampel dengan kategori pendapatan lainnya, f) Tingkat psychological well-being sampel berstatus bekerja dan tidak bekerja adalah sedang, g) Tingkat psychological well-being sampel dengan taraf ketunarunguan anak profound dan severe adalah sedang. (3) a) Subjek memiliki tingkat psychological well-being tinggi karena mampu memberi serta menerima dalam menjalin hubungan yang hangat, memuaskan, dan saling mempercayai dengan orang lain; cukup mandiri dan memiliki determinasi diri; mampu mengefektifkan penggunaan peluang yang ada disekitar; memiliki sasaran dan tujuan yang ingin dicapai dalam hidup; mengembangkan dan memperluas diri seiring berjalannya waktu. b) Subjek memiliki tingkat psychological well-being rendah karena merasa terganggu dengan kualitas diri; memiliki sedikit sekali hubungan yang dekat dan saling mempercayai; kurang mampu mengatasi tekanan sosial; kurang memiliki makna hidup dan rasa keterarahan; menujukkan adanya stagnasi diri dalam pengembangan untuk diri sendiri. Rekomendasi dari peneliti untuk pihak terkait antara lain: (1) Untuk para orang tua diharapkan membentuk forum komunikasi orang tua anak tunarungu se-Kota Bandung untuk berbagi dan membentuk program. (2) Untuk Sekolah diharapkan membentuk program yang diharapakan mengambangkan potensi anak dan orang tua (3) bagi peneliti selanjutnya dapat dijadikan sumber rujukan tambahan untuk melakukan penelitian, baik mengenai psychological well-being maupun mengenai orang tua anak tunarungu. Kata kunci: Psychological Well-Being , orang tua, anak tunarungu, aspek demografis The purposes of this research were to see the general image of psychological well-being, the general image of psychological well-being considered from demographic aspects, and to see characteristic samples with high and low level of psychological well-being considered dimensions of psychological well-being from parents with hearing impairment children. Samples of this research were hearing impairment first grader childrens’s parent in 2012/2013 academic years in Bandung City. This research used combined qualitative and quantitative designs method with dominant-less dominant design research model. Data collecting instruments were Scale of Psychological Well-Being (SPWB) and semistructure interview guide. The results of this research are : (1) Generally, sampels had medium psychological well-being level. (2) Generally, level of psychological well-being considered from demographic aspect were: a) Sample with man and woman had medium psychological well-being level, b) Sample with age between 41-60 years old had higher psychological well-being level, c) Sample with marital status had medium psychological well-being level, d) Sample with elementary level and BA degree of education had higher psychological well-being level. e) Sample with income Rp. 2.000.000- Rp. 2.900.000 had also higher psychological well-being level,f) Sample with employed and unemployed status had medium psychological well-being level,g) sample with children in profound and severelevel of hearing impairment had medium psychological well-being level.(3). a) Subject with higher psychological well-being level becaused he had ability to accept and giving in warm relationship building, satisfying, and trust with each other, independent enough and had self determination, be able to use chance as effective as possible, had target to achieve in life, developed and expanded his self within time. b) Subject with lower psychological well-being level becaused she annoyanced with self quality, had very few of close and trusted relationship, couldn’t face social pressure, had very few of life meaning and feels of guidance, showed self stagnation in self development. Recommendation to related parties were : (1) Parents should have making communication forum of parents with hearing impairment children in Bandung City for sharing or making development program ,2) School were expected to consider psychological well-being aspect in making program for developing parent potential and fulfill the needs of parent with hearing impairment children,3) future researchers are exptected to use resultsas research material, focused on whether psychological well-being or parent with hearing impairment children. Keywords: Psychological well-being, parent, hearing impairment children, demographic aspect.

Item Type: Skripsi,Tesis,Disertasi (S1)
Subjects: Universitas Pendidikan Indonesia > Fakultas Ilmu Pendidikan > Program Studi Psikologi
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan > Program Studi Psikologi
Depositing User: Riki N Library ICT
Date Deposited: 12 Nov 2013 08:28
Last Modified: 12 Nov 2013 08:28
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/3070

Actions (login required)

View Item View Item