STUDI KOMPARASI DAYA TARIK WISATA CURUG DI KABUPATEN SUKABUMI

Hisbilah, Robi (2017) STUDI KOMPARASI DAYA TARIK WISATA CURUG DI KABUPATEN SUKABUMI. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
S_GEO_1305599_Title.pdf

Download (91kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_GEO_1305599_Abstract.pdf

Download (151kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_GEO_1305599_Table_of_content.pdf

Download (154kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_GEO_1305599_Chapter1.pdf

Download (358kB) | Preview
[img] Text
S_GEO_1305599_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (277kB)
[img]
Preview
Text
S_GEO_1305599_Chapter3.pdf

Download (495kB) | Preview
[img] Text
S_GEO_1305599_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (1MB)
[img]
Preview
Text
S_GEO_1305599_Chapter5.pdf

Download (144kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_GEO_1305599_Bibliography.pdf

Download (207kB) | Preview
[img] Text
S_GEO_1305599_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (733kB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Kabupaten Sukabumi sebagai salah satu daerah tujuan wisata di Jawa Barat, memiliki potensi daya tarik pariwisata, salah satunya daya tarik wisata Curug. Berdasarkan data Disparbudpora Kabupaten Sukabumi, terdapat lima objek wisata Curug yaitu Curug Cikaso, Curug Pareang, Curug Cibereum, Curug Cimanaracun dan Curug Sawer, serta tiga diantaranya merupakan objek penelitian.Curug Cibereum merupakan objek wisata yang paling tinggi jumlah kunjungan wisatawannya. Sedangkan Curug Cikaso kedua tertinggi dan Curug Pareang terendah. Dilihat dari jarak Curug Cikaso merupakan yang terjauh dibandingkan dengan Curug Pareang dan Curug Cibereum. Berbeda dengan Curug Pareang yang merupakan satu jalur dengan Curug Cikaso dan dekat dengan Pusat Kota Sukabumi, akan tetapi memiliki jumlah kunjungan wisatawan yang rendah. Penelitian ini bermaksud mengkomparasikan ketiga objek wisata Curug dengan melihat dari karakteristik wisatawan, perbedaan daya tarik wisata dan dukungan masyarakat dalam meningkatkan daya tarik wisata, sehingga dapat diketahui perbedaan nilai kemenarikan masing-masing objek wisata. Metode yang digunakan metode deskriptif. Sampel penelitian menggunakan insidental sampling dengan jumlah porsi 100 responden wisatawan yang diambil secara random sampling. Analisis penelitian menggunakan presentase, skala likert, dan rumus kemenarikan wisata model Fishbein dan Rosenberg (2007). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapatnya perbedaan daya tarik wisata diantara ketiganya. Dilihat dari objek dan daya tarik wisata Curug Cibereum memiliki nilai kemenarikan tertinggi, kedua Curug Cikaso dan terendah Curug Pareang. Berdasarkan indikator aksesbilitas, akomodasi dan fasilitas Curug Cibereum memiliki kriteria sangat kuat dibandingkan dengan Curug Cikaso dan Curug Pareang yang memiliki kriteria Kuat. Sedangkan untuk indikator aksesbilitas Curug Cikaso memiliki kriteria kuat dan Curug Pareang memiliki kriteria Cukup. Selain itu dukungan masyarakat yang diberikan ketiga objek wisata Curug menunjukkan keterlibatan masyarakat dalam melaksanakan partisipasi sapta pesona, kontribusi harta, tenaga, partisipasi pikiran dan partisipasi keterampilan. Kata Kunci : Daya Tarik Wisata, Dukungan Masyarakat, Wisatawan Sukabumi district as a tourist destination in West Java, has a potential tourist attraction, one tourist attraction of Curug. Based on data Disparbudpora Sukabumi, there are five attractions of Curug namely is, Curug Cikaso, Curug Pareang, Curug Cibereum, Curug Cimanaracun and Curug Sawer, and three of them are objects research. Of Curug Cibereum Attraction is the highest number of tourists. While the second of Curug Cikaso, and Curug Pareang is the lowest. Seen from a distance is the farthest of Curug Cikaso compared with of Curug Pareang and Curug Cibereum. Unlike the of Curug Pareang which is one lane with of Curug Cikaso and close to Sukabumi City, but has a low number of tourist visits. This research was intended to compare the three attractions of Curug with a view of the traveler characteristics, differences tourist attraction and community support in improving tourist attraction, so it can be the difference of the attractiveness of each attraction. The method used descriptive method. The research sample using incidental sampling with 100 respondents rating the portion taken by random sampling. Analysis of research used percentages, Likert scale, and tourist attractiveness of the formula Fishbein models and Rosenberg (2007). The results showed that the presence of differences among the three major tourist attraction. Judging from the object and attractions of Curug Cibereum attractiveness of the highest value, the lowest of Curug Cikaso and Curug Pareang. Based on indicators of accessibility, accommodation and facilities of Curug Cibereum have very strong criteria compared with of Curug Cikaso and Curug Pareang which have strong criteria. As for the indicators of accessibility criteria of Curug Cikaso powerful and of Curug Pareang criteria enough. In addition to the community support given three attractions of Curug demonstrate community involvement in implementing stepping participation, contribution of assets, personnel, participation of mind and participation skills. Keywords: Travel Attractions, Community Support, Travelers

Item Type: Skripsi,Tesis,Disertasi (S1)
Additional Information: No. Panggil: S_GEO_HIS_s-2017; Pembimbing : I.Enok Maryani, II.Bagja Waluya
Uncontrolled Keywords: Daya Tarik Wisata, Dukungan Masyarakat, Wisatawan
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General)
H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor
L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial > Pendidikan Geografi
Depositing User: Mr. Cahya Mulyana
Date Deposited: 11 Apr 2018 03:19
Last Modified: 11 Apr 2018 03:19
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/29641

Actions (login required)

View Item View Item