GAMBARAN TINGKAT STRES DAN INDIKATOR STRES PADA REMAJA YANG MELAKUKAN PERNIKAHAN DINI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PARONGPONG KABUPATEN BANDUNG BARAT

Rahmawati, Mega Nur (2017) GAMBARAN TINGKAT STRES DAN INDIKATOR STRES PADA REMAJA YANG MELAKUKAN PERNIKAHAN DINI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PARONGPONG KABUPATEN BANDUNG BARAT. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
TA_JKR_1405467_Title.pdf

Download (239kB) | Preview
[img]
Preview
Text
TA_JKR_1405467_Abstract.pdf

Download (136kB) | Preview
[img]
Preview
Text
TA_JKR_1405467_Table_of_content.pdf

Download (347kB) | Preview
[img]
Preview
Text
TA_JKR_1405467_Chapter1.pdf

Download (227kB) | Preview
[img] Text
TA_JKR_1405467_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (353kB)
[img]
Preview
Text
TA_JKR_1405467_Chapter3.pdf

Download (422kB) | Preview
[img] Text
TA_JKR_1405467_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (166kB)
[img]
Preview
Text
TA_JKR_1405467_Chapter5.pdf

Download (137kB) | Preview
[img]
Preview
Text
TA_JKR_1405467_Bibliography.pdf

Download (213kB) | Preview
[img] Text
TA_JKR_1405467_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (705kB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Remaja adalah individu yang sadang dalam tahap perkembangan transisi antara masa anak-anak dan masa dewasa awal. Masa ini merupakan masa yang penuh banyak perubahan, baik secara anatomis, fisiologis, fungsi emosional dan intelektual serta hubungan di lingkungan sosial. Remaja yang melakukan pernikahan dini tidak dapat beradaptasi dengan baik dengan lingkunganya dan situasi barunya maka beresiko mengakibatkan timbulnya stres. Gejala stres dapat menjadi masalah kesehatan yang cukup serius yang dapat menyebabkan dampak psikologis, sosial ekonomi berupa isolasi sosial, dan memperberat gejala berupa depresi. Pernikahan dini diartikan pernikahan yang pasangan masih muda dan belum bisa memenuhi persyaratan yang telah ditentukan untuk melakukan pernikahan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tingkat stres yang terjadi pada remaja yang melakukan pernikahan dini. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, dengan teknik pengumupulan data menggunkan instrument kuesioner DASS-21. Sampel yang akan diteliti adalah pasangan remaja telah menikah pada usia 16-20 tahun sebanyak 104 pasangan yang diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling dan dianalisis secara deskriptif dengan perhitungan distribusi frekuensi. Hasil penelitian didapatkan bahwa setengah dari responden (46,1%) dikelompokan dalam keadaan stres normal, hampir setengahnya dari responden (29%) dikelompokan dalam keadaan stres ringan, sebagian kecil dari responden (15,3%) dikelompokan dalam keadaan stres sedang, sebagian kecil dari responden (8,6%) dikelompokan dalam keadaan stres berat, dan sebagian kecil dari responden (1%) dikelompokan dalam keadaan stres sangat berat. Berdasarkan hasil diatas disarankan pada tempat penelitian dapat memberikan pendidikan dan penyuluhan tentang kesehatan jiwa yang sifatnya lebih individual agar dapat merubah pemikiran kearah perilaku-perilaku positif, juga sebagai tindakan preventif untuk mencegah dampak yang ditimbulkan dari pernikahan dini. ;---Teenagers are individuals who are in the developmental transition from childhood to young adults. This life phase is phase where humans experience anatomic, physiologic, emotional changes, as well as their social and intellectual idationship. Teenagers who commit early age marriage that could not adapt quite well with their new social environment may become stressful. Symptoms of stress can be quite serious health problems which can cause psychological, social and economic form of social isolation, and aggravate the symptoms of depression. Early age marriage is defined as young couples who have not met the requirements needed to get married in marriage. This research has the aim to identity the stress level happens amongst teenagers who commit early age marriage.This research uses descriptive quantitative descriptive, which uses DASS-21 questionnaire as its instrument to obtain the data. The samples for the research are 104 teenagers couples aging from 16 to 20 whi have gotr married. That are obtained through purposive sampling and analyzed in a descriptive way with the calculasion of distribution frequency. The result of the research show that a half of the participants (46,1%) are categorized into normal stress, (29%) of the respondent are is categorized into mild stress, (15,3%) of the participants are is categorized into average stress, (8,6%) are in heavily stressful category, and only 1% categorized into very heavily stressful. Based on the result, it is recommended for Parongpong community health clinics to condust a socialization about the importance of mental health so that it acts as a preventive act in preventing the stress that might appear during the early age marriage.

Item Type: Skripsi,Tesis,Disertasi (S1)
Additional Information: No. Panggil : TA JKR RAH g-2017; Pembimbing : I. Slamet Rohaedi, II. Sri Sumarlini; NIM : 1405467.
Uncontrolled Keywords: Remaja, Pernikahan Dini, Stres, Teenagers, Early Marriage, stress.
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
R Medicine > R Medicine (General)
Depositing User: Mrs. Santi Santika
Date Deposited: 20 Mar 2018 04:00
Last Modified: 20 Mar 2018 04:00
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/29130

Actions (login required)

View Item View Item