HUBUNGAN OPTIMISME DENGAN ONSET KETUNANETRAAN PADA PENYANDANG DISABILITAS NETRA DEWASA AWAL DI PSBN WYATA GUNA KOTA BANDUNG

Euis, Nurhidayati (2017) HUBUNGAN OPTIMISME DENGAN ONSET KETUNANETRAAN PADA PENYANDANG DISABILITAS NETRA DEWASA AWAL DI PSBN WYATA GUNA KOTA BANDUNG. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
S_PSI_1202160_Title.pdf

Download (464kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_PSI_1202160_Abstract.pdf

Download (61kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_PSI_1202160_Table_of_Content.pdf

Download (147kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_PSI_1202160_Chapter1.pdf

Download (152kB) | Preview
[img] Text
S_PSI_1202160_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (203kB)
[img]
Preview
Text
S_PSI_1202160_Chapter3.pdf

Download (292kB) | Preview
[img] Text
S_PSI_1202160_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (365kB)
[img]
Preview
Text
S_PSI_1202160_Chapter5.pdf

Download (61kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_PSI_1202160_Bibliography.pdf

Download (149kB) | Preview
[img] Text
S_PSI_1202160_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (1MB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara optimisme dengan onset ketunanetraan pada penyandang disabilitas netra dewasa awal di PSBN Wyata Guna Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan teknik analisis Point Bisserial Correlation. Penentuan sampel menggunakan teknik simple random sampling dengan jumlah 114 penyandang disabilitas netra dewasa awal di PSBN Wyata Guna. Instrumen pada penelitian ini adalah Life Orientation Test-Revised (LOT-R). Hasil yang diperoleh adalah tidak terdapat hubungan yang signifikan antara optimisme dengan onset ketunanetraan pada penyandang disabilitas netra dewasa awal, yakni dengan nilai korelasi sebesar 0,09130 pada tingkat signifikansi 0,43707 (p<0,05). Artinya, baik pada onset ketunanetraan early blind maupun late blind tidak ada perbedaan dalam hal optimisme. Data tambahan diperoleh melalui wawancara dengan teknik depth interview. Hasil wawancara menunjukan adanya faktor-faktor yang memengaruhi optimisme, yaitu: kemampuan menghadapi hambatan, adanya tujuan hidup (goals) yang berarti, pengharapan (expectancy) terhadap masa depan yang didorong oleh self-esteem yang tinggi dan peran eksternal seperti orang tua, teman, pasangan dan lembaga yang mendukung baik secara moril maupun materil.----------This research was aimed to examine relationship between optimism with the onset of blindness in early adulthood blind people at PSBN Wyata Guna Bandung. This research used the quantitative approach with Point Bisserial Correlation technique. The determination of sample in this research used a simple random sampling technique with 114 respondens. The instrument in this research are Life Orientation Test-Revised (LOT-R). The result showed there is no significant correlation between optimism with the onset of blindness, with correlation index 0,0913 at 0,43707 (p<0,0) level of significancy. Which means there is no correlation between optimism both in early blind and late blind. Additional data is founded by depth interview technique. The result showed that there are some factors that influenced optimism in blind person. First, skill to deal with obstacles. Second, meaningful goals. Third, expectancy for future that needed a positive self-esteem, and the last, role of family, friends, spouse and institution that support them both moral and material.

Item Type: Skripsi,Tesis,Disertasi (S1)
Additional Information: No. Panggil: S PSI NUR h-2017; Pembimbing: I. Herlina, II. Sitti Chotidjah; NIM: 1202162
Uncontrolled Keywords: optimisme, disabilitas netra, tuna netra
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan > Program Studi Psikologi
Depositing User: Mrs. Santi Santika
Date Deposited: 19 Mar 2018 03:33
Last Modified: 19 Mar 2018 03:33
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/29098

Actions (login required)

View Item View Item