SOEKARNO DAN TUNKU ABDUL RAHMAN: KAJIAN PERTENTANGAN KEBIJAKAN POLITIK LUAR NEGERI INDONESIA-MALAYSIA 1959-1967

Fatah, Yayan Suryana (2017) SOEKARNO DAN TUNKU ABDUL RAHMAN: KAJIAN PERTENTANGAN KEBIJAKAN POLITIK LUAR NEGERI INDONESIA-MALAYSIA 1959-1967. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
S_SEJ_1105439_Title.pdf

Download (222kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_SEJ_1105439_Table_of_content.pdf

Download (144kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_SEJ_1105439_Abstract.pdf

Download (208kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_SEJ_1105439_Chapter 1.pdf

Download (239kB) | Preview
[img] Text
S_SEJ_1105439_Chapter 2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (352kB)
[img]
Preview
Text
S_SEJ_1105439_Chapter 3.pdf

Download (284kB) | Preview
[img] Text
S_SEJ_1105439_Chapter 4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (924kB)
[img]
Preview
Text
S_SEJ_1105439_Chapter 5.pdf

Download (215kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_SEJ_1105439_Bibliography.pdf

Download (291kB) | Preview
[img] Text
S_SEJ_1105439_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (626kB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Penelitian ini kemudian dibagi menjadi empat pertanyaan penelitian, yaitu (1) Bagaimana kebijakan politik luar negeri Indonesia pada masa Presiden Soekarno?; (2) Bagaimana kebijakan politik luar negeri Malaysia pada masa Perdana Menteri Tunku Abdul Rahman?; (3) Bagaimana jalannya pertentangan kebijakan politik luar negeri Indonesia dengan Malaysia?; (4) Bagaimana dampak pertentangan kebijakan politik luar negeri pemerintahan Presiden Soekarno dengan Perdana Menteri Tunku Abdul Rahman?. Metode yang digunakan adalah metode historis dengan melakukan empat langkah penelitian yaitu heuristik, kritik, intepretasi dan historiografi. Sedangkan untuk pengumpulan data penulis melakukan teknik studi literatur. Hubungan politik luar negeri kedua negara cenderung menjalin hubungan diplomasi dengan baik sebagai negara yang baru melepaskan diri dari penjajahan. Indonesia dan Malaysia akhirnya dibayang-bayangi oleh perseteruan dua blok yang berada pada masa perang dingin. Para elit politik masing-masing negara mempunyai kebijakan yang berbeda. Latar belakang kedua tokoh yang berbeda antar Tunku Abdul Rahman dan Soekarno yang menjadikan adanya kerenggangan antara kedua negara serumpun ini. Soekarno yang menjadi Presiden pada saat itu menerapkan politik luar negeri bebas aktif yang anti-imperialisme dan kolonialisme, pemerintahan dijalankan secara agresif dan konfrontatif. Sikap Soekarno dalam menentang imperialisme dan kolonialisme terbukti ketika Tunku Abdul Rahman yang merupakan Perdana Menteri Malaysia membentuk Federasi. Dimana secara resmi Indonesia mengadakan konfrontasi dengan Malaysia, tentu saja Malaysia menganggap bahwa Indonesia merupakan negara agresor. Pasca pertentangan kebijakan akhirnya bisa diredam walaupun dengan perundingan yang panjang.,---The study then divided into four research questions: (1) How does Indonesia's foreign policy during President Soekarno ?; (2) How does the foreign policy of Malaysia during Prime Minister Tunku Abdul Rahman ?; (3) How the opposition foreign policy of Indonesia with Malaysia ?; (4) What is the impact of contention foreign policy of the government of President Sukarno with Prime Minister Tunku Abdul Rahman ?. The method used is the historical method with only four steps, namely heuristic research, criticism, interpretation and historiography. As for the data collection techniques literature study authors. Foreign political relations between the two countries tend to establish diplomatic relations with both as a new country to break away from colonialism. Indonesia and Malaysia eventually overshadowed by the feud of two blocks located in the cold war. The political elite of each country has a different policy. The background of both figures that vary from Tunku Abdul Rahman and Sukarno, who make their estrangement between the two allied countries. Sukarno, who became president at the time it implements free and active foreign policy that anti-imperialism and colonialism, government run aggressive and confrontational. Soekarno attitude in opposing imperialism and colonialism proved when Tunku Abdul Rahman who was the Prime Minister to form the Federation of Malaysia. Where formally Indonesia held a confrontation with Malaysia, of course Malaysia considers that Indonesia is an aggressor state. Post-opposition policy could eventually muted despite the lengthy negotiations.

Item Type: Skripsi,Tesis,Disertasi (S1)
Additional Information: no.panggil : S SEJ FAT s-2017; pembimbing : I Didin Saripudin, II Moch Eryk Kamsoni
Uncontrolled Keywords: Indonesia-Malaysia Confrontation, Sukarno, Tunku Abdul Rahman, Politics Overseas, Konfrontasi Indonesia-Malaysia, Soekarno, Tunku Abdul Rahman, Politik Luar Negeri.
Subjects: D History General and Old World > D History (General)
Divisions: Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial > Pendidikan Sejarah
Depositing User: Mr mhsinf 2017
Date Deposited: 31 Jan 2018 06:44
Last Modified: 31 Jan 2018 06:44
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/28945

Actions (login required)

View Item View Item